Adab Membuang Abu Rokok, Jangan Sampai Piring Makan Jadi Korban
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Sepiring nasi habis, tapi yang tersisa bukan cuma remah makanan. Belakangan ini, unggahan soal mangkuk atau piring bekas makan yang jadi asbak dadakan ramai menuai kecaman di media sosial. Fenomena membuang abu rokok sembarangan ke wadah makan ini ternyata bukan cuma soal jorok. Kebiasaan ini menyangkut adab yang selama ini banyak diabaikan.
Salah satu unggahan viral datang dari akun X @bmgyuubear. Pemilik akun menemukan mangkuk penuh abu dan puntung rokok di meja sebelah tempatnya makan. Padahal, asbak sudah tersedia di lokasi tersebut. “Jorok anj*r, orang-orang akalnya nggak ada,” tulisnya. Unggahan ini memicu ribuan respons warganet yang ikut geram.
Bukan Cuma Jorok, Tapi Juga Soal Kesehatan
Reaksi keras warganet ternyata punya dasar ilmiah yang kuat. Residu zat kimia dari rokok bisa menempel di permukaan keras seperti keramik mangkuk atau piring dalam jangka waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Fenomena ini dikenal dengan istilah third-hand smoker, paparan zat berbahaya dari sisa asap rokok yang menempel di benda-benda sekitar.
Residu ini tidak hilang begitu saja meski wadah sudah dicuci dengan cara biasa. Pemilik warung butuh penanganan khusus untuk menghilangkannya. Mereka bisa memakai sabun cuci piring dicampur air panas, atau bahan alami seperti cuka putih, baking soda, dan perasan jeruk nipis untuk menghilangkan bau serta bekas nikotin yang menempel.
Merugikan Pemilik Warung Makan
Dampak kebiasaan ini tidak berhenti di urusan bau dan residu. Pemilik warung makan turut menanggung kerugian nyata. Bara rokok bisa melelehkan piring atau mangkuk berbahan plastik. Wadah yang rusak ini otomatis tidak bisa dipakai lagi untuk pelanggan berikutnya.
Beban kerja pegawai warung pun bertambah. Mereka harus membersihkan wadah makan dengan ekstra keras agar sisa abu dan bau rokok benar-benar hilang sebelum digunakan kembali. Pelanggan lain juga berisiko merasa jijik jika mendapati piring bekas terkena abu rokok, meski sudah dicuci berulang kali.
Etika Merokok yang Sering Terlupakan
Diskusi soal adab membuang abu rokok ini kemudian melebar ke pembahasan etika merokok secara umum. Sejumlah warganet menuliskan daftar hal yang seharusnya dipahami perokok. Beberapa di antaranya: jangan merokok dekat anak-anak, jangan merokok sambil berkendara, dan minta izin dulu sebelum menyalakan rokok di tempat ramai.
Solusi sederhana sebenarnya tersedia. Perokok bisa bertanya langsung ke pelayan warung soal ketersediaan asbak sebelum menyalakan rokok. Kalau memang tidak tersedia, mereka bisa memakai alternatif seperti kemasan bekas atau wadah lain yang aman, asalkan bukan piring atau mangkuk bekas makanan.
Bukan Perkara Sepele
Sebagian orang mungkin menganggap ini persoalan kecil. Namun, dampaknya menyentuh banyak pihak sekaligus, mulai dari kenyamanan pelanggan lain, kesehatan akibat residu zat kimia, sampai kerugian ekonomi pemilik usaha kuliner. Adab membuang abu rokok yang benar sebenarnya sederhana: gunakan asbak yang sudah disediakan, atau tanyakan dulu kalau memang belum ada.
- Penulis: Firmansyah
