Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Regulasi » Yusril Buka Suara soal Usulan MUI: Hukuman Mati Koruptor Bukan Solusi Tunggal

Yusril Buka Suara soal Usulan MUI: Hukuman Mati Koruptor Bukan Solusi Tunggal

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Majelis Ulama Indonesia mendesak pemerintah untuk menerapkan hukuman mati bagi koruptor. Wacana ini kembali mencuat ke publik. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, langsung memberi tanggapan. Ia menjelaskan posisi hukuman mati dalam sistem pidana nasional saat ini.

Yusril menegaskan, pidana mati bukan instrumen yang bisa dijatuhkan sembarangan. Hukuman ini berstatus ultimum remedium. Artinya, hakim baru memakainya sebagai pilihan paling akhir, setelah seluruh pertimbangan hukum ditempuh. Jaksa penuntut umum pun harus lebih dulu mengajukan tuntutan itu ke pengadilan.

Hakim Wajib Timbang Fakta Persidangan Lebih Dulu

Yusril menerangkan, hakim harus memastikan dakwaan terbukti sah dulu. Fakta-fakta persidangan menjadi dasar penilaian itu. Setelah terbukti, hakim baru menentukan hukuman yang adil dan sepadan. Ia mempertimbangkan perbuatan terdakwa serta dampaknya bagi korban dan negara.

Putusan hakim mesti berlandaskan prinsip keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, kata Yusril. Emosi sesaat tidak boleh memengaruhi vonis. Ia mengutip semangat Surat Al-Maidah ayat 8. Ayat itu mengajarkan agar kebencian terhadap suatu kelompok tidak membuat seseorang bertindak tidak adil.

Jejak Yusril dalam Revisi UU Tipikor

Yusril pernah menjabat Menteri Kehakiman. Ia berperan langsung dalam mengubah Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Revisi ini memperluas cakupan delik korupsi. Ketentuan baru soal gratifikasi, suap kepada penyelenggara negara, dan pemerasan oleh pejabat publik pun masuk ke dalamnya.

Ancaman pidana mati bagi koruptor tetap bertahan dalam revisi itu, meski hanya berlaku pada kondisi tertentu. Pasal 2 UU Tipikor menyebutkan sejumlah keadaan pemicu ancaman tersebut: negara dalam kondisi bahaya, bencana alam nasional, pengulangan tindak pidana, dan krisis ekonomi-moneter. KUHP Nasional yang baru mengadopsi prinsip serupa.

Yusril menegaskan, hakim tidak wajib mengikuti tuntutan pidana mati dari jaksa. Hakim tetap menimbang seluruh keadaan sebelum memutuskan. Hukuman penjara seumur hidup pun masih menjadi opsi terbuka baginya.

Akar Masalah Korupsi Dinilai Bukan di Regulasi

Wakil Ketua Umum MUI mendorong penerapan hukuman mati bagi koruptor. Yusril melihat persoalan ini dari sudut pandang berbeda. Berat-ringannya ancaman pidana bukan faktor utama penentu keberhasilan pemberantasan korupsi, menurutnya.

Indonesia sebenarnya sudah memiliki perangkat hukum dan kelembagaan lengkap. Ancaman pidana mati tercantum dalam UU Tipikor. Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK menjalankan fungsi penegakan hukum. Pengadilan Tipikor berdiri di tiap provinsi, dan hakim ad hoc bertugas di Mahkamah Agung. Korupsi tetap merajalela. Bahkan aparat penegak hukum sendiri, mulai polisi, jaksa, hakim, hingga pejabat setingkat menteri, ikut terjerat.

Etika keagamaan berlandaskan tauhid justru menjadi hal yang selama ini luput, kata Yusril. Ia mempertanyakan mengapa ritual keagamaan terus meningkat, sementara perilaku moral masyarakat belum ikut membaik.

Sikap MUI: Perampasan Aset dan Hukuman Mati Berjalan Beriringan

MUI tetap mendorong pemerintah dan DPR menerapkan hukuman mati bagi pelaku korupsi. Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, menyebut kejahatan korupsi di Indonesia sudah masuk kategori darurat. Publik luas pun menyoroti persoalan ini.

Penegakan hukum semestinya mempertimbangkan rasa keadilan yang berkembang di masyarakat, kata Cholil. Banyaknya penangkapan koruptor bukan bukti keberhasilan pemberantasan korupsi. Fenomena itu justru menandakan efek jera yang belum tercapai.

Cholil menanggapi perdebatan publik soal eksekusi mati versus pemiskinan koruptor. Kedua langkah itu semestinya berjalan beriringan, tegasnya. Negara wajib merampas aset untuk mengembalikan kekayaan rakyat yang dicuri koruptor. Hukuman mati baru berlaku ketika dampak kejahatan sudah bersifat sistemik dan mengancam keberlangsungan negara.

Pemerintah dan MUI sepakat: korupsi sudah berada pada taraf mengkhawatirkan. Solusi paling tepat untuk mengatasinya masih menjadi perdebatan terbuka.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengintip Gaji Sopir Bus Singapura: Angka Fantastis dan Rencana Kenaikan di 2027

    Mengintip Gaji Sopir Bus Singapura: Angka Fantastis dan Rencana Kenaikan di 2027

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Gaji sopir bus Singapura saat ini menempati posisi yang sangat kompetitif di kawasan Asia Tenggara. Profesi ini menawarkan pendapatan bulanan yang cukup menjanjikan bagi para pengemudinya. Terdapat empat operator utama yang mengelola jaringan transportasi publik di sana, yakni SBS Transit, SMRT Buses, Go-Ahead Singapore, serta Tower Transit Singapore. Setiap perusahaan tentu menerapkan struktur penggajian […]

  • Lamaran Dramatis di Puncak Empire State: Aksi Nekat Berujung Penangkapan

    Lamaran Dramatis di Puncak Empire State: Aksi Nekat Berujung Penangkapan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Sebuah pasangan viral karena memilih lokasi tidak biasa saat menyatakan cinta. Mereka nekat menggelar lamaran di puncak antena Empire State Building, New York, pada ketinggian 457 meter. Pasangan tersebut bernama Angela Nikolau (33) dan Ivan Beerkus (32). Mereka tampak mengenakan pakaian serba hitam serta penutup wajah saat beraksi di ketinggian. Sekitar pukul 12 siang, […]

  • Panduan Lengkap Jadwal, Dokumen, dan Cara Cek Hasil UTBK-SNBT 2026

    Panduan Lengkap Jadwal, Dokumen, dan Cara Cek Hasil UTBK-SNBT 2026

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Ketelitian dalam memantau jadwal adalah kunci utama agar Anda tidak gugur sebelum bertanding. Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah menetapkan rangkaian proses yang cukup panjang. Gimana cek hasil UTBK-SNBT 2026? Berikut adalah perincian tanggal penting yang harus Anda simpan: Registrasi Akun Siswa: 12 Januari – 7 April 2026. Pendaftaran & Pembayaran: 25 […]

  • India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Pilih Uji Nyali Lawan Brasil

    India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Pilih Uji Nyali Lawan Brasil

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Kejutan datang dari kubu Timnas India menjelang gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. All India Football Federation (AIFF) resmi menyatakan tidak dapat mengikuti turnamen tersebut. Keputusan ini sudah disampaikan kepada FIFA, dan alasannya cukup mengejutkan: India memilih fokus menghadapi Brasil dalam laga persahabatan di periode FIFA Matchday yang sama. Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri dijadwalkan […]

  • Nusron Wahid Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi HGB di Kementerian ATR/BPN

    Nusron Wahid Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi HGB di Kementerian ATR/BPN

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Kebaruan. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait dugaan korupsi yang membelit kementeriannya. Kasus ini kini tengah ditelusuri Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyeret sejumlah nama dari lingkungan internal ATR/BPN. Nusron menegaskan pihaknya menghormati langkah hukum yang diambil KPK dalam mengusut dugaan praktik mafia tanah terkait penerbitan […]

  • Terikat Janji Episode 47

    Sinopsis Terikat Janji Episode 47: Ketegangan Sena dan Dipa di Makan Siang

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Penonton setia Terikat Janji Episode 47 tentu sudah tidak sabar menantikan kelanjutan kisah Sena yang diperankan oleh Arya Saloka. Dalam alur Terikat Janji Episode 47 malam ini, Sena memenuhi undangan makan siang di rumah Davina sesuai rencana Papa Novan. Kehadiran Sena di Terikat Janji memicu interaksi panas antara dirinya dengan Dipa yang menaruh curiga […]

expand_less