Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup » Mengenal Malam Satu Suro: Sejarah, Makna, dan Pantangannya

Mengenal Malam Satu Suro: Sejarah, Makna, dan Pantangannya

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 317
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Malam Satu Suro merupakan momen pergantian tahun baru dalam kalender Jawa yang jatuh tepat pada tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Masyarakat Jawa memandang malam ini sebagai waktu yang sangat sakral, penuh misteri, sekaligus sarat akan nilai spiritual. Orang-orang biasanya menyambut pergantian tahun dengan melakukan introspeksi diri serta memperbanyak doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Suasana khusyuk sangat terasa di berbagai daerah, terutama di lingkungan keraton seperti Solo dan Yogyakarta.

Bagi masyarakat Jawa, Malam Satu Suro melambangkan kebersihan hati serta pembersihan jiwa dari segala perilaku buruk di masa lalu. Mereka percaya bahwa momen ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah. Banyak orang memilih untuk berdiam diri di rumah sembari merenungkan perjalanan hidup selama setahun terakhir. Selain itu, beberapa tradisi unik kerap dilakukan sebagai bentuk syukur atas keselamatan yang telah diberikan selama setahun penuh.

Sejarah dan Asal Usul Malam Satu Suro

Sejarah Malam Satu Suro tidak lepas dari peran Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Mataram Islam yang sangat besar pengaruhnya. Beliau menggabungkan kalender Hijriah dengan kalender Saka Jawa pada tahun 1633 Masehi. Penggabungan ini bertujuan untuk menyatukan masyarakat dalam semangat persatuan di tengah perbedaan sistem penanggalan yang ada saat itu. Sejak saat itulah, tanggal 1 Muharram juga ditetapkan sebagai tanggal 1 Suro dalam kalender Jawa.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai menganggap malam ini sebagai waktu yang penuh berkah sekaligus kekuatan magis. Berbagai ritual pun lahir untuk menjaga keseimbangan alam dan spiritual manusia dengan lingkungannya. Tradisi ini terus dijaga turun-temurun oleh generasi penerus sebagai identitas budaya yang sangat unik di Nusantara.

Larangan dan Tradisi Unik

Ada beberapa larangan yang dipercaya masyarakat perlu dihindari selama Malam Satu Suro agar tidak mendatangkan kesialan. Salah satu pantangan yang paling umum adalah larangan bepergian jauh atau keluar rumah tanpa tujuan yang jelas. Masyarakat lebih menganjurkan kegiatan tirakatan di rumah atau berkumpul bersama keluarga dengan suasana tenang. Selain itu, mereka dilarang keras mengadakan pesta pernikahan atau perayaan besar yang bersifat hura-hura.

Kegiatan bersifat perayaan dianggap kurang pantas dilakukan karena malam ini merupakan waktu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Banyak orang juga menghindari perilaku berkata kasar atau melakukan tindakan tercela selama malam yang penuh berkah ini. Tradisi tapa bisu atau membisu menjadi salah satu ritual paling populer yang dilakukan masyarakat di beberapa daerah. Pelaku ritual ini berjalan mengelilingi benteng keraton tanpa mengucapkan sepatah kata pun sebagai wujud keprihatinan.

Menjalankan tradisi Malam Satu Suro bisa menjadi cara yang sangat baik untuk menghargai kekayaan budaya leluhur kita sendiri. Meskipun zaman terus berubah dengan segala modernitasnya, nilai-nilai spiritual dalam tradisi ini tetap relevan bagi kehidupan manusia. Mari kita jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami esensi dari peringatan Malam Satu Suro yang penuh dengan makna filosofis tersebut.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lomba Cerdas Cermat

    Klarifikasi Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI 2026: MC dan Juri Resmi Dinonaktifkan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Dunia pendidikan Kalimantan Barat mendadak heboh akibat insiden dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat provinsi. Ketegangan muncul saat pembawa acara, Shindy Lutfiana, melontarkan kalimat yang dianggap meremehkan siswa SMAN 1 Pontianak. Ucapan tersebut memicu gelombang kritik dari masyarakat hingga akhirnya pihak penyelenggara mengambil tindakan tegas. Peristiwa ini menjadi […]

  • Panduan Eksplorasi Gunung Harun 2026: Jalur Udara, Transportasi Umum, dan Estimasi Budget Terkini

    Panduan Eksplorasi Gunung Harun 2026: Jalur Udara, Transportasi Umum, dan Estimasi Budget Terkini

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Gunung Harun berdiri kokoh di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, menawarkan sebuah petualangan yang memadukan ketangguhan fisik dengan pesona hutan hujan tropis yang masih sangat perawan. Sebagai salah satu puncak yang mulai mendapat perhatian para pendaki berpengalaman pada pertengahan tahun 2026, destinasi ini menyajikan kekayaan hayati yang luar biasa di dalam kawasan Taman Nasional Kayan […]

  • Sidang Syarat Cawapres Gibran: MK Tolak Panggil Gibran

    Sidang Syarat Cawapres Gibran: MK Tolak Panggil Gibran

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Kebaruan. Sidang syarat cawapres di Mahkamah Konstitusi (MK) kini masuk tahap pembuktian. Namun, majelis hakim menutup satu permintaan penting. MK menolak menghadirkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam sidang gugatan terkait syarat pencalonannya. Wakil Ketua MK Saldi Isra menyampaikan sikap itu pada Kamis (1/10/2026) malam. Meski demikian, MK tetap melanjutkan perkara. Sidang berikutnya mendengar keterangan […]

  • Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi Mundur, Buntut Kasus Klaster Mewah Lapas Cibinong

    Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi Mundur, Buntut Kasus Klaster Mewah Lapas Cibinong

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Kebaruan. Jabatan tertinggi di dunia pemasyarakatan Indonesia kini kosong. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Mashudi resmi mengundurkan diri, buntut terbongkarnya fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menerima surat pengunduran diri tersebut, Kamis (1/10/2026). “Hari ini Bapak Menteri Imipas telah menerima surat pengunduran diri Bapak Mashudi sebagai […]

  • Gempa Garut Hari Ini 4 Mei 2026: Analisis BMKG dan Wilayah Terdampak

    Gempa Garut Hari Ini 4 Mei 2026: Analisis BMKG dan Wilayah Terdampak

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Peristiwa Gempa Garut yang terjadi pada Senin pagi (4/5/2026) kembali mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat getaran gempa Garut ini terasa nyata di beberapa daerah pada skala II-III MMI. Dari sudut pandang saya sebagai pengamat dinamika geologi, kita tidak perlu panik dalam menghadapi […]

  • Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Minta Publik Tunggu Hasil Penyidikan Kematian Sutrimo

    Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Minta Publik Tunggu Hasil Penyidikan Kematian Sutrimo

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung RI, Febrie Adriansyah, meminta semua pihak menahan diri. Mereka ingin publik menunggu informasi resmi soal penyebab kematian Sutrimo. Tim hukum Febrie menegaskan kasus ini sebaiknya tidak dikaitkan dengan perkara hukum lain yang sedang berjalan. Klien Menghormati Proses Penyidikan Febri Diansyah, salah satu […]

expand_less