Bisnis Franchise Minuman: 8 Brand dan Estimasi Modalnya
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Ingin memulai bisnis franchise minuman tetapi bingung memilih brand? Pilihannya luas, dari booth mikro seharga belasan juta rupiah sampai gerai besar bermodal ratusan juta. Brand yang paling sering disebut adalah Janji Jiwa, Es Teh Indonesia, Haus!, Mixue, dan Chatime. Besaran modalnya berbeda jauh, dan angka di internet pun tidak seragam.
Perkiraan modal tiap brand
| Brand | Jenis | Perkiraan modal | Catatan |
|---|---|---|---|
| Janji Jiwa | Kopi dan toast | Rp75-85 juta | Paket standar dan lengkap; belum termasuk sewa dan renovasi |
| Es Teh Indonesia | Es teh | Fee Rp120 juta; total Rp200-250 juta | Lisensi 4 tahun, total dengan booth atau ruko |
| Haus! | Teh, kopi, susu | Rp125-200 juta | Sumber lama menyebut bagi hasil 50:50 |
| Mixue | Es krim dan teh | Rp300 juta hingga lebih dari Rp700 juta | Rentang lebar antarsumber |
| Chatime | Bubble tea | Rp300-500 juta atau lebih | Sebagian sumber menyebut tidak dibuka untuk perorangan |
| Booth mikro | Es teh, minuman serbuk | Di bawah Rp1 juta sampai belasan juta | Merek lokal kecil, risiko berbeda |
Angka berasal dari blog bisnis 2023-2025. Cek harga terbaru di situs resmi tiap brand.
Mulai dari modal kecil: Janji Jiwa dan booth mikro
Janji Jiwa menawarkan paket standar sekitar Rp75 juta dan paket lengkap sekitar Rp85 juta. Isinya peralatan, seragam, media promosi, pelatihan, SOP, dan desain booth. Namun, biaya itu belum mencakup sewa tempat dan gaji karyawan, jadi modal nyata biasanya lebih besar. Beberapa sumber bahkan menyebut Rp150-400 juta untuk gerai fisik.
Untuk anggaran lebih ringan, Franchise Expo mencatat ada paket booth sederhana di bawah Rp1 juta hingga Rp5 juta. Brand kecil semacam ini mudah dimulai. Meski begitu, kekuatan mereknya belum seperti nama besar.
Kelas menengah: Es Teh Indonesia dan Haus!
Es Teh Indonesia memasang franchise fee Rp120 juta untuk lisensi empat tahun, termasuk fasilitas, bahan baku, dan promosi. Setelah menambah booth atau ruko, total modal mencapai Rp200-250 juta. Brand ini menyebut rata-rata omzet harian Rp4-5 juta dan balik modal enam bulan sampai satu tahun, tetapi itu klaim brand, bukan hasil audit.
Haus! berada di rentang Rp125-200 juta. Harganya naik dari sekitar Rp120 juta pada tahun-tahun awal. Paket biasanya mencakup renovasi, peralatan, kasir, dan bahan awal.
Kelas besar: Mixue dan Chatime
Mixue paling bervariasi. Satu sumber menulis Rp300-400 juta, sedangkan sumber lain menyebut Rp700 juta sampai Rp1,2 miliar. Mixue menang karena kesadaran merek dan harga jual rendah, sehingga volume transaksi bisa besar di lokasi strategis seperti dekat sekolah atau kampus. Chatime memerlukan modal di atas Rp300 juta, dan satu sumber menulis lisensinya dipegang pihak eksklusif, jadi cek ketersediaannya lebih dulu.
Biaya yang sering terlupa
Selain fee awal, siapkan royalti atau management fee, yang umumnya 5-10% dari omzet menurut Doku. Hitung juga sewa, gaji, listrik, dan stok bahan. Modal kerja untuk beberapa bulan pertama juga perlu masuk anggaran.
Cara memilih waralaba yang aman
Pertama, minta kontrak dan baca durasi lisensi. Kedua, cek apakah franchisor terdaftar secara resmi (STPW). Ketiga, kunjungi gerai mitra yang sudah berjalan dan tanyakan omzet riilnya. Keempat, bandingkan beberapa brand, karena klaim balik modal sering dilebihkan. Terakhir, pilih brand yang produknya Anda pahami.
- Penulis: Firmansyah
