Sakit Mata Jangan Dikucek, Ini Bahayanya Menurut Dokter
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Saat sakit mata, godaan untuk mengucek pakai tangan memang sulit ditahan. Padahal, kebiasaan ini justru bisa memperparah kondisi mata yang sedang bermasalah, bahkan berisiko menularkannya ke orang lain di sekitar Anda.
Dokter spesialis mata dari KMN EyeCare, Kevin, menjelaskan bahwa mengucek mata sebenarnya punya manfaat tertentu, asal dilakukan sesekali dan dengan cara yang benar. Aktivitas ini bisa merangsang keluarnya air mata sehingga mata tidak mudah kering, serta merangsang saraf vagus yang memicu rasa relaks. Namun, ceritanya berbeda total saat mata sedang sakit atau terinfeksi.
Kenapa Mengucek Mata Sakit Itu Berbahaya?
Tangan menjadi perantara utama perpindahan kuman ke area mata. Saat Anda mengucek mata yang sedang sakit, mikroorganisme dari tangan bisa masuk dan memperparah infeksi yang sudah ada, seperti konjungtivitis (mata merah) atau keratitis (peradangan kornea).
Dokter spesialis mata asal Surabaya, Sutjipto, dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, menegaskan konjungtivitis bakterial dan virus tergolong penyakit menular. “Penularan terjadi karena kontak dengan orang yang sakit. Misalnya mengucek mata, kemudian bersalaman atau berpegangan dengan orang lain,” jelasnya.
Selain risiko infeksi, mengucek mata dengan kuat juga bisa meningkatkan tekanan intraokular (tekanan di dalam mata) dan, bila dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, berpotensi melemahkan kornea.
Mata Sakit Ternyata Bukan Satu Jenis
Istilah “sakit mata” sebenarnya mencakup beberapa kondisi berbeda. Konjungtivitis viral menyumbang sekitar 75 persen dari seluruh kasus konjungtivitis akibat infeksi, menurut data global, sementara konjungtivitis bakterial menempati posisi kedua.
Gejala keduanya cukup mirip, mulai dari mata merah, berair, gatal, hingga keluar kotoran. Sayangnya, tidak ada satu pun tanda tunggal yang bisa membedakan konjungtivitis viral dari bakterial secara pasti tanpa pemeriksaan dokter.
Cara Aman Meredakan Mata Gatal Tanpa Dikucek
Alih-alih mengucek, Anda bisa mencoba beberapa alternatif berikut untuk meredakan gatal pada mata yang sakit:
- Kompres dingin dengan kain bersih yang sudah dibasahi air dingin
- Gunakan air mata buatan (artificial tears) untuk melembapkan mata
- Tetes mata antihistamin, khusus untuk konjungtivitis alergi
- Cuci tangan secara rutin, terutama sebelum dan sesudah menyentuh area wajah
Jangan Sembarangan Beli Obat Tetes Mata Sendiri
Sutjipto mengingatkan, jenis obat untuk sakit mata sebaiknya dikonsultasikan dulu ke dokter, bukan dibeli sembarangan. “Kandungan steroid dalam obat tetes mata yang digunakan tidak sebagaimana mestinya dan dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan peningkatan tekanan bola mata dan kerusakan saraf mata (glaukoma),” tegasnya.
Pengobatan konjungtivitis memang bergantung pada penyebabnya. Infeksi bakteri biasanya ditangani dengan antibiotik tetes mata, sementara konjungtivitis alergi memerlukan obat antihistamin.
Kapan Harus Segera ke Dokter Mata?
Beberapa tanda bahaya (red flags) mengharuskan Anda segera mencari penanganan dokter spesialis mata, bukan sekadar menunggu sembuh sendiri:
- Penglihatan menurun tiba-tiba
- Nyeri mata yang hebat
- Fotofobia atau silau berlebihan
- Ada riwayat trauma atau terkena bahan kimia
- Sekret atau kotoran mata keluar sangat banyak dan tiba-tiba
- Kondisi tidak membaik dalam 1-2 minggu meski sudah diobati
Sakit Mata Menular Lewat Tangan, Bukan Tatapan
Banyak orang masih percaya mitos sakit mata bisa menular lewat tatapan mata. Faktanya, penularan konjungtivitis terjadi lewat kontak fisik, terutama tangan yang menyentuh mata orang sakit, lalu menyentuh mata sendiri atau orang lain.
Karena itu, selama sakit mata berlangsung, hindari mengucek mata dengan tangan, rajin cuci tangan, dan hindari berbagi barang pribadi seperti handuk atau sapu tangan dengan orang lain di rumah. Langkah sederhana ini jauh lebih efektif mencegah penularan dibanding sekadar menahan diri untuk tidak bertatapan langsung.
- Penulis: Firmansyah
