Karhutla Bromo: Tim Gabungan Kapolres Probolinggo Berjuang di Medan Curam 70 Derajat

Kebaruan.com Kepulan asap kembali membumbung dari lereng Bromo. KaPolres Probolinggo Polda Jatim mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Area ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Penanganan Terpadu Sejak Titik Api Terpantau

Petugas mulai bergerak sejak Selasa (4/8/2026), begitu titik api pertama kali terlihat di kawasan tersebut. Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar memastikan proses pemadaman dan pengendalian api terus digencarkan.

“Sejumlah personel kami siagakan di Gunung Bromo untuk membantu penanganan Karhutla,” ujar AKBP Asmida, Jumat (7/8/2026).

Kolaborasi Lintas Instansi di Lapangan

Kapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardianto menjelaskan langsung dari lokasi, penanganan karhutla ini melibatkan banyak pihak. Personel Polri, TNI, TNBTS, Perhutani, BPBD, Satpol PP, Tagana, hingga masyarakat sekitar turun tangan bersama-sama.

Tim gabungan tidak sekadar memantau dari jauh. Mereka terjun langsung ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api secara aktif.

“Tim gabungan melakukan penyisiran, pemadaman menggunakan peralatan manual serta penyekatan di sejumlah titik guna mencegah api meluas ke kawasan lain,” jelas Kompol Rizal.

Ilalang Kering Jadi Pemicu Awal

Hasil pemantauan lapangan mengarah pada satu titik terang soal penyebab kebakaran. Ilalang dan rumput kering di kawasan hutan diduga jadi sumber api pertama kali.

Cuaca panas turut memperparah keadaan. Vegetasi yang mengering ditambah hembusan angin kencang membuat api merambat cepat ke area sekitarnya.

Medan di lokasi juga bukan perkara mudah. Kemiringan lereng mencapai sekitar 70 derajat, dan sumber air di sana terbatas. Dua faktor ini jadi tantangan besar bagi tim pemadam di lapangan.

“Pemadaman sementara ini masih dilakukan dengan cara manual,” kata Kompol Rizal.

Koordinasi Terus Diperkuat

Ancaman belum sepenuhnya reda. Kondisi ilalang dan rumput yang masih tebal serta kering membuat api berpotensi kembali membesar kapan saja. Karena itu, koordinasi antarinstansi terus diperkuat guna mengantisipasi perluasan kebakaran.

“Personel gabungan akan terus bersiaga dan melakukan upaya pemadaman hingga kondisi benar-benar terkendali,” pungkas Kompol Rizal.

Kasus karhutla di kawasan wisata seperti Bromo memang butuh penanganan ekstra hati-hati, mengingat statusnya sebagai taman nasional yang menyimpan ekosistem penting sekaligus jadi tujuan wisata andalan Jawa Timur. Kesigapan tim gabungan di lapangan jadi kunci utama agar api tidak merembet lebih jauh ke area yang lebih luas.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi