Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Rocky Gerung Masuk Jajaran
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Istana Negara kembali jadi saksi pelantikan besar. Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 26 Anggota Wantimpres, Jumat (2/10/2026). Namun, satu nama paling menyita perhatian publik: Rocky Gerung. Akademisi dan aktivis yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah ini kini resmi duduk sebagai salah satu penasihat Presiden.
Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Prosesi diawali lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan pembacaan keppres. Setelah itu, Prabowo memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan seluruh anggota Wantimpres.
Pratikno Jadi Ketua, Hatta Rajasa Wakilnya
Susunan pimpinan Wantimpres diisi wajah-wajah lama di pemerintahan. Pratikno, mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) sekaligus mantan Menteri Sekretaris Negara dua periode, mendapat kepercayaan menjabat Ketua Wantimpres. Sementara itu, Hatta Rajasa, eks Menko Perekonomian 2019-2024, menempati posisi Wakil Ketua. Di posisi Sekretaris, Prabowo menunjuk mantan Kepala Badan Komunikasi Presiden (Bakom), Muhammad Qodari.
Daftar Lengkap 26 Anggota Wantimpres
Berikut susunan lengkap Wantimpres yang dilantik Prabowo hari ini:
- Pratikno (Ketua)
- Hatta Rajasa (Wakil Ketua)
- Muhammad Qodari (Sekretaris)
- Shinta Nuriyah Wahid
- Muhammad Quraish Shihab
- Agum Gumelar
- Budi Gunawan
- Chairul Tanjung
- Salim Segaf Aljufri
- K.H. Anwar Iskandar
- K.H. Said Aqil Siradj
- K.H. Yahya Cholil Staquf
- Philip Kuncoro Wijaya
- Budi Tanuwibowo
- Ida Bagus Purwalaksana
- Soekarwo
- Jusuf Hamka
- Dato’ Sri Tahir
- Jusuf Wanandi
- Margarito Kamis
- Rocky Gerung
- Mohamad Hatta
- Bambang Soesatyo
- Anwar Usman
- Ignatius Jonan
- Jacky Manuputty
Beragam Latar Belakang, dari Agama hingga Pengusaha
Menariknya, komposisi Wantimpres ini mencerminkan keberagaman Indonesia. Selain tokoh politik dan birokrat, susunan ini diisi perwakilan lintas agama. Quraish Shihab mewakili kalangan Islam, sementara Said Aqil Siradj dan Yahya Cholil Staquf datang dari lingkungan Nahdlatul Ulama. Selain itu, Philip Kuncoro Wijaya mewakili komunitas Buddha, Budi Tanuwibowo mewakili Khonghucu, dan Jacky Manuputty mewakili Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia.
Dari kalangan pengusaha, hadir nama Chairul Tanjung, Jusuf Hamka, dan Dato’ Sri Tahir. Sementara itu, dari jajaran eks pejabat negara, tercatat ada empat mantan Menteri Koordinator: Pratikno, Hatta Rajasa, Budi Gunawan, dan Chairul Tanjung sendiri.
Siapa Rocky Gerung?
Rocky Gerung lahir pada 20 Januari 1959. Sejak lama, publik mengenalnya sebagai akademisi, filsuf, dan pembicara aktif isu-isu politik. Selain itu, Rocky juga merupakan salah satu pendiri Setara Institute pada 2005, lembaga yang selama ini aktif mengawal isu demokrasi dan HAM.
Di dunia politik, Rocky pernah ikut mendirikan Partai Indonesia Baru (PIB) pada 2002 bersama Sjahrir dan Nurmala Kartini Sjahrir. Kemudian, pada 2011, ia bergabung dengan Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) dan menjabat anggota Majelis Pertimbangan Partai. Di luar politik dan akademik, Rocky sempat mengetuai Sekolah Ilmu Sosial (SIS), lembaga pendidikan nonformal lintas disiplin. Ia juga menjabat Wakil Ketua Bidang Panjat Tebing Alam dan Rekreasi di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) periode 2023-2027.
Fungsi Wantimpres bagi Presiden
Wantimpres berkedudukan langsung di bawah Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden. Tugas utamanya memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan pelantikan hari ini, Prabowo mencatat sejarah: inilah kali pertama ia melantik jajaran lengkap Wantimpres sejak memimpin pemerintahan.
Lebih jauh lagi, masuknya figur seperti Rocky Gerung yang selama ini dikenal kritis membawa makna tersendiri. Publik menilai langkah Prabowo ini sebagai sinyal keterbukaan terhadap kritik dan perbedaan pandangan di lingkaran penasihat kepresidenan. Namun, dinamika kerja sama 26 tokoh lintas latar belakang ini ke depan tentu masih harus dibuktikan lewat kontribusi nyata mereka dalam memberi masukan kebijakan kepada Presiden.
- Penulis: Firmansyah
