Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Olah Raga » Fakta Rekor Persib Bandung di GBK, Bukan 70 Tahun tapi Segini yang Sebenarnya

Fakta Rekor Persib Bandung di GBK, Bukan 70 Tahun tapi Segini yang Sebenarnya

  • account_circle firmansyah
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 119
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Persib Bandung memang punya catatan kelam setiap kali bertandang ke Jakarta menghadapi Persija. Namun, klaim yang beredar soal “70 tahun belum pernah menang di GBK” perlu diluruskan dulu, karena angka sebenarnya jauh berbeda dari yang sering disebut warganet. Fakta di lapangan justru menunjukkan durasi yang lebih pendek, meski tetap terdengar menyakitkan bagi Bobotoh.

Berikut data akurat soal rekor Persib saat bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, lengkap dengan konteks sejarahnya.

Rekor Sesungguhnya: 40 Tahun, Bukan 70 Tahun

Kemenangan terakhir Persib atas Persija di Jakarta justru tercatat pada era Perserikatan, tepatnya 21 Desember 1986. Sejak saat itu, tim asal Bandung ini belum pernah lagi membawa pulang kemenangan dari ibu kota dalam pertandingan kompetisi resmi. Jika dihitung sampai laga terbaru, rentang waktu ini setara 39 sampai 40 tahun, bukan 70 tahun seperti yang kerap disebut di media sosial.

Persib sendiri baru berdiri pada 1933, jadi usia klub ini memang sudah lebih dari 90 tahun. Kemungkinan besar, angka 70 tahun yang beredar tercampur antara usia klub dengan durasi tren negatif ini, padahal keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Sejak Era Kompetisi Modern, Persib Tak Pernah Menang di Jakarta

Sejak liga Indonesia memasuki era unifikasi pada musim 1994/95, Persib dan Persija sudah bentrok 18 kali di Jakarta dalam pertandingan kompetisi resmi. Hasilnya konsisten pahit bagi Maung Bandung: 11 kali kalah dan tujuh kali berakhir imbang, tanpa satu pun kemenangan.

Khusus di Stadion Utama Gelora Bung Karno sendiri, Persib tercatat lima kali bermain sejak 1995. Dari lima pertemuan itu, Persija menang sekali lewat skor 3-0 pada 30 Oktober 2010, sementara empat laga lainnya berakhir imbang. Laga terbaru di GBK pada 12 September 2026 justru menambah catatan buruk ini, setelah Persib takluk 1-2 lewat gol telat Ivan Mamut di masa injury time.

Kenapa Persib Selalu Sulit di Jakarta

Beberapa faktor sering disebut analis sepak bola sebagai penyebab tren negatif ini terus berlanjut. Tekanan suporter Jakmania yang memadati tribun jadi salah satu faktor psikologis yang berat bagi pemain Persib. Selain itu, faktor rivalitas emosional antara kedua kubu turut menambah beban mental pemain yang bertanding jauh dari kandang sendiri.

Menariknya, catatan buruk ini justru berbanding terbalik dengan performa Persib secara keseluruhan. Dalam 10 pertemuan terakhir kedua tim di berbagai venue, Persib justru unggul head-to-head atas Persija. Bahkan di kandang sendiri, Stadion GBLA, Persib punya rekor mentereng tanpa kekalahan sepanjang musim 2025/2026.

Peluang Memutus Rekor di Masa Depan

Meski rekornya suram di Jakarta, Persib tetap punya modal percaya diri sebagai juara bertahan Liga 1 tiga musim berturut-turut. Ironisnya, Persija sendiri belum pernah menang di kandang sendiri melawan Persib dalam tiga musim terakhir sebelum laga terbaru ini, hanya mencatat dua kali imbang dan sekali kalah.

Bagi Bobotoh, memutus rekor tanpa kemenangan di Jakarta bukan sekadar soal tiga poin. Rekor ini sudah jadi beban psikologis turun-temurun yang menghantui setiap kali Persib menyambangi ibu kota, terlepas dari performa gemilang mereka di kompetisi secara keseluruhan.

Luruskan Data Sebelum Membagikan Ulang

Sebelum ikut membagikan klaim soal rekor sebuah tim, ada baiknya mengecek dulu data resmi dari sumber terpercaya. Angka 70 tahun mungkin terdengar lebih dramatis untuk dibagikan di media sosial, tapi fakta sesungguhnya soal Persib Bandung tetap layak diluruskan agar diskusi soal El Clasico Indonesia ini berjalan berdasarkan data yang akurat, bukan sekadar narasi yang viral tanpa verifikasi.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apple iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya

    Apple iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Kebaruan. Apple resmi memperkenalkan iPhone 18 Pro dalam acara “Surprise and Shine” di Apple Park, Cupertino, Rabu (9/9/2026) waktu setempat. Selain itu, acara ini juga menghadirkan iPhone 18 Pro Max dan iPhone lipat pertama Apple. Ketiganya menjadi sorotan utama tahun ini. Jadi, pengguna yang mengincar performa lebih kencang dan kamera lebih tajam kini punya alasan […]

  • Harga Emas Antam Selasa 14 Juli 2026 Anjlok Rp20.000, Terendah Dalam Dua Pekan Terakhir

    Harga Emas Antam Selasa 14 Juli 2026 Anjlok Rp20.000, Terendah Dalam Dua Pekan Terakhir

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Koreksi harga emas Antam berlanjut dan kali ini cukup dalam untuk dicermati serius. Per Selasa, 14 Juli 2026 pukul 08.30 WIB, harga emas batangan Antam turun Rp20.000 dari posisi kemarin Rp2.635.000 menjadi Rp2.615.000 per gram untuk harga dasar. Ini level terendah yang emas Antam sentuh dalam dua pekan terakhir — jauh dari puncak Rp2.670.000 […]

  • Rupiah Menguat ke Rp17.873 per Dolar AS, IHSG Justru Tertekan di Zona Merah

    Rupiah Menguat ke Rp17.873 per Dolar AS, IHSG Justru Tertekan di Zona Merah

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Awal pekan ini membawa sinyal menarik dari pasar valuta asing. Rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Senin, 29 Juni 2026. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.873 per dolar AS — menguat 0,27 persen dari penutupan akhir pekan lalu di Rp17.922. Penguatan ini memang tidak besar. Tapi cukup untuk menempatkan rupiah sebagai […]

  • Menjelang Rangkaian Libur Bursa Saham Mei 2026, IHSG Terpuruk 3,53% dan Asing Lakukan Aksi Jual Masif

    Menjelang Rangkaian Libur Bursa Saham Mei 2026, IHSG Terpuruk 3,53% dan Asing Lakukan Aksi Jual Masif

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Para pelaku pasar modal di Tanah Air wajib mencermati perubahan jadwal perdagangan menyusul pengumuman resmi terkait kalender operasional pasar. Otoritas pasar telah menetapkan jadwal libur bursa saham yang cukup panjang sepanjang Mei 2026 ini, dimulai dari peringatan hari besar keagamaan hingga agenda cuti bersama nasional. Berdasarkan pengumuman resmi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas […]

  • Hasil Indonesia vs Myanmar 3-0: Garuda Muda Menang Telak namun Nova Arianto Belum Puas

    Hasil Indonesia vs Myanmar 3-0: Garuda Muda Menang Telak namun Nova Arianto Belum Puas

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Keberhasilan skuad Garuda Muda memenangkan laga perdana Indonesia vs Myanmar dengan skor telak 3-0 menjadi awal yang sangat manis dalam ajang ASEAN U19 Championship 2026. Pertandingan kompetitif Indonesia vs Myanmar tersebut berlangsung sengit di bawah guyuran atmosfer meriah Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, pada Senin (1/6/2026) malam. Meskipun menuai hasil memuaskan, jalannya laga […]

  • Anggaran DPR dan Pemerintah Disorot, Kemenperin Perjuangkan Tambahan Dana 2027

    Anggaran DPR dan Pemerintah Disorot, Kemenperin Perjuangkan Tambahan Dana 2027

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Anggaran DPR dan pemerintah menjadi topik hangat dalam rapat kerja bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) hari Rabu (10/6/2026). Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan kondisi keuangan lembaganya yang sedang menghadapi tantangan berat. Saat ini, kementerian hanya menerima pagu indikatif senilai Rp 2,01 triliun untuk tahun 2027. Nilai tersebut mencatatkan penurunan signifikan sebesar Rp 488,16 miliar, […]

expand_less