KM Virgo Keluarga Korban Minta Operasi Salvage Segera, Ini Kendala dan Jawaban Perusahaan
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Keluarga korban KM Virgo Transport 8 belum mendapat kepastian kapan perusahaan mengangkat bangkai kapal. Pada Rabu, 7 Oktober 2026, puluhan keluarga kembali bertemu perwakilan pemilik kapal di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Pertemuan itu sudah masuk mediasi keempat. Namun, perusahaan masih menjawab bahwa pelaksana salvage belum jelas.
Apa yang Diminta Keluarga Korban KM Virgo
Tuntutan utama keluarga hanya satu: angkat kapal. Selain itu, mereka meminta operasi SAR terus berjalan. Mereka juga menanyakan klaim asuransi lewat Jasa Raharja dan tali asih bagi korban tanpa ahli waris.
Alasannya sederhana, sebab keluarga yakin masih ada penumpang di dalam lambung kapal. Seorang kerabat korban asal Lampung Selatan menyebut ayahnya, kru musik di kapal itu, belum ketemu. Karena itu, ia meminta salvage segera berjalan supaya tim bisa menjangkau korban di kamar bawah yang tanpa jendela kaca.
Keluarga juga kecewa pada komunikasi perusahaan. Setelah lebih dari 21 hari menunggu, mereka menilai respons PT Virgo Karya Shipping lambat. Selain itu, berminggu-minggu bertahan di posko Pelabuhan Trisakti menggerus ekonomi keluarga.
Kendala Salvage KM Virgo Menurut Perusahaan
Kuasa hukum PT Virgo Karya Shipping, Rully Fachruri, menyebut dua hambatan. Pertama, peserta tender sebelumnya belum memenuhi ketentuan, sehingga perusahaan harus tender ulang untuk memilih pelaksana salvage. Kedua, pihak P&I (asuransi tanggung jawab kapal) mempertimbangkan perkembangan penyidikan sebelum salvage berjalan penuh.
Soal tenggat, keterangan perusahaan belum seragam. Pada 29 September, kuasa hukum menyebut perusahaan punya waktu maksimal 180 hari untuk mengangkat badan kapal. Sementara itu, laporan lain mencatat perusahaan sedang menyelesaikan proses asuransi dan menjanjikan pengangkatan bulan ini. Kedua pernyataan itu belum jelas hubungannya.
Posisi Basarnas dan Pemerintah
Basarnas mendorong salvage sejak akhir September. Lembaga itu mengusulkan pengangkatan karena kapal berada di kedalaman 29 meter, sehingga evakuasi akan lebih mudah.
Pada 3 Oktober, hari ke-21 operasi, Basarnas menghentikan penyelaman. Alasannya, kondisi jasad korban sudah tidak memungkinkan evakuasi lewat penyelaman. Selain itu, struktur dalam kapal makin labil dan membahayakan penyelam. Meski begitu, operasi SAR permukaan tetap jalan. Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan pencarian berlangsung bersamaan dengan proses salvage.
Di sisi lain, tanggung jawab mengangkat bangkai kapal ada pada agen atau pemilik kapal. KSOP Banjarmasin menyebut Menteri Perhubungan sudah menegur perusahaan.
Data Korban KM Virgo Transport 8 Terbaru
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya ke Banjarmasin. Kapal itu terbalik pada Minggu dini hari, 13 September 2026, di perairan Masalembo, Laut Jawa. Manifes mencatat 243 orang, yaitu 213 penumpang dan 30 awak.
Hingga Selasa, 6 Oktober 2026, tim SAR menemukan 190 orang. Dari jumlah itu, 108 orang selamat dan 82 orang meninggal. Sebanyak 53 orang masih hilang. Namun, angka ini terus berubah. Beberapa media, misalnya, menulis 55 orang hilang pada 3 Oktober.
Proses Hukum
Polairud Polri menetapkan nakhoda berinisial AY sebagai tersangka dan menahannya. Meski begitu, penyebab kecelakaan belum jelas. Status tersangka berarti penyidikan berjalan, bukan putusan pengadilan.
Sementara itu, keluarga tetap menunggu di Pelabuhan Trisakti. Pertanyaan yang tersisa: kapan perusahaan mengangkat kapal itu, dan siapa pelaksana salvage KM Virgo?
- Penulis: Firmansyah
