Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Regulasi » Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo dan Kapolri, Mantan Komisaris Pelni Tanya Kapan Mundur dari Kasus Febrie

Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo dan Kapolri, Mantan Komisaris Pelni Tanya Kapan Mundur dari Kasus Febrie

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 119
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Langkah tak terduga dari Hotman Paris Hutapea langsung memancing respons publik. Pengacara kondang itu meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri atas pernyataannya dalam konferensi pers terkait kasus eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Permintaan maaf itu langsung memantik respons keras dari mantan Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto.

“Partai Gerindra sudah ultimatum. Istana sudah bantah keras. Hotman Paris tetiba minta maaf hari ini… besok-besok minta mundur?” tulis Dede di akun X pribadinya, Selasa (21/7).

Blunder yang Mahal — Menyeret Nama Presiden ke Konferensi Pers

Akar masalah ini bermula dari jumpa pers Hotman di Kejaksaan Agung RI pada Jumat (17/7/2026) malam.

Saat itu Hotman Paris menyebut Febrie sebagai “kebanggaan Presiden Prabowo” yang dikriminalisasi tanpa “pamit” kepada Presiden. Hotman Paris bahkan secara langsung menyindir Kapolri dengan mempertanyakan apakah proses penyidikan sudah mendapat izin dari Presiden.

“Bayangin, orang kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi, bahkan tanpa pamit sama Presiden. Benar-benar, saya melihat kurang penghormatan terhadap Presiden Prabowo,” kata Hotman Paris saat itu.

Pernyataan itu langsung memantik respons keras dari Partai Gerindra dan Istana Kepresidenan yang membantah klaim tersebut secara tegas.

Dede Budhyarto: Ini Bom Waktu, Bukan Senjata

Dede tidak berhenti pada pertanyaan soal mundur. Ia mengurai analisis lebih tajam tentang apa yang salah dari strategi Hotman.

Menurutnya, kasus yang sudah menjadi konsumsi publik punya “hukum sosial” yang lebih berat dari ancaman pidana. Reputasi dan kredibilitas bisa hancur jauh lebih cepat dari proses hukum yang memakan waktu bertahun-tahun.

“Ini pelajaran buat lawyer mahal: di era medsos, narasi ‘kedekatan kekuasaan’ bukan senjata, tapi bom waktu,” tandasnya.

Dede menilai Hotman melakukan blunder fatal dengan menggeser fokus dari bukti hukum ke narasi politik — dan di era media sosial, narasi seperti itu cepat berbalik menjadi bumerang.

Argumen Hotman — Apa yang Ia Coba Bangun?

Terlepas dari kontroversinya, argumen Hotman saat konferensi pers sebenarnya punya substansi yang coba ia angkat.

Hotman menyoroti pencapaian Febrie saat memimpin Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) — yang berhasil mengembalikan aset senilai Rp300 triliun serta memulihkan kerugian negara Rp130 triliun dalam satu tahun.

Hotman juga mempertanyakan prosedur kepolisian yang langsung menetapkan Febrie sebagai tersangka tanpa pemeriksaan sebagai saksi lebih dulu.

“Hei, kenapa enggak nanya Pak Prabowo dulu sebelum melakukan ini terhadap tangan kanan dari yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo?” ujarnya.

Argumen prosedural itu sebenarnya valid secara hukum — dan sudah menjadi perdebatan di kalangan ahli hukum pidana. Tapi cara menyampaikannya yang menyeret nama presiden justru membayangi substansi hukum yang ingin Hotman angkat.

Tiga Poin yang Membuat Kasus Ini Makin Kompleks

1. Gerindra Angkat Bicara

Partai Gerindra — partai Presiden Prabowo — sudah memberikan ultimatum terkait pernyataan Hotman. Ini bukan sinyal kecil. Ketika partai penguasa bergerak merespons seorang pengacara, tekanan politiknya sangat nyata.

2. Istana Bantah Keras

Pihak Istana tidak membiarkan narasi “kebanggaan Presiden” itu mengendap tanpa tanggapan. Bantahan keras dari Istana membuat posisi Hotman semakin sulit dipertahankan.

3. Hotman Minta Maaf — Tapi Belum Menyebut Mundur

Permintaan maaf itu penting karena membuktikan bahwa narasi yang Hotman bangun tidak berjalan sesuai rencana. Tapi Hotman belum menyebut mundur dari kasus Febrie — dan itulah yang menjadi pertanyaan besar Dede Budhyarto.

Apa Artinya Ini bagi Proses Hukum Febrie?

Posisi Hotman Paris yang melemah secara politis tidak otomatis mempengaruhi proses hukum Febrie. Kasus tetap berjalan di jalurnya.

Tapi strategi pembelaan yang sudah keluar jalur di babak awal jelas merugikan terdakwa. Publik kini lebih fokus pada drama Hotman daripada pada substansi kasus Febrie itu sendiri.

Bagi Febrie, ini bukan situasi yang menguntungkan. Pengacara yang harusnya membangun narasi hukum yang kuat justru sibuk meminta maaf kepada Presiden dan petinggi aparat.

Apakah Hotman akan mundur? Sampai hari ini belum ada pernyataan resmi. Tapi tekanan dari berbagai arah — Gerindra, Istana, dan opini publik — sudah sangat kuat.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunung Agung Bali: Panduan Lengkap Pendakian, Rute, Budget, dan Rekomendasi Penginapan Terbaik 2026

    Gunung Agung Bali: Panduan Lengkap Pendakian, Rute, Budget, dan Rekomendasi Penginapan Terbaik 2026

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Gunung Agung bukan sekadar gunung tertinggi di Bali. Bagi masyarakat Bali, gunung ini adalah pusat spiritual — tempat para dewa bersemayam, tempat arah rumah dan pura ditentukan, dan tempat yang membentuk identitas budaya Pulau Dewata selama berabad-abad. Berdiri setinggi 3.031 meter di atas permukaan laut, Gunung Agung menawarkan pengalaman pendakian yang tidak bisa kamu […]

  • Polda Jabar Izinkan Warga Lawan Begal, Asal Pelaku Tak Sampai Tewas

    Polda Jabar Izinkan Warga Lawan Begal, Asal Pelaku Tak Sampai Tewas

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Polda Jabar resmi memberi izin bagi masyarakat untuk melawan pelaku begal saat menjadi korban. Izin ini bukan tanpa batas—ada satu syarat tegas yang wajib dipatuhi warga. Batasan yang Wajib Diperhatikan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menegaskan warga boleh melakukan perlawanan asal tidak sampai menghilangkan nyawa pelaku. Pernyataan ini merujuk pada instruksi langsung […]

  • Mengapa Job Fair Pemprov DKI Jakarta Sepi? Simak Analisis Gubernur Pramono Anung

    Mengapa Job Fair Pemprov DKI Jakarta Sepi? Simak Analisis Gubernur Pramono Anung

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Fenomena sepinya antusiasme masyarakat saat mengunjungi Job Fair yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belakangan ini menarik perhatian publik. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan pandangan pribadinya terkait kondisi tersebut. Ia menilai tren penurunan jumlah pelamar bukan semata karena kurangnya minat, melainkan indikasi positif bahwa semakin banyak warga Jakarta yang sudah mendapatkan pekerjaan. […]

  • Formulasi Baru Program Makan Gratis yang Kaji Oleh Badan Gizi Nasional

    Formulasi Baru Program Makan Gratis yang Kaji Oleh Badan Gizi Nasional

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Langkah pengetatan kriteria penerima manfaat ini menjadi babak baru bagi keberlanjutan anggaran negara. Pengurangan alokasi dana secara masif harus segera terjadi agar beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak semakin membengkak. Badan Gizi Nasional: Struktur pembiayaan yang membengkak berisiko mengganggu stabilitas fiskal jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan korektif yang berani. Menakar Kesiapan […]

  • Kemenag Gelar Sidang Isbat Idul Adha 2026 Besok: Simak Posisi Hilal dan 4 Titik Pantau di Jawa Barat

    Kemenag Gelar Sidang Isbat Idul Adha 2026 Besok: Simak Posisi Hilal dan 4 Titik Pantau di Jawa Barat

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Umat Muslim di seluruh penjuru Tanah Air mulai mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Hari Raya Kurban yang penuh berkah. Pemerintah melalui Kementerian Agama RI mengumumkan bahwa mereka akan menggelar agenda sidang isbat Idul Adha pada Minggu, 17 Mei 2026. Pertemuan krusial ini mengambil tempat di Auditorium H. M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan M. […]

  • Menu Klik Kanan Windows 11 Akhirnya Dirombak, Ini Perubahannya

    Menu Klik Kanan Windows 11 Akhirnya Dirombak, Ini Perubahannya

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Selama bertahun-tahun, pengguna Windows 11 mengeluhkan satu hal kecil yang ternyata cukup mengganggu: menu klik kanan yang terasa lambat dan berantakan. Microsoft akhirnya mendengar keluhan itu. Raksasa teknologi ini resmi mengumumkan perombakan besar-besaran untuk fitur context menu, baik di File Explorer maupun area desktop. Insinyur Microsoft, Michael Novak, langsung mengonfirmasi masalah ini lewat pernyataan […]

expand_less