Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Kabar duka datang dari dunia hukum. Pengacara Kamarudin Simanjuntak meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) pukul 03.00 WIB di Rumah Sakit Pelni, Jakarta. Ia berusia 52 tahun. Rekannya, Martin Lukas Simanjuntak, membenarkan kabar itu kepada sejumlah media.
Kabar duka dari rekan sejawat
Martin menyampaikan bahwa Kamaruddin berpulang pada Senin subuh. Ia mengaku tidak mengetahui detail penyakit sang rekan. Namun, ia menyebut almarhum rutin menjalani cuci darah dalam beberapa tahun terakhir. Suara.com melaporkan Kamaruddin lama melawan penyakit ginjal.
Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Ukrida, Jakarta Barat. Menurut Martin, keputusan soal pemakaman menunggu kesepakatan keluarga. Almarhum meninggalkan istri, Joanita Meroline Wenji, dan empat anak.
Kondisi kesehatan Kamaruddin sempat menjadi sorotan sebelumnya. Kabar kematiannya pernah beredar pada Maret 2026, tetapi Martin membantahnya saat itu. Foto almarhum dalam kondisi sakit juga sempat viral di media sosial.
Sosok Kamaruddin Simanjuntak
Kamaruddin lahir pada 21 Mei 1974 di Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Ia lulus dari SMA Negeri 1 Siborongborong pada 1992, lalu merantau ke Jakarta. Pada 2000, ia melanjutkan pendidikan hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI). Setelah itu, ia bergabung dengan Perhimpunan Advokat Indonesia pada 2007.
Publik mengenalnya luas pada 2022, ketika ia menjadi kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Kasus itu menyeret mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. Kamaruddin aktif mengawal perkara sejak awal dan ikut menyuarakan tuntutan keluarga agar kematian Yosua diusut transparan.
Gaya bicaranya lantang dan tegas. Ia sering tampil di depan media dengan pernyataan yang memancing perhatian. IDN Times juga mencatat Kamaruddin menangani sejumlah kasus besar lain sepanjang kariernya.
Kenangan dari keluarga dan sahabat
Duka mengalir dari orang-orang terdekat. Roslin Emika Br Simanjuntak, tante mendiang Brigadir J, menulis di Facebook bahwa Kamaruddin telah banyak berkorban bagi keluarganya. Aktivis Yonathan Andre Baskoro menyebut keberanian almarhum akan menjadi pegangan dalam perjuangannya menuntut keadilan.
Sahabat dan rekan seprofesi mengenangnya sebagai sosok yang menghadapi kesulitan dengan keberanian. Salah satunya, Poltak, menyatakan tekad melanjutkan perjuangan menegakkan hukum.
Doa untuk keluarga
Keluarga besar, rekan sejawat, dan masyarakat mengirimkan doa. Perkembangan soal jadwal pemakaman akan mengikuti keputusan keluarga. Untuk informasi resmi, ikuti keterangan keluarga dan rekan almarhum, bukan kabar berantai di media sosial.
- Penulis: Firmansyah
