Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Regulasi » Mahasiswa Bandung Serukan Reformasi Ekonomi, Soroti Rupiah Melemah dan Harga Pangan Naik

Mahasiswa Bandung Serukan Reformasi Ekonomi, Soroti Rupiah Melemah dan Harga Pangan Naik

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 174
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Mahasiswa Bandung mulai menyuarakan tuntutan reformasi ekonomi di tengah meningkatnya tekanan terhadap kondisi perekonomian nasional. Sejumlah organisasi mahasiswa menggelar aksi di depan kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung.

Aksi tersebut dipelopori oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bersama sejumlah kelompok mahasiswa lainnya yang tergabung dalam berbagai elemen gerakan kampus.

Mereka menilai kondisi ekonomi saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, terutama setelah nilai tukar rupiah mengalami pelemahan dalam beberapa pekan terakhir.

Pelemahan Rupiah Jadi Sorotan

Para peserta aksi menyoroti dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap kehidupan masyarakat. Menurut mereka, kondisi tersebut mulai memengaruhi harga berbagai kebutuhan pokok yang memiliki keterkaitan dengan bahan baku impor.

Komoditas seperti terigu dan minyak goreng menjadi contoh yang banyak dibahas dalam aksi tersebut. Kenaikan harga dinilai dapat memperberat beban rumah tangga, terutama bagi kelompok masyarakat dengan pendapatan terbatas.

Bagi kalangan mahasiswa, stabilitas nilai tukar bukan hanya persoalan angka ekonomi. Dampaknya dapat dirasakan langsung dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Konsolidasi Antar Kampus Terus Berjalan

Koordinator Front Mahasiswa Nasional, Ainul Mardhyah, menjelaskan bahwa komunikasi antarorganisasi mahasiswa telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Konsolidasi tersebut bertujuan menyatukan sikap dan menyusun agenda perjuangan yang dianggap relevan dengan kondisi ekonomi saat ini.

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ketika muncul persoalan yang berdampak luas terhadap kehidupan publik.

Karena itu, gerakan yang dibangun tidak hanya berfokus pada isu kampus, tetapi juga menyentuh persoalan ekonomi nasional.

Sejumlah Program Pemerintah Ikut Dikritisi

Dalam aksi tersebut, Mahasiswa Bandung tidak hanya membahas pelemahan rupiah. Mereka juga menyoroti sejumlah program yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Beberapa isu yang mencuat antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta program Koperasi Desa Merah Putih yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar.

Para peserta aksi meminta pemerintah memastikan setiap program berjalan secara transparan, efektif, dan tepat sasaran.

Mereka menilai pengawasan yang kuat menjadi kunci agar penggunaan dana publik dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dorong Kebijakan yang Lebih Berpihak pada Rakyat

Selain menyampaikan kritik, para mahasiswa juga mendorong lahirnya kebijakan ekonomi yang mampu menjaga daya beli masyarakat.

Mereka berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurut peserta aksi, pertumbuhan ekonomi yang sehat harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai lapisan.

Karena itu, mereka meminta pemerintah lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang muncul akibat tekanan ekonomi global maupun domestik.

Mahasiswa Tetap Jadi Mitra Kritis Demokrasi

Aksi yang digelar oleh Mahasiswa Bandung menunjukkan bahwa kalangan akademisi muda masih aktif mengawal berbagai kebijakan publik. Tradisi kritik dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dinilai menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, mahasiswa berharap suara yang mereka sampaikan dapat menjadi masukan bagi para pengambil kebijakan.

Melalui aksi damai dan penyampaian aspirasi secara terbuka, Mahasiswa Bandung ingin mendorong terciptanya reformasi ekonomi yang lebih kuat, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. Dengan demikian, berbagai tantangan ekonomi yang sedang dihadapi dapat diatasi secara lebih efektif dan berkelanjutan.

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peraturan Pemerintah

    Implementasi Peraturan Pemerintah dalam Penyesuaian Tarif Layanan RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2026

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Setiap langkah perbaikan layanan publik pasti berpijak pada payung hukum yang kuat, termasuk adanya Peraturan Pemerintah sebagai landasan utama bagi operasional rumah sakit. Kebijakan ini memastikan bahwa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto dapat memberikan layanan medis dengan standar yang terukur. Pihak manajemen RSPAD kini mengacu pada aturan terbaru untuk menentukan biaya […]

  • Terikat Janji Episode 47

    Sinopsis Terikat Janji Episode 47: Ketegangan Sena dan Dipa di Makan Siang

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Penonton setia Terikat Janji Episode 47 tentu sudah tidak sabar menantikan kelanjutan kisah Sena yang diperankan oleh Arya Saloka. Dalam alur Terikat Janji Episode 47 malam ini, Sena memenuhi undangan makan siang di rumah Davina sesuai rencana Papa Novan. Kehadiran Sena di Terikat Janji memicu interaksi panas antara dirinya dengan Dipa yang menaruh curiga […]

  • Presiden Korea Selatan

    Presiden Korea Selatan Kecam Netanyahu Usai Penahanan Dua Warganya

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Sikap politik luar negeri kawasan Asia Timur kini mengalami eskalasi yang sangat signifikan terkait konflik Timur Tengah. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyatakan bahwa pemerintahannya perlu mempertimbangkan langkah hukum untuk ikut menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Pernyataan sikap yang sangat berani ini mengemuka pasca militer Israel menahan dua warga negara Korsel saat […]

  • Menutup rumah saat maghrib alasan lengkapnya

    Menutup Rumah Saat Maghrib, Ini Alasan di Balik Tradisi Turun-Temurun Ini

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kebaruan. Menutup rumah saat maghrib jadi kebiasaan yang diwariskan turun-temurun di banyak keluarga Indonesia. Kebiasaan ini mengakar kuat, terutama di kalangan masyarakat Jawa dan Melayu. Begitu azan berkumandang, pintu dan jendela langsung tertutup rapat. Lampu dinyalakan, anak-anak pun dipanggil masuk ke dalam rumah. Banyak orang mengikutinya tanpa benar-benar tahu alasan di baliknya. Ternyata, kebiasaan ini […]

  • Ombudsman-absen-rapat-dpr-lapas-cibinong (2)

    Ombudsman Absen di Rapat DPR soal Lapas Cibinong, Komisi II Siap Panggil

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Kebaruan. Ombudsman RI tidak datang ke rapat dengar pendapat Komisi XIII DPR pada Senin (28/9/2026). Padahal, rapat itu membahas temuan Ombudsmn sendiri soal fasilitas berstandar apartemen di Lapas Kelas IIA Cibinong. Komisi XIII tetap menjalankan rapat. Mereka mendengar paparan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi dan Kepala Lapas Cibinong nonaktif, Wisnu Hani Putranto. Rapat Jalan Tanpa Ombudsman […]

  • Vivo X100

    Vivo X100 Pro Resmi Rilis di Indonesia: Sensor 1 Inci & Optik ZEISS APO

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bagi Anda yang mengutamakan kualitas visual, Vivo X100 Pro hadir sebagai jawaban atas penantian panjang. Dengan banderol harga Rp16.999.000 untuk varian memori lega RAM 16GB dan penyimpanan 512GB, ponsel ini langsung menempati posisi puncak di jajaran X-Series. Daya tarik utamanya? Tentu saja kolaborasi legendaris bersama ZEISS yang kini dibawa ke level yang lebih ekstrem. […]

expand_less