BBM di Bali Langka: Ini Penyebab dan Kapan Antrean Normal
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. BBM di Bali langka sejak awal Oktober 2026 karena kapal tanker terlambat dan konsumsi Pertalite melonjak. Dua faktor itu memicu antrean panjang di SPBU. Antrean terpantau sejak 8 Oktober 2026 di sejumlah SPBU. Pertamina sudah meminta maaf, dan Pemprov Bali menjanjikan pasokan segera pulih.
Kapal Tanker Terlambat Sandar
Penyebab pertama datang dari kapal pengangkut. Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan gangguan pada jangkar kapal membuat jadwal sandar yang direncanakan Senin (12/10) pukul 06.30 WITA mundur hingga pukul 22.00 WITA. Akibatnya, pasokan ke depo dan SPBU terlambat selama belasan jam.
Konsumsi Pertalite Naik
Faktor kedua datang dari sisi permintaan. Pertamina menyebut konsumsi Pertalite di Bali naik hingga rata-rata sekitar 2.200 kiloliter per hari. Simon menambahkan bahwa disparitas harga yang cukup jauh di pasaran mendorong warga lebih banyak memakai BBM bersubsidi. Namun, ia menegaskan bahwa kendala teknis dan lonjakan konsumsi tidak bisa jadi pembenaran atas kelangkaan.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas ESDM Bali Ida Bagus Setiawan menyebut keterbatasan kuota Pertalite dan Pertamax di sejumlah SPBU sebagai pemicu antrean.
Dampak di Lapangan
Warga merasakan dampaknya langsung. Antrean kendaraan mengular hingga 1 kilometer, dan kondisi ini terjadi di Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli. Di Badung, seorang perempuan warga Bongkasa pingsan di SPBU Latu, Abiansemal, setelah antre berjam-jam pada Selasa (13/10) pagi. Sementara itu, antrean sepeda motor di SPBU Pesanggaran dilaporkan mencapai sekitar 1,5 kilometer.
Langkah Pertamina dan Pemprov Bali
Pertamina menambah pasokan dan jam layanan. Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran BBM sebanyak 26.200 kiloliter lewat Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis. Selain itu, Pertamina menambah jam layanan dan armada distribusi. Jumlah mobil tangki naik dari 90 menjadi 105 unit. Polda Bali juga mengawal mobil tangki agar distribusi lancar.
Pertamina juga membuka SPBU 24 jam. Pertamina memperpanjang layanan 92 SPBU di Denpasar dan Badung menjadi 24 jam mulai Selasa (13/10) malam. Layanan itu meluas ke Gianyar dan Tabanan.
Kapan BBM di Bali Normal Lagi?
Gubernur Bali Wayan Koster memberi kepastian stok. Ia menyatakan ketersediaan Pertalite dan Pertamax aman hingga dua minggu ke depan. Menurut jadwal, pengiriman susulan Pertalite mencapai 25 juta liter pada 15, 16, dan 17 Oktober, sedangkan tambahan Pertamax 13 juta liter tiba pada 13 dan 17 Oktober.
Namun, pemulihan belum seketika. Hingga Rabu (14/10) pagi, antrean masih terlihat di sejumlah SPBU. Dinas ESDM memperkirakan pelayanan butuh satu hingga dua hari untuk kembali normal. Karena itu, Pertamina meminta warga tidak membeli BBM berlebihan atau panik.
- Penulis: Firmansyah
