Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pembunuhan Madiun Kronologi, Motif, dan Status Tersangka

Pembunuhan Madiun Kronologi, Motif, dan Status Tersangka

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Polda Jawa Timur menangkap DBM (40), pria yang polisi duga membunuh istri sirinya, DH (30), dan anak mereka, AG (4), di Kota Madiun. Polisi menangkapnya pada Minggu (25/10/2026). Kasus pembunuhan Madiun ini terbongkar bukan lewat laporan pembunuhan, melainkan dari laporan orang hilang yang keluarga korban sampaikan pada 5 Oktober 2026.

Fakta singkat kasus pembunuhan Madiun

Hal Keterangan polisi
Korban DH (30) dan anaknya, AG (4), asal Megamendung, Kabupaten Bogor
Tersangka DBM (40), suami siri DH, warga Kelurahan Winongo, Kota Madiun
Lokasi awal Hotel di Jalan Dr. Soetomo, Kota Madiun
Waktu kejadian 19–20 September 2026
Penangkapan Minggu, 25 Oktober 2026
Penanganan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim

Kronologi pembunuhan Madiun menurut polisi

19 September: rencana wisata berubah

Kasubdit III Jatanras AKBP Arbaridi Jumhur menyebut DBM mengajak DH dan AG berwisata ke Telaga Sarangan, Magetan. Namun, rencana itu batal karena DBM memilih menjemput istri sahnya di stasiun. Akibatnya, DH dan AG menginap di hotel di Jalan Dr. Soetomo.

20 September: cekcok di kamar hotel

DBM kembali ke hotel pada pagi harinya. Setelah itu, keduanya cekcok soal asmara. Polisi menyebut DH cemburu pada istri sah tersangka, sehingga DBM mencekiknya hingga tak berdaya. Selanjutnya, menurut polisi, DBM membunuh AG di dalam mobil.

22–23 September: upaya menghilangkan jejak

Polisi menduga DBM membawa jasad kedua korban ke rumahnya di Kelurahan Ngegong. Di sana, ia membakar dan merusak jasad untuk menghilangkan jejak. Selain itu, polisi menduga ia membuang sebagian sisa jasad ke sungai.

Bagaimana kasus ini terungkap

Keluarga korban melapor ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober. Kemudian, penyidik menelusuri rekaman CCTV hotel dan lingkungan rumah terduga pelaku. Meskipun sempat memeriksa DBM, Polres Madiun Kota melepasnya karena bukti belum cukup.

Setelah itu, Subdit Jatanras Polda Jatim turun tangan. Temuan forensik dan pengembangan bukti membuat polisi menyimpulkan bahwa pembunuhan menyebabkan hilangnya kedua korban. Sementara itu, DBM sempat masuk daftar pencarian orang. Akhirnya, polisi menangkapnya di sebuah rumah di Desa Mejoyolosari, Kecamatan Gudo, Jombang.

Dugaan motif pembunuhan Madiun

Direktur Reskrimum Polda Jatim Kombes Roy Hutton Marulamrata Sihombing menyebut motifnya dendam karena persoalan rumah tangga. Menurut dugaan polisi, perselisihan itu bermula ketika istri sah tersangka berkomunikasi dengan DH. Meski demikian, polisi masih mendalami motif dan rangkaian peristiwanya.

Perkembangan penyidikan

Penyidik sudah mengamankan sejumlah barang bukti. Namun, mereka masih mencari potongan tulang yang polisi duga berkaitan dengan jasad kedua korban. Selain itu, polisi akan menggelar rekonstruksi. Mengenai pasal, Beritajatim melaporkan bahwa penyidik menerapkan pasal pembunuhan berencana. Akan tetapi, keterangan resmi polisi sejauh ini belum merinci pasalnya.

Mengapa tanggal kejadian berbeda di pemberitaan?

Sebagian media menulis peristiwa terjadi pada 20 Oktober. Namun, Roy menyebut pembunuhan terjadi pada rentang 19–20 September. Tanggal ini cocok dengan laporan orang hilang pada 5 Oktober. Oleh karena itu, artikel ini memakai versi September.

Asas praduga tak bersalah

DBM berstatus tersangka, dan pengadilan yang akan menentukan bersalah atau tidaknya. Selain itu, artikel ini memakai inisial untuk korban dan tersangka serta tidak merinci kondisi jasad.

Ke mana melapor jika mengalami atau melihat kekerasan

Kementerian PPPA menyediakan layanan SAPA 129. Masyarakat bisa menelepon 129 atau mengirim WhatsApp ke 08111-129-129. Sementara itu, untuk keadaan darurat yang memerlukan polisi, hubungi 110.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Ekspedisi ke Gunung Cartenz 2026: Rute Udara, Logistik, dan Estimasi Biaya Terkini

    Panduan Ekspedisi ke Gunung Cartenz 2026: Rute Udara, Logistik, dan Estimasi Biaya Terkini

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Gunung Cartenz—atau yang jamak kita kenal sebagai Carstensz Pyramid—berdiri kokoh sebagai puncak tertinggi di Indonesia sekaligus bagian dari tujuh puncak benua terhormat di dunia (Seven Summits). Menjulang setinggi 4.884 meter di atas permukaan laut di jantung Papua, gunung batu dengan hamparan salju abadi ini menawarkan sensasi petualangan ekstrem yang sangat magis. Memasuki pertengahan tahun […]

  • Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini

    Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengonfirmasi rencana pelantikannya sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan pada Senin (8/6/2026) sore. Ia menjelaskan bahwa agenda pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan pukul 16.30 WIB. Sebelumnya, ia menerima telepon langsung dari Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, terkait agenda tersebut. Jabatan baru ini memiliki kedudukan setingkat menteri […]

  • Pentingnya Vaksinasi dan Deteksi Dini untuk Tumbuh Kembang Optimal Anak

    Pentingnya Vaksinasi dan Deteksi Dini untuk Tumbuh Kembang Optimal Anak

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan para orang tua bahwa fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah masa yang sangat krusial. Intervensi gizi sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun sangat menentukan tinggi dan berat badan bayi guna mencegah risiko stunting. Selain asupan nutrisi, Vaksinasi berperan besar dalam membentuk benteng pertahanan tubuh […]

  • 7 Kesalahan Memilih Genset yang Masih Sering Dilakukan Pelaku Usaha

    7 Kesalahan Memilih Genset yang Masih Sering Dilakukan Pelaku Usaha

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Genset menjadi salah satu investasi penting bagi pelaku usaha yang mengandalkan pasokan listrik untuk menjaga kelancaran operasional. Namun, masih banyak pemilik bisnis yang melakukan kesalahan memilih genset sehingga biaya operasional meningkat, produktivitas terganggu, bahkan umur peralatan menjadi lebih pendek. Memahami kesalahan-kesalahan tersebut dapat membantu pelaku usaha menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Kesalahan Memilih […]

  • 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

    5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Akmal
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Kebaruan. Kabar 5 jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda menyita perhatian publik sejak Selasa, 8 September 2026. Rombongan itu berangkat untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, namun speedboat yang mereka tumpangi tak kunjung kembali ke daratan. Kronologi Keberangkatan Rombongan Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin 7 September 2026 sekitar […]

  • Harga saham

    Harga Saham Gabungan Anjlok: Menkeu Purbaya Minta Investor Serok Bawah

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Harga saham gabungan atau IHSG mengalami tekanan jual yang sangat tinggi pada perdagangan Senin (18/5/2026) hingga merosot ke level 6.470,348 pada akhir sesi I. Penurunan tajam sebesar 252,971 poin atau setara 3,76 persen ini memicu kekhawatiran massal di kalangan pelaku pasar modal domestik. Menanggapi situasi tersebut, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa langsung memberikan […]

expand_less