Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bara Api Bawah Tanah di Kalimantan: Kenapa Karhutla Sulit Padam

Bara Api Bawah Tanah di Kalimantan: Kenapa Karhutla Sulit Padam

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Bara api bawah tanah menjadi biang sulitnya memadamkan karhutla di Kalimantan. Permukaan lahan tampak aman, tetapi api masih menyala di dalam lapisan gambut. Juru bicara BNPB menyebut tim sudah memadamkan api di permukaan, tetapi di bawahnya belum. Fenomena ini kembali jadi sorotan setelah video relawan di Palangka Raya viral.

Lubang Api yang Terekam di Palangka Raya

Video itu diambil pada 12 Oktober 2026. Relawan memperlihatkan lubang api di bawah tanah yang ditemukan di Palangka Raya, dan bara masih menyala di gambut meski api permukaan padam. Dalam unggahannya, perekam menyebut kondisi itu sebagai kebakaran bawah tanah, bara api bawah tanah, atau lubang api. Tim gabungan lalu menyiramkan air ke celah tanah yang mengepulkan asap tebal untuk mencegah api menjalar ke permukiman.

Kenapa Bara Api Bawah Tanah Muncul?

Penyebabnya ada di sifat gambut. Peneliti utama BRIN, Dony Rachmanadi, menjelaskan gambut di Indonesia didominasi bahan berkayu atau lignin. Karena itu, saat kemarau panjang tiba, muncul “api mandiri” berupa bara di bawah permukaan yang terus membakar bahan bakar di sekitarnya. Bara itu bisa menyala lagi kapan saja jika mendapat oksigen.

Kerusakan lahan memperparah keadaan. Peneliti Unmul, Rustam, menilai kanalisasi gambut menurunkan muka air tanah sehingga gambut makin kering. Selain itu, api di gambut bisa merambat di bawah tanah dan sering tak terdeteksi dari luar.

Seberapa Dalam Gambut Terbakar?

Sebuah studi di jurnal Fire (MDPI) memberi gambaran. Menurut laporan Riaurealita, kebakaran gambut terdegradasi di Kalimantan Tengah pada 2019 menggerus tanah sedalam 21–24 cm dalam hampir sebulan. Angka itu berasal dari satu studi, jadi kedalaman di lapangan bisa berbeda.

Titik Temuan di Kalimantan

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Kalteng. Di Kalsel, Gubernur Muhidin melaporkan pemantauan thermal oleh kepolisian di Guntung Damar, Banjarbaru, masih mendeteksi api walau permukaan hanya berasap. Pemprov juga akan menguji penyuntikan campuran tertentu ke gambut. Sementara itu, BNPB menyebut kebakaran berat masih terjadi di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan, sedangkan Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi relatif membaik.

Ada pula kasus berbeda. Endapan batu bara yang menyala memicu kebakaran lahan di Tarakan, Kalimantan Utara, pada 24 Agustus 2026, dan jalan ditutup karena terancam amblas. Jadi, bara bawah tanah tidak selalu bersumber dari gambut.

Kenapa Sulit Dipadamkan?

Tim darat menghadapi medan berat. Dony menyebut pemadam berjalan di atas gambut yang tertutup tumpukan kayu dan butuh lebih dari dua jam untuk menemukan sumber air di area yang jauh dari kanal. Selain itu, petugas berisiko terperosok ke lubang api bawah tanah. Karena itu, BNPB mengutamakan pemadaman darat untuk lahan gambut. BRIN menilai pencegahan dini sebelum hotspot menjadi fire spot adalah metode paling efektif.

Status Siaga dan Ancaman ke Depan

Pemerintah daerah belum menurunkan kewaspadaan. Kalteng berstatus Siaga Darurat karhutla hingga 31 Oktober 2026, sedangkan Kalsel berstatus Siaga Darurat karhutla dan kekeringan sejak 6 Juli sampai 31 Oktober. Warga sebaiknya menjauhi lahan bekas terbakar yang masih berasap dan segera melapor ke posko karhutla bila menemukan titik asap baru.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi

Embed HTML not available.
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • penertiban-pedagang-hewan-kurban-jakarta-2026

    Satpol PP DKI Jakarta Tertibkan Pedagang Hewan Kurban di Trotoar Jelang Idul Adha 1447 H

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, praktik berjualan hewan kurban di atas trotoar mulai marak di berbagai titik ibu kota. Fenomena ini kerap memicu keluhan warga karena fasilitas umum yang seharusnya khusus untuk pejalan kaki kini beralih fungsi menjadi area dagang. Merespons kondisi tersebut, Satpol PP DKI Jakarta mulai mengambil langkah tegas guna memastikan […]

  • Wisata Banyumas 5 Hari untuk 2 Orang (2)

    Wisata Banyumas 5 Hari untuk 2 Orang: Rute, Tips, dan Estimasi Budget

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Merencanakan wisata Banyumas selama lima hari berdua memang butuh strategi. Apalagi kalau kamu ingin merasakan alam pegunungan Slamet sekaligus kulineran khas Banyumasan tanpa buru-buru. Saya menyusun itinerary ini berdasarkan pengamatan langsung terhadap destinasi populer di kawasan Baturraden dan Purwokerto. Data ini dipadukan dengan harga tiket dan transportasi terbaru. Harapannya, panduan wisata Banyumas ini bisa […]

  • Pemeriksaan kesehatan

    Waktu Paling Tepat Melakukan pemeriksaan kesehatan Tubuh Maksimal

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Anda sebaiknya memandang pemeriksaan kesehatan rutin sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas hidup di masa depan. Banyak orang sering mengabaikan deteksi dini karena merasa tubuh mereka baik-baik saja tanpa keluhan berarti. Padahal, melakukan pemeriksaan secara berkala membantu Anda menemukan potensi masalah kesehatan sebelum kondisinya memburuk. Kami menyarankan Anda menjadwalkan kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan […]

  • El Niño

    Waspada El Niño Berpotensi Kembali di Akhir Tahun 2026, Simak Penjelasan Para Pakar

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Fenomena El Niño kini kembali menjadi sorotan dunia karena potensi kemunculannya pada paruh kedua hingga akhir tahun 2026. Berbagai data observasi serta model iklim terbaru menunjukkan adanya perubahan kondisi laut yang signifikan di wilayah Samudra Pasifik. Profesor dari University of Maryland, R. Dwi Susanto, menegaskan bahwa indikator utama saat ini mengarah kuat pada pembentukan […]

  • Dampak Rupiah Anjlok: Harga Oli Motor Naik hingga 30 Persen, Biaya Servis Ikut Melambung

    Dampak Rupiah Anjlok: Harga Oli Motor Naik hingga 30 Persen, Biaya Servis Ikut Melambung

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi belakangan ini mulai memukul dompet para pemilik kendaraan roda dua secara langsung di tanah air. Salah satu dampak paling nyata dari volatilitas pasar mata uang ini terlihat pada lonjakan harga oli mesin yang mengalami kenaikan sangat signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah pengelola bengkel mengaku […]

  • Pratama-arhan-resmi-gabung-persija-jakarta (2)

    Pratama Arhan Resmi Gabung Persija, Perkuat Sisi Kiri Macan Kemayoran

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bursa transfer Liga 1 kembali menghadirkan kejutan besar. Persija Jakarta baru saja mengumumkan kedatangan Pratama Arhan, bek kiri andalan Timnas Indonesia, untuk mengarungi kompetisi BRI Super League musim 2026/2027. Kabar ini langsung menyita perhatian The Jakmania, apalagi mengingat rekam jejak Arhan yang cukup panjang di kancah internasional. Persija mengikat pemain kelahiran Blora tersebut dengan […]

expand_less