Kebaruan.com Mahasiswa Bandung mulai menyuarakan tuntutan reformasi ekonomi di tengah meningkatnya tekanan terhadap kondisi perekonomian nasional. Sejumlah organisasi mahasiswa menggelar aksi di depan kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung.
Aksi tersebut dipelopori oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bersama sejumlah kelompok mahasiswa lainnya yang tergabung dalam berbagai elemen gerakan kampus.
Mereka menilai kondisi ekonomi saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, terutama setelah nilai tukar rupiah mengalami pelemahan dalam beberapa pekan terakhir.
Pelemahan Rupiah Jadi Sorotan
Para peserta aksi menyoroti dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap kehidupan masyarakat. Menurut mereka, kondisi tersebut mulai memengaruhi harga berbagai kebutuhan pokok yang memiliki keterkaitan dengan bahan baku impor.
Komoditas seperti terigu dan minyak goreng menjadi contoh yang banyak dibahas dalam aksi tersebut. Kenaikan harga dinilai dapat memperberat beban rumah tangga, terutama bagi kelompok masyarakat dengan pendapatan terbatas.
Bagi kalangan mahasiswa, stabilitas nilai tukar bukan hanya persoalan angka ekonomi. Dampaknya dapat dirasakan langsung dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Konsolidasi Antar Kampus Terus Berjalan
Koordinator Front Mahasiswa Nasional, Ainul Mardhyah, menjelaskan bahwa komunikasi antarorganisasi mahasiswa telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Konsolidasi tersebut bertujuan menyatukan sikap dan menyusun agenda perjuangan yang dianggap relevan dengan kondisi ekonomi saat ini.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ketika muncul persoalan yang berdampak luas terhadap kehidupan publik.
Karena itu, gerakan yang dibangun tidak hanya berfokus pada isu kampus, tetapi juga menyentuh persoalan ekonomi nasional.
Sejumlah Program Pemerintah Ikut Dikritisi
Dalam aksi tersebut, Mahasiswa Bandung tidak hanya membahas pelemahan rupiah. Mereka juga menyoroti sejumlah program yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Beberapa isu yang mencuat antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta program Koperasi Desa Merah Putih yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar.
Para peserta aksi meminta pemerintah memastikan setiap program berjalan secara transparan, efektif, dan tepat sasaran.
Mereka menilai pengawasan yang kuat menjadi kunci agar penggunaan dana publik dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Dorong Kebijakan yang Lebih Berpihak pada Rakyat
Selain menyampaikan kritik, para mahasiswa juga mendorong lahirnya kebijakan ekonomi yang mampu menjaga daya beli masyarakat.
Mereka berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Menurut peserta aksi, pertumbuhan ekonomi yang sehat harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai lapisan.
Karena itu, mereka meminta pemerintah lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang muncul akibat tekanan ekonomi global maupun domestik.
Mahasiswa Tetap Jadi Mitra Kritis Demokrasi
Aksi yang digelar oleh Mahasiswa Bandung menunjukkan bahwa kalangan akademisi muda masih aktif mengawal berbagai kebijakan publik. Tradisi kritik dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dinilai menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi.
Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, mahasiswa berharap suara yang mereka sampaikan dapat menjadi masukan bagi para pengambil kebijakan.
Melalui aksi damai dan penyampaian aspirasi secara terbuka, Mahasiswa Bandung ingin mendorong terciptanya reformasi ekonomi yang lebih kuat, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. Dengan demikian, berbagai tantangan ekonomi yang sedang dihadapi dapat diatasi secara lebih efektif dan berkelanjutan.
