Aktivis Greenpeace Turun dari Bundaran HI, Dibawa ke Klinik Polda
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Enam aktivis Greenpeace Indonesia akhirnya turun dari Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Polisi langsung membawa mereka ke Klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk mendapat perawatan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung memastikan tidak ada aktivis yang tertinggal di atas monumen. Ia menyebut perempuan pertama yang turun tampak sangat lemas, sehingga polisi menyiapkan enam ambulans.
Turun Satu per Satu, Pakai Helm dan Pelampung
Para aktivis memanjat patung sejak pagi dan membentangkan spanduk. Petugas lalu menurunkan spanduk itu secara bertahap. Hingga pukul 10.15 WIB, enam aktivis Greenpeace masih bertahan di atas monumen. Petugas bahkan masuk ke kolam di sekitar Bundaran HI untuk mendekat.
Setelah itu, mereka turun bergiliran dengan helm dan pelampung. Menurut Suara.com, petugas memberi handuk sebelum membawa mereka naik ambulans.
Reynold mengatakan seluruh proses evakuasi sudah selesai. Keenam orang itu, menurutnya, mendapat perawatan intensif.
Isi Spanduk Aktivis Greenpeace
Greenpeace membentangkan dua spanduk besar. Spanduk pertama bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dan menghadap Istana Merdeka di utara. Spanduk kedua berbunyi “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” dan menghadap ke selatan. Poster kuning di lokasi juga memuat pesan bahwa melindungi lingkungan berarti melindungi kualitas hidup.
Aksi ini bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, menyebut aksi damai itu sebagai cara menyuarakan dampak krisis iklim yang warga rasakan sehari-hari. Greenpeace juga memaparkan riset berjudul Besok Harga Naik!. Koran Jakarta mengaitkan aksi ini dengan kritik atas lambannya penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Polisi: Keselamatan Dulu, Proses Hukum Belum Jelas
Reynold belum memutuskan apakah polisi akan memproses hukum para aktivis. Ia menegaskan prioritas saat ini adalah keselamatan keenamnya. Sebelumnya, ia meminta para aktivis segera turun dan berjanji polisi serta TNI akan melindungi mereka.
Reynold juga mengimbau agar unjuk rasa tidak digelar di Bundaran HI. Alasannya, Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 271 Tahun 2024 menetapkan Bundaran HI sebagai struktur cagar budaya. Ia tetap mempersilakan warga menyampaikan pendapat di muka umum, asal tidak mengganggu ketertiban.
Respons Gubernur Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ikut meminta aktivis Greenpeace segera turun. Menurut Liputan6, ia menghormati aksi tersebut, tetapi mengingatkan soal ketertiban.
- Penulis: Firmansyah

