Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Benarkah AI Menyerap Air? Ini Fakta Konsumsi Air Pusat Data

Benarkah AI Menyerap Air? Ini Fakta Konsumsi Air Pusat Data

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Jawabannya benar, tetapi tidak langsung. AI menyerap air lewat pusat data yang menjalankannya, bukan lewat aplikasinya. Server AI menghasilkan panas besar, dan banyak fasilitas mendinginkannya dengan air yang sebagian menguap. Angkanya jauh lebih kecil per pertanyaan daripada klaim viral, tetapi menumpuk besar di tingkat pusat data.

Berapa air yang terpakai setiap kali Anda bertanya ke AI

Google mengestimasi satu prompt teks Gemini (nilai tengah) memakai 0,26 mililiter air, setara sekitar lima tetes. Angka itu berasal dari data Mei 2025 dan mencakup air pendingin di lokasi pusat data. Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman menyebut rata-rata satu permintaan ChatGPT memakai sekitar 0,000085 galon, kira-kira sepertiga mililiter.

Google menurunkan angka itu dari energi per prompt dan rata-rata efisiensi air pusat data tahun sebelumnya. Jadi, angka ini perhitungan, bukan hasil meteran per pertanyaan. Selain itu, nilai tengah menyembunyikan beban berat. Tugas penalaran panjang dan pembuatan gambar jauh lebih boros. Satu analisis menaksir satu gambar AI standar memakai sekitar 28,6 mililiter.

Dari mana klaim “satu botol air per email” berasal

Klaim itu bermula dari estimasi 2024 untuk email 100 kata dari GPT-4: sekitar 519 mililiter. Angka itu menjumlahkan air pendingin di pusat data dan air yang terpakai di pembangkit listrik. Peneliti di balik angka itu, Shaolei Ren dari UC Riverside, kini merevisi estimasinya menjadi sekitar 15 mililiter untuk satu prompt model sekelas GPT-4. Sekitar 5 mililiter di antaranya terpakai di lokasi pusat data. Perbedaan hasil lahir dari cara menghitung. Apa yang masuk hitungan menentukan angkanya.

Pusat data memakai air untuk apa

Air mengalir di sistem pendingin, menyerap panas server, lalu dibawa ke menara pendingin. Di sana sebagian menguap, sehingga operator harus terus menambah air baru. Karena penguapan itu, para peneliti membedakan penarikan air (diambil lalu kembali) dari konsumsi air (hilang ke udara).

Namun, tidak semua pusat data memakai air dengan cara itu. Google menyatakan pusat data barunya di wilayah kekurangan air memakai pendingin udara. Microsoft menggambarkan desain AI generasi barunya dengan pendinginan tertutup yang tidak menguap.

Skala yang membuat para peneliti khawatir

Per pertanyaan kecil, tetapi totalnya besar. Pusat data di Amerika Serikat diperkirakan memakai sekitar 66 miliar liter air langsung pada 2023, menurut Lawrence Berkeley National Laboratory. Forum Ekonomi Dunia menyebut satu pusat data 1 megawatt bisa menghabiskan hingga 25,5 juta liter air per tahun hanya untuk pendinginan. Angka itu batas atas, bukan rata-rata semua fasilitas.

Para ahli juga menekankan perbandingan. Konsumsi air pusat data secara keseluruhan masih jauh lebih kecil daripada pertanian dan manufaktur. Risiko terbesarnya bersifat lokal, yaitu saat satu fasilitas besar berdiri di wilayah yang air tawarnya terbatas.

Dampaknya di Indonesia: sorotan ke Batam

Batam menjadi contoh paling terlihat. Investasi pusat data di sana menembus lebih dari Rp120 triliun lewat sembilan proyek hingga pertengahan 2026. Sedikitnya 16 pusat data tengah dibangun, dan volume Waduk Nongsa sempat menurun pada Agustus 2026. Pada September, BP Batam menyebut pusat data akan diwajibkan memakai fasilitas penyulingan air laut (SWRO) agar tidak sepenuhnya bertumpu pada air tawar.

Meski begitu, hubungan sebab-akibatnya belum terbukti. Pengamat menilai krisis air di Batam muncul dari banyak faktor, termasuk pertumbuhan penduduk dan industri. Selain itu, belum ada lembaga resmi di Indonesia yang menerbitkan data konsumsi air pusat data secara agregat. Hingga data itu terbuka, perdebatan akan bertumpu pada perkiraan.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10-negara-penduduk-islam-terbanyak-di-dunia

    10 Negara dengan Penduduk Islam Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Satu

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Penduduk Islam di dunia terus bertambah dan kini menembus angka 2,15 miliar jiwa, setara 26,11% dari total populasi global. Data terbaru dari The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) lewat laporan The Muslim 500 edisi 2026 mengungkap negara mana saja yang jadi rumah bagi mayoritas umat Muslim dunia. Berikut urutan lengkapnya. 1. Indonesia Indonesia […]

  • wakil-presiden-gibran-terancam-diganti-alasan-mekanisme

    Masalah Apa yang Bikin Wakil Presiden Gibran Terancam Diganti? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Kebaruan. Desakan mengganti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bukan isu baru. Isu ini kembali ramai setelah sekelompok purnawirawan TNI resmi mengajukan usulan itu ke MPR. Alasan utamanya bukan soal kinerja. Persoalannya ada di sengketa hukum di balik pencalonan Gibran sebagai cawapres pada Pilpres 2024. Akar Masalah: Putusan MK yang Dipersoalkan Forum Purnawirawan Prajurit TNI mengusulkan […]

  • Pizza Hut Resmi Dijual

    Pizza Hut Resmi Dijual, Yum Brands Lepas Bisnis Global Senilai Rp 48 Triliun

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kabar mengejutkan datang dari industri kuliner dunia hari ini. Raksasa jaringan restoran cepat saji, Pizza Hut resmi dijual dengan nilai transaksi mencapai total US$2,7 miliar atau setara dengan Rp 48,19 triliun. Yum Brands selaku pemilik sebelumnya memutuskan untuk melepas seluruh kepemilikan bisnis restoran pizza legendaris ini kepada pihak baru. Keputusan Pizza Hut resmi dijual […]

  • harga minyak dunia

    Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kegagalan Negosiasi Damai AS-Iran

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pasar energi merespons negatif batalnya putaran kedua pembicaraan damai antara Washington dan Teheran. Hal ini menghapus harapan pelaku pasar akan pemulihan arus distribusi energi melalui Selat Hormuz dalam waktu dekat. Akibatnya, harga minyak dunia hari ini menunjukkan tren kenaikan yang cukup tajam pada perdagangan Senin pagi. Minyak Brent sebagai standar harga internasional melesat hampir […]

  • Persib Vs Bhayangkara Comeback Epik Maung Bandung di BRI Super League

    Persib Vs Bhayangkara Comeback Epik Maung Bandung di BRI Super League

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Hasil pertandingan Persib Vs Bhayangkara pada pekan ke-30 BRI Super League yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Kamis (30/4/2026) malam WIB, menyajikan kejutan luar biasa bagi para penggemar sepak bola. Sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu pada babak pertama, skuad Persib Bandung berhasil bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 4-2. Kemenangan penting ini sukses membawa […]

  • Analisis PMK 28 Tahun 2026: Skema Restitusi Pajak Lebih Cepat bagi Wajib Pajak Patuh

    Analisis PMK 28 Tahun 2026: Skema Restitusi Pajak Lebih Cepat bagi Wajib Pajak Patuh

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Kebauran.com Pemerintah resmi mengubah regulasi pengembalian kelebihan pembayaran pajak melalui penerbitan PMK 28 Tahun 2026. Kebijakan ini membawa angin segar bagi para pelaku usaha karena skema restitusi pendahuluan kini berjalan jauh lebih cepat. Bagi pemilik bisnis atau pengelola keuangan, memahami aturan ini sangat krusial untuk menjaga kelancaran arus kas perusahaan. Aturan baru ini menggantikan ketentuan […]

expand_less