Profil Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Usulan Prabowo Pengganti Listyo Sigit
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Nama Suyudi Ario Seto mendadak jadi sorotan publik. Presiden Prabowo Subianto resmi mengusulkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini sebagai calon Kapolri baru, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hari ini, Kamis (1/10/2026), Suyudi langsung menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR.
Surpres Resmi Dikirim ke DPR
Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, mengonfirmasi pimpinan DPR sudah menerima surat resmi dari Istana pagi ini. “Ia pagi ini pimpinan DPR mendapatkan surat dari Presiden dan Ketua DPR. Nomor R57/Pres/2026 tertanggal 30 September 2026. Perihal usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri,” ujarnya.
Komisi III DPR lantas bergerak cepat. Tanpa menunggu lama, mereka langsung menggelar uji kelayakan terhadap Suyudi pada hari yang sama. “Melaksanakan uji kelayakan terhadap Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri,” kata Habiburokhman.
Dalam sesi uji kelayakan tersebut, Suyudi mengenakan seragam lengkap Polri saat memasuki ruang rapat. Selain itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad turut mendampinginya.
Jejak Karier di Dunia Reserse
Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta, 14 Juli 1973. Kemudian, ia menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994. Sepanjang kariernya di kepolisian, publik mengenalnya sebagai perwira spesialis reserse kriminal.
Kariernya bermula di Polda Metro Jaya sebagai Kanit II Resmob. Setelah itu, ia menduduki sejumlah posisi penting, antara lain Kasat Reskrim di Polres Metro Jakarta Selatan, Tangerang Kota, dan Jakarta Barat. Selanjutnya, kariernya terus menanjak hingga ia naik menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya.
Pada Maret 2023, Suyudi menjabat Wakapolda Metro Jaya. Setahun berselang, tepatnya Juni 2024, ia mendapat kepercayaan memimpin Kepolisian Daerah (Polda) Banten sebagai Kapolda.
Dari Kapolda Banten ke Kepala BNN
Suyudi melepas jabatan Kapolda Banten pada 5 Agustus 2025. Setelah itu, ia sempat bertugas sebagai Pati Bareskrim Polri. Tak lama berselang, tepatnya 25 Agustus 2025, ia resmi menjabat Kepala BNN menggantikan Komjen Pol Marthinus Hukom, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025.
Kariernya terus melesat. Setelah menjabat Kepala BNN, Suyudi menerima kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) pada September 2025.
Selama menjabat di BNN, Suyudi turut berperan dalam sejumlah operasi pemberantasan narkotika. Misalnya, ia terlibat dalam pengungkapan pemusnahan lahan ganja seluas 2 hektare di Aceh Besar. Berkat kontribusinya di bidang penegakan hukum dan pemberantasan narkotika, Universitas Tarumanagara (Untar) menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum kepadanya pada 31 Januari 2026.
Penghargaan dan Rekam Jejak
Sepanjang kariernya, Suyudi mengumpulkan sejumlah penghargaan, di antaranya Satyalancana Pengabdian, Jana Utama, Ksatria Bhayangkara, dan Karya Bhakti. Sementara itu, berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), kekayaan Suyudi tercatat senilai Rp9.816.246.500.
Menuju Kursi Kapolri
Dengan diusulkannya Suyudi oleh Presiden Prabowo, publik kini menanti hasil uji kelayakan di Komisi III DPR hari ini. Jika Komisi III menyetujui pencalonan ini, Suyudi akan menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah memimpin Polri sejak 2021.
- Penulis: Firmansyah
