Kisah Nabi Ibrahim AS Dari Api Namrud hingga Ka’bah
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam (AS) adalah bapak para nabi sekaligus salah satu rasul Ulul Azmi. Allah menjuluki Nabi Ibrahim sebagai khalilullah, kekasih Allah (QS An-Nisa: 125). Karena itu, kisah Nabi Ibrahim melahirkan dua hal besar: ibadah kurban pada Idul Adha dan pembangunan Ka’bah di Makkah.
Nabi Ibrahim Mencari Tuhan
Ibrahim tumbuh di tengah kaum penyembah berhala. Bahkan, ayahnya, Azar, ikut menyembah patung (QS Al-An’am: 74). Namun, Ibrahim terus bertanya siapa yang pantas ia sembah. Pertama, ia melihat bintang. Kemudian ia melihat bulan, lalu matahari. Akan tetapi, ketiganya menghilang pada waktunya. Dengan demikian, Ibrahim menyimpulkan bahwa hanya Pencipta langit dan bumi yang layak ia sembah (QS Al-An’am: 76-79).
Berhala Hancur, Api Menjadi Dingin
Suatu hari, kaumnya pergi meninggalkan kota. Saat itu, Ibrahim menghancurkan semua berhala dan menyisakan yang terbesar. Sepulangnya, kaumnya menuduh Ibrahim. Namun, Ibrahim menyuruh mereka bertanya langsung kepada berhala itu (QS Al-Anbiya: 57-63). Mereka pun terdiam. Meski begitu, mereka tetap memutuskan membakar Ibrahim. Akhirnya, Allah memerintahkan api menjadi dingin dan menyelamatkan Ibrahim (QS Al-Anbiya: 69).
Riwayat tafsir menyebut penguasa yang menghukumnya bernama Namrud. Sementara itu, Al-Qur’an hanya menyebut sosok penguasa yang mendebat Ibrahim soal Tuhan (QS Al-Baqarah: 258).
Hajar dan Ismail di Lembah Gersang
Setelah itu, Ibrahim hijrah. Atas perintah Allah, ia menempatkan istrinya, Hajar, dan bayi mereka, Ismail, di lembah tandus dekat rumah suci (QS Ibrahim: 37). Sesudah itu, menurut riwayat hadis, Hajar berlari tujuh kali antara Shafa dan Marwah untuk mencari air. Kemudian Allah memancarkan sumur Zamzam di dekat kaki Ismail. Karena itu, jemaah haji dan umrah sampai sekarang mengulang lari kecil Hajar dalam ibadah sai.
Ujian Nabi Ibrahim: Menyembelih Ismail
Ketika Ismail beranjak remaja, Ibrahim bermimpi bahwa Allah memerintahkannya menyembelih sang putra. Lalu ia menyampaikan mimpi itu kepada Ismail. Ismail menjawab bahwa ayahnya sebaiknya menjalankan perintah Allah, dan ia berjanji bersabar (QS Ash-Shaffat: 102).
Saat keduanya pasrah, Allah memanggil Ibrahim dan menyatakan bahwa ia sudah membenarkan mimpi itu. Selanjutnya, Allah menebus Ismail dengan sembelihan besar (QS Ash-Shaffat: 103-107). Dari peristiwa inilah syariat kurban bermula.
Membangun Ka’bah
Selain itu, Ibrahim membangun Ka’bah. Bersama Ismail, ia meninggikan fondasi Baitullah sambil berdoa agar Allah menerima amal mereka (QS Al-Baqarah: 127). Pada akhirnya, Nabi Muhammad SAW meneruskan millah Ibrahim yang lurus.
- Penulis: Firmansyah
