Fakta Ratusan Senjata Ditemukan di Yayasan Sekolah Jaksel, Ada Bunker Terkunci

Kebaruan.com Sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendadak jadi sorotan. Petugas menemukan ratusan senjata tersimpan di ruangan bekas ketua yayasan sekolah tersebut. Temuan ini bermula saat pihak sekolah membuka ruangan itu untuk kebutuhan operasional siswa.

Kronologi Penemuan

Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, menceritakan kejadian ini berlangsung dalam dua tahap. Pada 10 dan 11 Juli lalu, tim menemukan 995 pucuk senjata di dalam ruangan tersebut. Isinya mencakup senjata api, amunisi, dan berbagai aksesoris pendukung senjata lainnya.

Beberapa hari setelahnya, tepatnya Rabu (5/8) malam, pihak sekolah kembali membuka ruangan lain untuk kepentingan guru. Ruangan ini pun menyimpan kejutan serupa: senjata api, narkoba, hingga CD berisi konten yang diduga pornografi turut ditemukan di dalamnya.

Koleksi Senjata Beragam Jenis

Daftar barang bukti yang ditemukan cukup panjang. Ada empat laras panjang, dua laras pendek, peredam, dan tujuh magasin dari berbagai jenis. Amunisi dengan beragam kaliber juga turut disimpan di sana.

Selain itu, petugas menemukan beberapa unit airsoft gun berbentuk replika senjata terkenal seperti FN P90, AK-47, dan M4 Carbine. Taser gun, alat pembuat peluru, sampai buku panduan cara membuat peluru pun ada dalam temuan tersebut.

Hermawanto menambahkan, masih ada satu ruangan menyerupai bunker yang sampai sekarang belum berani dibuka pihak sekolah. Ruangan ini terkunci rapat, dan pihak sekolah lebih memilih menunggu bantuan aparat untuk membukanya demi menghindari risiko hukum di kemudian hari.

Pemilik Klaim Semua Berizin

Cerita berbeda datang dari Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, yang mengaku sebagai pemilik ratusan airsoft gun tersebut. Ia menegaskan seluruh senjata itu memiliki izin resmi.

Menurut Alhadid, senjata-senjata itu sudah tersimpan di lokasi sejak 2020 untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah. Kegiatan ini berjalan atas sepengetahuan banyak pihak, dengan seorang pembina berinisial S sebagai penanggung jawabnya.

Sayangnya, ekskul ini terhenti sejak sang pembina meninggal dunia pada 2022. Alhadid mengklaim seluruh airsoft gun yang disita polisi kini sudah tidak berfungsi lagi, dan penyimpanannya selama ini sudah sesuai prosedur karena tidak pernah memicu insiden apa pun.

Soal narkoba dan CD porno, Alhadid membantah kepemilikan barang-barang tersebut. Ia beralasan yayasan sudah berpindah kendali ke pembina lain berinisial N sejak April 2026, sehingga barang-barang itu bukan tanggung jawabnya.

Alhadid juga menyangkal kepemilikan senjata api yang ikut ditemukan di lokasi. Ia mengaku mengetahui identitas pemilik sah senjata api tersebut dan sudah mengklarifikasi hal ini langsung ke pihak kepolisian, lengkap dengan bukti perizinannya.

Polisi Masih Selidiki Kasus Ini

Polres Metro Jakarta Selatan memastikan sudah menerima laporan terkait temuan ini. Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, menjelaskan laporan resmi sudah dibuat sejak 15 Juli 2026 usai adanya laporan dari masyarakat soal keberadaan air gun dan senjata api di ruangan yayasan sekolah tersebut.

Kasus ini kini bergulir di tahap penyelidikan. Publik pun menanti kejelasan lebih lanjut, terutama soal isi ruangan mirip bunker yang sampai saat ini masih tersegel rapat.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi