Kekuatan Paspor Negara ASEAN 2026: Singapura Juara, Indonesia di Papan Tengah
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Singapura kembali menegaskan dominasinya sebagai pemegang paspor terkuat di ASEAN, sekaligus di dunia. Berdasarkan Henley Passport Index edisi Juli 2026, paspor negara ini memberi akses bebas visa ke 192 destinasi, jauh meninggalkan negara tetangganya di kawasan Asia Tenggara.
Indeks ini menjadi tolok ukur paling banyak dirujuk untuk menilai kekuatan paspor negara ASEAN maupun dunia. Henley & Partners menyusunnya berdasarkan data eksklusif International Air Transport Association (IATA), mencakup 199 paspor dan 227 destinasi perjalanan di seluruh dunia. Edisi Juli 2026 ini istimewa karena menandai ulang tahun ke-20 penerbitan indeks tersebut.
Malaysia Kokoh di Posisi Kedua ASEAN
Setelah Singapura, Malaysia menempati posisi kedua terkuat di kawasan. Paspor Malaysia berbagi peringkat ketujuh dunia bersama Australia, Kanada, Ceko, Latvia, Selandia Baru, Slovakia, dan Slovenia, dengan akses bebas visa ke 183 destinasi. Posisi ini konsisten dipertahankan Malaysia dibanding edisi awal tahun.
Brunei melengkapi tiga besar ASEAN, berada di peringkat ke-19 dunia dengan akses 163 destinasi.
Peringkat Lengkap Kekuatan Paspor ASEAN 2026
Berikut susunan lengkap peringkat dunia negara-negara ASEAN (dan Timor-Leste) menurut Henley Passport Index edisi Juli 2026:
- Singapura — peringkat 1 dunia, 192 destinasi
- Malaysia — peringkat 7 dunia, 183 destinasi
- Brunei — peringkat 19 dunia, 163 destinasi
- Timor-Leste — peringkat 52 dunia
- Thailand — peringkat 63 dunia, 77 destinasi
- Indonesia — peringkat 68 dunia, 70 destinasi
- Filipina — peringkat 72 dunia, 65 destinasi
- Vietnam — peringkat 87 dunia
- Kamboja — peringkat 88 dunia
- Laos — peringkat 89 dunia
- Myanmar — peringkat 91 dunia
Untuk Timor-Leste, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar, jumlah pasti negara tujuan bebas visa pada edisi Juli 2026 belum ditemukan dalam sumber yang saya telusuri, sehingga tidak dicantumkan di sini.
Indonesia di Papan Tengah, Masih di Bawah Thailand
Indonesia menempati peringkat ke-68 dunia dengan akses bebas visa ke 70 negara dan wilayah tujuan. Posisi ini menempatkan Indonesia di kelompok tengah peta kekuatan paspor ASEAN, di bawah Thailand namun masih unggul dibanding Filipina, Vietnam, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
Sepanjang 2026, peringkat Indonesia sempat bergerak dari posisi ke-64 di awal tahun, sebelum turun ke posisi ke-68 pada edisi Juli. Fluktuasi semacam ini wajar terjadi, karena indeks diperbarui secara berkala mengikuti perubahan kebijakan visa antarnegara di seluruh dunia.
Kenapa Kekuatan Paspor Penting?
Ketua Henley & Partners, Christian H. Kaelin, menyebut kekuatan paspor bukan sekadar simbol kemudahan berlibur. “Data selama 20 tahun menunjukkan bahwa kekuatan paspor adalah salah satu ekspresi paling jelas dari modal geopolitik sebuah negara,” ujarnya, dikutip dari The Straits Times.
Menurutnya, paspor terkuat biasanya dimiliki negara yang banyak dijadikan mitra oleh negara lain, baik dalam perdagangan, investasi, keamanan, maupun kerja sama internasional. Semakin erat hubungan diplomatik suatu negara, semakin besar peluang warganya menikmati kemudahan bebas visa ke berbagai penjuru dunia.
Tren Global: Mobilitas Makin Terbuka
Henley & Partners mencatat, kebebasan bepergian secara global terus meningkat dalam dua dekade terakhir. Pada 2006, paspor terkuat di dunia hanya memberi akses bebas visa ke sekitar 130 destinasi. Kini, rata-rata paspor di seluruh dunia sudah memungkinkan perjalanan ke 108 destinasi, hampir dua kali lipat dari rata-rata 58 destinasi pada 2006.
Uni Emirat Arab (UEA) tercatat sebagai salah satu negara dengan lonjakan paling signifikan sepanjang 20 tahun terakhir, naik 60 peringkat dan kini berbagi posisi kedua dunia bersama Jepang dan Korea Selatan, dengan 188 destinasi bebas visa.
Peta kekuatan paspor negara ASEAN 2026 ini menegaskan satu hal: kesenjangan mobilitas di kawasan Asia Tenggara masih cukup lebar, dari Singapura yang bisa melenggang ke hampir 200 negara tanpa visa, hingga Myanmar yang jauh tertinggal di papan bawah indeks dunia.
- Penulis: Firmansyah
