Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Umum » MPLS 2026: Kemendikdasmen Larang Alumni Terlibat dan Tegaskan Tidak Ada Perpeloncoan

MPLS 2026: Kemendikdasmen Larang Alumni Terlibat dan Tegaskan Tidak Ada Perpeloncoan

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Tahun ajaran baru sebentar lagi dimulai. Dan untuk para siswa baru, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS menjadi momen pertama yang paling menentukan kesan mereka terhadap sekolah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kali ini tidak main-main. Ada aturan tegas yang wajib dipatuhi setiap sekolah dalam pelaksanaan MPLS 2026 — dan dua larangan paling krusialnya langsung menyita perhatian publik.

Pertama: alumni tidak boleh dilibatkan dalam kegiatan MPLS. Kedua: perpeloncoan dalam bentuk apapun dilarang keras.

Dasar Hukumnya Jelas: Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026

Larangan ini bukan sekadar imbauan lisan. Kemendikdasmen menuangkannya secara resmi dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa MPLS harus menjadi momen yang membangun — bukan menakut-nakuti.

“MPLS adalah momen penting untuk membangun budaya sekolah aman dan nyaman sejak hari pertama sekolah,” ujar Suharti.

Kalimat itu singkat. Tapi bobotnya besar. Karena selama bertahun-tahun, MPLS justru identik dengan hal-hal yang berkebalikan: senioritas, tugas tidak masuk akal, dan tekanan dari alumni yang datang tanpa kendali resmi.

Kenapa Alumni Dilarang? Ini Alasannya

Bagi sebagian orang, pelibatan alumni dalam MPLS terasa wajar — bahkan terkesan mempererat hubungan antar generasi. Tapi faktanya, keterlibatan alumni tanpa pengawasan ketat sering menjadi celah masuknya praktik perpeloncoan.

Alumni tidak berada dalam struktur resmi sekolah. Mereka tidak terikat aturan kepegawaian, tidak memiliki tanggung jawab pedagogis, dan tidak mudah ditindak jika melanggar batas.

Kemendikdasmen melihat celah ini dan menutupnya lewat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Sekolah kini tidak punya ruang untuk berdalih — aturannya tertulis, dan pelanggarannya berarti melabrak regulasi resmi kementerian.

Kegiatan Tanpa Nilai Edukatif Juga Kena Larangan

Selain soal alumni, Kemendikdasmen juga mempertegas larangan terhadap kegiatan yang tidak memiliki nilai edukatif dan tidak relevan dengan tujuan pendidikan.

Ini penting. Karena selama ini banyak “tradisi” MPLS yang bertahan bukan karena manfaatnya — tapi karena tidak ada yang berani menghapusnya.

Mulai dari tugas membawa barang aneh, atribut tidak masuk akal, hingga yel-yel yang lebih berfungsi sebagai sarana mempermalukan daripada memperkenalkan lingkungan sekolah. Semua itu kini secara eksplisit tidak boleh ada.

Yang boleh ada di MPLS 2026 hanya kegiatan yang punya tujuan jelas: membantu siswa baru mengenal lingkungan, memahami budaya sekolah, dan merasa aman sejak hari pertama.

Dampaknya untuk Siswa Baru dan Orang Tua

Bagi para siswa baru — baik yang masuk SD, SMP, maupun SMA — aturan ini membawa kabar baik.

MPLS seharusnya menjadi pengalaman menyenangkan, bukan trauma pertama di sekolah baru. Dengan regulasi yang lebih ketat, peluang terjadinya tekanan psikologis atau fisik selama masa orientasi seharusnya jauh berkurang.

Bagi orang tua, ini juga menjadi sinyal positif. Mereka tidak perlu lagi was-was melepas anak di hari pertama sekolah dengan pikiran: apa yang akan terjadi di sana?

Kemendikdasmen memberi jaminan regulatif. Tinggal bagaimana sekolah menjalankannya dengan konsisten.

Tanggung Jawab Sekolah Makin Besar

Dengan aturan seketat ini, tanggung jawab pelaksanaan MPLS sepenuhnya kembali ke tangan sekolah — khususnya guru dan tenaga kependidikan yang ditunjuk sebagai panitia resmi.

Tidak ada lagi ruang untuk “menitipkan” acara kepada OSIS senior atau alumni tanpa koordinasi resmi. Setiap sesi kegiatan harus terencana, terdokumentasi, dan bisa dipertanggungjawabkan secara edukatif.

Ini memang menambah beban kerja panitia MPLS. Tapi justru di sanalah letak pentingnya — karena pengalaman pertama siswa di sekolah baru akan sangat menentukan bagaimana mereka memandang pendidikan ke depannya.

MPLS Bukan Ajang Senioritas — Ini Saatnya Budaya Berubah

Sudah terlalu lama MPLS menjadi arena di mana senioritas diekspresikan dengan cara yang salah. Siswa baru datang bukan untuk diuji mentalnya — tapi untuk dikenalkan pada komunitas baru yang harusnya terasa menyambut.

Kemendikdasmen melalui Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 mengambil sikap tegas. Dan ini langkah yang sudah lama ditunggu banyak pihak — mulai dari orang tua, pegiat pendidikan, hingga para siswa itu sendiri.

MPLS 2026 punya kesempatan menjadi titik balik nyata. Tinggal satu pertanyaan yang tersisa: apakah sekolah-sekolah di seluruh Indonesia siap menjalankannya dengan sungguh-sungguh?

Pantau terus informasi seputar kebijakan pendidikan terbaru, aturan MPLS 2026, dan perkembangan dunia pendidikan dasar dan menengah Indonesia hanya di sini.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rivalitas Baru V League: Megawati Hangestri Pertiwi Gabung Hyundai Hillstate

    Rivalitas Baru V League: Megawati Hangestri Pertiwi Gabung Hyundai Hillstate

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Peta persaingan kompetisi voli kasta tertinggi Korea Selatan langsung bergejolak menjelang bergulirnya musim baru 2026/2027. Keputusan strategis Megawati Hangestri Pertiwi untuk berlabuh ke Suwon Hyundai E&C Hillstate menjadi sumbu utama yang memanaskan tensi liga. Kabar transfer ini memicu gelombang reaksi dari berbagai pihak, termasuk mantan rekan duet mautnya di Daejeon JungKwanJang Red Sparks, Vanja […]

  • Bocoran Terikat Janji Episode 63: Identitas Asli Sena Akhirnya Terbongkar di Depan Novan

    Bocoran Terikat Janji Episode 63: Identitas Asli Sena Akhirnya Terbongkar di Depan Novan

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Jalan cerita Terikat Janji episode 63 membawa tensi emosional yang semakin tinggi bagi para penonton setia. Kebohongan yang selama ini disembunyikan oleh Sena akhirnya runtuh total setelah bukti nyata beredar luas di dunia maya. Foto Sena saat sedang menjajakan ketoprak viral, menghancurkan citra pengusaha properti kaya yang ia bangun di mata keluarga Davina. Novan […]

  • Sudaryono Ungkap Penyebab Utama Keracunan MBG Selama 50 Hari Menjabat

    Sudaryono Ungkap Penyebab Utama Keracunan MBG Selama 50 Hari Menjabat

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Kebaruan. Sudaryono buka suara soal deretan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis sejak dirinya menjabat Kepala Badan Gizi Nasional. Ia menggantikan Nanik S Deyang di posisi tersebut. Sudaryono mengakui kasus gangguan kesehatan akibat MBG terjadi sangat banyak selama 50 hari masa kepemimpinannya. Pengakuan ini ia sampaikan langsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Menurut […]

  • Sindiran “Negara Dungu” Rocky Gerung, Cek Dulu Faktanya di Sini

    Sindiran “Negara Dungu” Rocky Gerung, Cek Dulu Faktanya di Sini

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Media sosial kembali diramaikan unggahan tajam Rocky Gerung. Kali ini, sasarannya soal keuntungan penggilingan padi yang ia klaim mencapai Rp2 triliun sebulan. Ia menyebut pemerintah “dungu” karena dianggap gagal memanfaatkan peluang bisnis ini demi melunasi utang negara. Isi Lengkap Unggahan Viral Rocky menulis narasi bernada sindiran keras lewat akun Instagram rockygerung menulis. Angka fantastis […]

  • IHSG Melesat 3,5%: Sentimen Positif Damai AS-Iran Dorong Reli Saham

    IHSG Melesat 3,5%: Sentimen Positif Damai AS-Iran Dorong Reli Saham

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Awal pekan ini, IHSG melesat 3,5% lebih ke level 6.221,44 pada perdagangan Senin (15/6/2026) pukul 09.10 WIB. Pergerakan ini menunjukkan kelanjutan reli penguatan yang sudah terjadi sejak pekan lalu. Investor merespons positif kabar damai antara Amerika Serikat dan Iran yang kini meredakan ketegangan global. Data IDX Mobile menunjukkan sebanyak 548 saham menguat, sementara hanya […]

  • Bolehkah Solat Tahajud Dikerjakan Tanpa Tidur Dulu?

    Bolehkah Solat Tahajud Dikerjakan Tanpa Tidur Dulu?

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Banyak orang bertanya soal ini. Susah tidur, kerja shift malam, atau ingin beribadah lebih dulu sebelum istirahat — semua alasan itu membuat pertanyaan “sah nggak sih Solat Tahajud tanpa tidur dulu?” terus muncul. Jawabannya tidak sesederhana “boleh” atau “tidak boleh”. Ulama punya pendapat yang berbeda-beda soal ini, dan kita perlu memahami duduk perkaranya satu per […]

expand_less