Ombudsman Selidiki Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Ini Temuannya
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Sekitar 100 meter dari kantin Lapas Cibinong, sebuah pagar kayu menutup kompleks hunian yang tampak janggal. Ombudsman RI menyidak lapas itu pada Rabu (23/9/2026) setelah menerima laporan masyarakat. Hasilnya, Ombudsman menduga ada komersialisasi di balik “klaster mewah” tersebut dan meminta pemeriksaan menyeluruh.
Apa yang Ombudsman temukan di Cibinong
Petugas lapas awalnya mengaku area itu kompleks rumah dinas kepala lapas. Namun, tim Ombudsman menemukan jajaran hunian berkonsep klaster dengan gaya arsitektur beragam. Kamar-kamarnya berisi televisi, sofa, AC, dan kulkas dan juga minuman keras.
Selain itu, tim melihat dua mobil mewah, simulator golf yang masih dibangun, gym, dan kolam. Garasi di tiap unit menyimpan kendaraan seperti Toyota Alphard dan Fortuner. Sementara itu, tim juga menemukan botol miras kosong di tempat pembuangan sampah. Kesaksian Anggota Ombudsman Temukan ‘Klaster Mewah’ di Lapas Cibinong.
Dugaan komersialisasi dan pungli
Anggota Ombudsman, Syafrida R. Rasahan, menyebut temuan ini mengarah ke praktik bisnis. Seorang narapidana mengaku membayar untuk menempati rumah di klaster itu, meski tidak menyebut nominalnya. Klaster tersebut terdiri atas sekitar 10 rumah. SuaraSuara
Di samping itu, Ombudsmn menemukan indikasi pungutan liar terhadap keluarga narapidana yang berkunjung. Ombudsman masih menelusuri siapa yang menerima uang sewa dan siapa yang memungut. Suara
Penghuni klaster belum jelas
Siapa sebenarnya yang tinggal di sana? Ombudsmn belum bisa memastikan. Anggota Ombudsman, Fikri Yasin, menyatakan nama-nama besar narapidana korupsi tidak muncul di klaster belakang itu. Ia menambahkan bahwa tim tidak bisa masuk ke sebagian area, sehingga tidak dapat memastikan penggunaannya.
Situasi di lokasi pun tidak kondusif. Petugas Ombudsman sempat dihadang saat hendak sidak. Lalu satu penghuni mengaku warga binaan, sedangkan penghuni lain kabur ketika tim datang. Karena itu, Ombudsmn juga menduga ada malaadministrasi karena blok tahanan tidak terisi narapidana sebagaimana mestinya. Ombudsman Duga Ada Komersialisasi ‘Klaster Mewah’ Lapas Cibinong.
Bantahan dari Ditjenpas
Di sisi lain, Ditjenpas memberi versi berbeda. Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno, menyebut bangunan itu rumah dinas pejabat lapas. Kepala Pengamanan Lapas Cibinong, I Gusti Bagus, mengaku menempati salah satunya. Yudi menegaskan bahwa pendalaman masih berjalan.
Ombudsmn menanggapi dengan mendorong cross-check. Lembaga itu menyambut baik sikap Menko Yusril Ihza yang mempersilakan media melihat langsung ke lapas.
Rekomendasi Ombudsman
Berdasarkan temuan itu, Ombudsmn mengajukan beberapa rekomendasi:
- Kementerian Imipas mengevaluasi temuan secara menyeluruh.
- Warga binaan di luar blok reguler kembali ke area tahanan biasa.
- Pihak berwenang membongkar bangunan tertentu di belakang lapas.
- Kemenimipas menindak petugas terkait dan mengevaluasi Kepala Lapas Cibinong.
- Lapas membangun pagar tinggi untuk menutup celah akses.
Sejauh ini, semua temuan masih berstatus dugaan. Ombudsman menyatakan akan menyelidiki lebih dalam, dan hasil pemeriksaan akan menentukan apakah klaster itu benar-benar fasilitas khusus atau sekadar rumah dinas.
- Penulis: Firmansyah
