Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Regulasi » Kubu Febrie Adriansyah Bantah Kepemilikan 38 Aset Senilai Rp846 Miliar

Kubu Febrie Adriansyah Bantah Kepemilikan 38 Aset Senilai Rp846 Miliar

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Kasus Febrie Adriansyah kembali memanas usai kuasa hukumnya membantah tuduhan kepemilikan 38 aset tanah dan bangunan senilai Rp846 miliar. Bantahan ini muncul tepat setelah Tim 9 Kejaksaan Agung resmi melimpahkan berkas perkara dan barang bukti ke tahap penuntutan.

Febri Diansyah, kuasa hukum Febrie, mengaku timnya belum bisa mengakses keseluruhan berkas perkara yang diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum. Meski begitu, dari dokumen yang sempat ia telusuri di Kejari Jaksel, ia memastikan daftar 38 aset tersebut tidak tercantum sebagai milik kliennya.

“Tadi kami coba lihat, apakah ada daftar aset 38 aset yang disebut Rp800-an miliar itu. Dari yang kami lihat, karena kami belum lihat semuanya, daftar 38 itu tidak kami temukan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/9).

Aset Sitaan Belum Tentu Milik Febrie Adriansyah, Ini Alasannya

Febri meminta publik tidak buru-buru mengaitkan seluruh aset sitaan dengan kliennya. Menurutnya, penyebutan “aset yang disita dalam perkara” perlu dipisahkan dari status kepemilikan, mengingat kasus ini menjerat beberapa tersangka sekaligus.

“Yang disebutkan oleh Kejaksaan adalah aset-aset yang disita tersebut ‘dalam perkara’. Nah, perkara ini kan ada beberapa orang tersangkanya,” tuturnya.

Ia pun mendesak agar setiap aset diperiksa satu per satu, mulai dari dokumen kepemilikan hingga pihak yang benar-benar menguasainya. Febri juga mengingatkan hak pihak ketiga yang dirugikan untuk mengajukan keberatan sesuai jalur hukum yang berlaku.

“Jangan sampai karena indikasi-indikasi, dugaan-dugaan, atau asumsi-asumsi, kemudian aset pihak lain justru disita dan tidak ada hubungannya,” jelasnya.

Kejanggalan Waktu Dugaan TPPU jadi Sorotan Tim Kuasa Hukum

Selain soal aset, Febri turut mempersoalkan konstruksi waktu atau tempus delicti dalam dugaan TPPU yang menjerat Febrie Adriansyah. Berdasarkan berkas Tim 9, dugaan pencucian uang justru tercatat terjadi sebelum peristiwa pemerasan dalam penanganan perkara PT Jiwasraya-Asabri, padahal kasus itu merupakan tindak pidana asalnya.

“Dari dua berkas perkara itu, kami menemukan sesuatu yang tidak sinkron. Tindak pidana asalnya disebut 2020 sampai 2025, tetapi TPPU-nya mundur dua tahun ke belakang,” ungkap Febri.

Ia menilai konstruksi semacam ini janggal secara logika hukum. Sebab, dugaan pencucian uang semestinya muncul setelah tindak pidana asal menghasilkan harta kekayaan, bukan sebaliknya.

Kuasa hukum lainnya, M Farizi, menambahkan satu temuan penting. Salah satu aset sitaan berupa tanah dan bangunan di kawasan Parongpong, Bandung, ternyata sudah dimiliki Febrie sejak 2013. Aset ini bahkan sudah tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) jauh sebelum tempus dugaan TPPU dan pemerasan berlangsung.

“Persoalannya adalah tanah itu dibeli pada tahun 2013, jauh sebelum ada tindak pidana ini,” kata Farizi.

Latar Belakang Kasus dan Langkah Hukum Febrie Adriansyah

Kejaksaan Agung menetapkan eks Jampidsus ini sebagai tersangka pemerasan dan TPPU terkait temuan emas 74 kilogram serta uang tunai Rp543 miliar di rumah kawasan Sentul. Belakangan, Kejagung juga menjerat dua tersangka baru, yakni pihak swasta Nurman Herin dan pengacara Don Ritto, atas dugaan keterlibatan dalam TPPU bersama Febrie.

Ketua Tim 9 sekaligus Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Rudi Margono, menyebut dugaan TPPU ini dilakukan Febrie selama menjabat sebagai pejabat struktural di Kejaksaan. Sementara dugaan pemerasan berkaitan dengan penanganan perkara Jiwasraya-Asabri, yang disebut melibatkan pengusaha properti Tan Kian.

Di tengah proses hukum ini, Febrie sempat dua kali mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sayangnya, Hakim Tunggal Praperadilan menolak keduanya, sehingga proses penyidikan dan penuntutan terus berjalan hingga kini.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eks Bank Indonesia

    Istana Undang Eks Bank Indonesia, Bahas Formula Tangkal Krisis Finansial Global

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat mengamankan stabilitas moneter dalam negeri dengan mengumpulkan para pakar ekonomi senior. Melalui forum diskusi strategis di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (22/5/2026), kepala negara menggali rekam jejak para tokoh dan pejabat eks Bank Indonesia. Kehadiran mantan otoritas moneter tersebut bertujuan untuk memetakan mitigasi risiko terhadap potensi gejolak pasar keuangan […]

  • Indonesia vs Australia: Jadwal Semifinal Piala AFF U19 2026, Garuda Muda Bidik Tiket Final

    Indonesia vs Australia: Jadwal Semifinal Piala AFF U19 2026, Garuda Muda Bidik Tiket Final

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Indonesia vs Australia menjadi laga yang paling dinantikan pada babak semifinal Piala AFF U19 2026. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, pada Kamis (11/6/2026) pukul 20.15 WIB. Timnas Indonesia U19 datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil sempurna sepanjang fase grup. Namun, Australia U19 bukan lawan yang bisa dianggap […]

  • Dugaan Korupsi PT Djarum KPK Geledah Kantor Kudus

    Dugaan Korupsi PT Djarum KPK Geledah Kantor Kudus

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Kebaruan. KPK menggeledah kantor pusat PT Djarum dan Kantor Bea Cukai Kudus pada Rabu (28/10/2026). Langkah ini menambah daftar perkara hukum yang menyangkut perusahaan rokok asal Kudus tersebut. Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah mengusut dugaan korupsi pengurangan pajak PT Djarum untuk periode 2016–2020. Kedua lembaga belum mengumumkan tersangka dalam perkara yang berkaitan dengan perusahaan itu. […]

  • Sengatan Alam di Medan Tempur: Analisis Insiden Pasukan Israel Diserang Kawanan Lebah di Gaza

    Sengatan Alam di Medan Tempur: Analisis Insiden Pasukan Israel Diserang Kawanan Lebah di Gaza

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kabar terbaru dari zona konflik Gaza per 17 April 2026 melaporkan sebuah insiden non-militer yang cukup fatal. Kawanan lebah liar menyerang unit infanteri Israel saat mereka sedang melakukan operasi darat di wilayah Gaza Selatan. Laporan medis dari Pusat Medis Sheba mengonfirmasi bahwa setidaknya 12 tentara harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan helikopter setelah menderita […]

  • Solusi Pemerintahan Membantu Rakyat yang Susah: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan

    Solusi Pemerintahan Membantu Rakyat yang Susah: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Solusi pemerintahan membantu rakyat yang susah selalu jadi topik hangat di setiap masa kepemimpinan. Kesenjangan ekonomi, harga kebutuhan pokok yang naik, dan akses layanan dasar yang terbatas masih membebani banyak keluarga. Pemerintah punya berbagai instrumen kebijakan untuk meringankan beban tersebut, mulai dari bantuan langsung hingga reformasi struktural. Artikel ini merangkum beberapa opsi kebijakan yang […]

  • Mengkonsumsi Mie Instan Baiknya Berapa Kali Seminggu? Ini Kata Ahli Gizi

    Mengkonsumsi Mie Instan Baiknya Berapa Kali Seminggu? Ini Kata Ahli Gizi

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Mengkonsumsi mie instan memang praktis dan menggoda, apalagi buat kamu yang sering kejar deadline atau malas ribet masak. Tapi pertanyaan yang sering muncul, sebenarnya boleh makan mie instan berapa kali dalam seminggu supaya tetap aman buat tubuh? Ternyata jawabannya bukan sekadar “boleh atau tidak”, tapi lebih ke soal frekuensi dan cara kamu mengonsumsinya. Ahli […]

expand_less