Bus EPA Persib Diserang di Rest Area Batang: Kronologi dan Sikap Klub
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 76
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Sekelompok orang menyerang bus rombongan EPA Persib U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada Minggu malam, 11 Oktober 2026. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Kaca bus pecah, laporan menyebut sejumlah koper hilang, dan seorang media officer mengalami kekerasan fisik. Persib menyatakan akan menempuh jalur hukum. Namun, identitas penyerang belum jelas, sehingga semua keterangan di bawah masih berupa dugaan.
Kronologi Penyerangan Bus EPA Persib
Rombongan sedang pulang ke Bandung setelah laga tandang. Tim itu baru menjalani pertandingan Elite Pro Academy U-18 melawan Garuda United di Stadion UNS, Surakarta. Di tengah perjalanan, bus berpapasan dengan sekelompok suporter. Menurut laporan, kelompok itu adalah suporter Persija Jakarta yang sedang pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta. Namun, peran mereka sebagai penyerang masih berupa dugaan.
Kemudian situasi memburuk. Dalam rekaman yang beredar, massa memukul bodi dan kaca bus dengan benda tumpul seperti tongkat dan balok, sambil melontarkan umpatan kasar. Satu laporan lain menyebut lemparan batu berukuran besar memecahkan kaca bus. Sementara itu, para pemain muda dan ofisial di dalam bus berusaha melindungi diri serta menelepon untuk meminta bantuan.
Dua Personel Persib Tinggal di Lokasi
Demi keselamatan pemain, bus memilih jalan terus. Akibatnya, dua personel tinggal di lokasi, yaitu Pandu Persada, media officer PT Persib Bandung Bermartabat untuk EPA U-18, dan Ridwan dari Akademi Persib.
Nasib keduanya berbeda. Ridwan selamat setelah menumpang mobil milik orang tua pemain bersama kenek bus. Sebaliknya, Pandu mengalami kekerasan fisik setelah berpisah dari rombongan. Menurut satu laporan, ia sempat berlindung di tempat tambal ban. Setelah itu, Pandu pulang ke Bandung. Laporan yang ada tidak menyebut ada pemain yang cedera.
Koper Rombongan Hilang
Selain kaca bus, barang rombongan ikut jadi sasaran. Laporan menyebut sekelompok orang menjarah sejumlah koper milik ofisial dan tim EPA Persib U-18. Karena itu, Persib kini mendata kerusakan bus dan barang yang hilang.
Sikap Persib: Lapor Polisi dan Tempuh Jalur Hukum
Klub bergerak cepat. Persib berkoordinasi dengan polisi Batang untuk pengamanan dan evakuasi Pandu, lalu meminta polisi menangani insiden ini lewat jalur hukum. Dalam pernyataannya, klub menolak segala bentuk kekerasan, perusakan kendaraan, dan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak.
Meski begitu, polisi belum mengumumkan identitas pelaku, dan saya tidak menemukan kabar penangkapan. Persija dan kelompok suporternya juga belum menanggapi di laporan yang ada.
Yang Perlu Dipantau
Beberapa hal akan menentukan arah kasus ini. Pertama, polisi perlu memeriksa rekaman dan saksi untuk memastikan siapa penyerangnya. Kedua, klub dan operator liga biasanya menilai langkah lanjutan, termasuk pengamanan rombongan tim muda di jalur tol. Selain itu, tindakan oknum tidak mewakili seluruh suporter. Dengan demikian, sebelum hasil penyelidikan keluar, kita belum bisa menyebut siapa pun bersalah.
- Penulis: Firmansyah
