Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sudaryono Ungkap Penyebab Utama Keracunan MBG Selama 50 Hari Menjabat

Sudaryono Ungkap Penyebab Utama Keracunan MBG Selama 50 Hari Menjabat

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Sudaryono buka suara soal deretan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis sejak dirinya menjabat Kepala Badan Gizi Nasional. Ia menggantikan Nanik S Deyang di posisi tersebut. Sudaryono mengakui kasus gangguan kesehatan akibat MBG terjadi sangat banyak selama 50 hari masa kepemimpinannya. Pengakuan ini ia sampaikan langsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurut Sudaryono, penyebab utamanya sudah jelas: kerusakan bahan makanan. Lauk dan sayur jadi dua komponen paling rentan busuk sebelum sempat diolah. Berikut penjelasan lengkap soal akar masalah ini, sekaligus langkah perbaikan yang sudah BGN lakukan.

Protein Hewani Jadi Sumber Masalah Terbesar

Sudaryono menjelaskan, lauk dalam menu MBG memang didominasi protein hewani. Ayam, telur, ikan, dan daging jadi bahan utama yang paling sering diolah dapur SPPG setiap hari. Bahan-bahan ini pula yang paling gampang rusak kalau penanganannya tidak tepat sejak awal.

Ia menegaskan pentingnya setiap dapur menentukan bahan baku secara benar sejak proses pembelian. Menurutnya, teknik memasak sebaik apa pun tidak akan menyelamatkan hasil akhir kalau bahan bakunya sudah busuk duluan. Logikanya sederhana: bahan rusak menghasilkan makanan yang tetap berbahaya, apa pun cara pengolahannya.

BGN Bangun Sistem Marketplace Bahan Baku

Sudaryono mengungkap solusi konkret yang sedang BGN garap. Lembaganya kini menerapkan sistem absensi penerimaan barang di setiap dapur SPPG. Selain itu, BGN tengah membangun semacam marketplace khusus untuk bahan baku protein hewani.

Tujuan marketplace ini jelas: memastikan kualitas bahan baku benar-benar sesuai standar, dengan harga yang wajar tanpa mark up. Sudaryono menyoroti praktik curang yang sering terjadi, di mana dapur memesan bahan kualitas A tapi yang datang justru kualitas D. Sistem baru ini diharapkan menutup celah kecurangan semacam itu.

Dapur Bermasalah Sudah Ditutup dan Pekerja Dicopot

Sudaryono mengeklaim BGN sudah menutup dapur-dapur yang bekerja tidak sesuai prosedur. Pekerja dan kepala dapur yang terbukti tidak kompeten pun sudah dicopot dari posisinya. Langkah tegas ini terus berlanjut seiring proses evaluasi menyeluruh yang masih berjalan.

BGN sudah memeriksa hampir setengah dari total dapur SPPG di seluruh Indonesia. Sekitar 13.000 sampai 14.000 dapur dinyatakan memenuhi standar operasional. Sisanya, hampir separuh dari total dapur, masih dalam proses pemeriksaan lanjutan.

Sanksi Bertingkat bagi Dapur yang Tidak Memenuhi Syarat

BGN menerapkan sistem sanksi bertahap bagi dapur bermasalah. Dapur yang tidak memenuhi syarat langsung kena suspend sementara. Kalau dapur tersebut tidak kunjung memperbaiki diri setelah masa suspend, BGN akan menutupnya secara permanen.

Pendekatan bertahap ini memberi kesempatan perbaikan, tapi tetap tegas bagi dapur yang terus melanggar standar keamanan pangan. Sudaryono menegaskan proses evaluasi dan penindakan ini akan terus berjalan, bukan cuma respons sesaat setelah kasus viral.

Kenapa Pengakuan Ini Penting bagi Publik

Keterbukaan Sudaryono soal akar masalah keracunan MBG jadi langkah maju dibanding sekadar menutupi masalah. Publik jadi tahu persis di mana letak kelemahan sistem selama ini, mulai dari kualitas bahan baku sampai lemahnya pengawasan di tingkat dapur. Informasi ini penting bagi orang tua siswa yang ingin memantau perkembangan perbaikan program MBG ke depannya.

Bagi keluarga yang anaknya menerima manfaat MBG, tetap penting mengawasi kondisi makanan yang diterima anak setiap hari. Laporkan segera ke pihak sekolah atau SPPG setempat kalau menemukan tanda-tanda makanan tidak layak konsumsi, sebelum berujung pada kasus keracunan yang lebih luas.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjualan Tiket Laga Timnas Resmi Dibuka, Cek Harga di GBK dan Si Jalak Harupat

    Penjualan Tiket Laga Timnas Resmi Dibuka, Cek Harga di GBK dan Si Jalak Harupat

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Kebaruan. Penjualan tiket untuk rangkaian laga timnas Indonesia dan negara-negara Asia lainnya sudah bergulir. Dua stadion jadi tuan rumah: Gelora Bung Karno di Jakarta dan Si Jalak Harupat di Bandung. Supporter kini bisa mulai menyiapkan budget sebelum kursi favorit ludes terjual. Harga Tiket di Si Jalak Harupat, Bandung Stadion Si Jalak Harupat menawarkan dua kategori […]

  • Tumbuhan Hutan yang Layak Dikonsumsi, Ini Daftar dan Cara Amannya

    Tumbuhan Hutan yang Layak Dikonsumsi, Ini Daftar dan Cara Amannya

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Ternyata, jumlah tumbuhan hutan yang aman kamu santap jauh lebih banyak dari perkiraan banyak orang. Sejak dulu, masyarakat adat di berbagai daerah Indonesia mengandalkan sayur liar ini sebagai sumber pangan utama. Saya sendiri, misalnya, baru tahu soal kalakai setelah teman dari Kalimantan Tengah membawakan oleh-oleh keripiknya. Rasanya gurih dan renyah, jauh dari bayangan saya […]

  • Waktu Paling Tepat Melakukan pemeriksaan kesehatan Tubuh Maksimal

    Waktu Paling Tepat Melakukan pemeriksaan kesehatan Tubuh Maksimal

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Anda sebaiknya memandang pemeriksaan kesehatan rutin sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas hidup di masa depan. Banyak orang sering mengabaikan deteksi dini karena merasa tubuh mereka baik-baik saja tanpa keluhan berarti. Padahal, melakukan pemeriksaan secara berkala membantu Anda menemukan potensi masalah kesehatan sebelum kondisinya memburuk. Kami menyarankan Anda menjadwalkan kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan […]

  • Hasil Dewa United vs Persib Bandung: Comeback Dramatis Thom Haye dan Andrew Jung Selamatkan Maung Bandung

    Hasil Dewa United vs Persib Bandung: Comeback Dramatis Thom Haye dan Andrew Jung Selamatkan Maung Bandung

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Dewa United vs Persib Bandung nyaris menelan pil pahit saat bertamu ke markas Dewa United sore tadi. Pertandingan yang penuh tensi tinggi ini berakhir dengan skor imbang 2-2, sebuah hasil yang terasa seperti kemenangan bagi Maung Bandung mengingat jalannya laga yang sangat sulit. Jalannya Laga: Dominasi yang Berujung Petaka Pasukan Bojan Hodak sebenarnya tampil […]

  • Pajak Kendaraan Termahal di Indonesia: Mobil dan Motor Apa Saja?

    Pajak Kendaraan Termahal di Indonesia: Mobil dan Motor Apa Saja?

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Kebaruan. Rolls-Royce Phantom Extended Wheelbase memegang gelar pajak kendaraan termahal di Indonesia, dengan perkiraan hingga Rp300 juta per tahun. Angka itu lebih besar dari harga satu mobil kelas menengah. Namun, tidak ada peringkat resmi dari Samsat. Daftar yang beredar berupa estimasi. Mobil dengan pajak termahal Tabel berikut memuat delapan mobil yang paling sering disebut. Angkanya […]

  • penjaga-berkuda-istana-negara Play Button

    Penjaga Berkuda di Istana Negara: Siapa Pasukan Berkuda Paspampres?

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Kebaruan. Penjaga berkuda yang tampak mengawal tamu negara menuju Istana adalah pasukan berkuda dari Batalyon Kavaleri Pasukan Pengamanan Presiden. Mereka tampil menonjol pada Minggu, 11 Oktober 2026, saat Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menuju Istana Merdeka. Komandan Paspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha memeriksa kesiapan pasukan jajar kehormatan dan pasukan berkuda dari Batalyon Kavaleri Paspampres. […]

expand_less