Pemilu AS 2026 Demokrat Rebut Senat, Ini Hasil Sementaranya
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Angkanya sudah bicara: 54 kursi untuk Demokrat, 44 untuk Republik. Data hasil Senat dari kantor berita internasional pada Rabu (4/11/2026) pukul 15.46 WIB menunjukkan angka itu. Dalam pemilu AS 2026 ini, Demokrat menambah tujuh kursi, sementara Republik kehilangan tujuh. Dua senator independen juga bergabung dengan kaukus Demokrat.
Dari 47 menjadi 54 kursi
Sebelum hari pemungutan suara, komposisi Senat jauh berbeda. Republik menguasai 53 kursi, sedangkan Demokrat dan independen sekutunya memegang 47 kursi. Kini selisih itu berbalik arah. Angka 54 sudah melampaui batas mayoritas di Senat yang berisi 100 kursi.
Pemilu berlangsung Selasa, 3 November 2026. Penghitungan di beberapa negara bagian masih jalan, jadi komposisi akhir Senat dan DPR belum sepenuhnya jelas pada Rabu. Pembaca perlu memandang semua angka di artikel ini sebagai hasil sementara.
Apa itu pemilu sela AS?
Pemilu sela, atau midterm, berlangsung di tengah masa jabatan presiden. Pemilih menentukan ulang komposisi Kongres, yaitu Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Setiap senator menjabat enam tahun, sehingga sekitar sepertiga kursi Senat masuk bursa pemilihan di tiap putaran. Hasilnya sering menjadi ukuran sikap pemilih terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa.
Angka tiap sumber tidak sama
Hitungan sementara berbeda-beda. Dua jaringan berita besar AS menunjukkan 51 kursi untuk Demokrat dan 39 untuk Republik. Sebuah surat kabar AS punya angka lain. Hitung cepatnya pada Rabu siang WIB mencatat 52 kursi Demokrat dan 40 kursi Republik.
Perbedaan itu kemungkinan datang dari waktu pembaruan, sebab tiap sumber menarik data di jam yang berbeda. Jumlah kursi di beberapa hitungan juga belum genap 100 karena masih ada kursi yang belum ditentukan. Untuk angka terbaru, pembaca sebaiknya mengecek situs resmi penyedia data hasil pemilu AS.
Kursi Republik yang berpindah
Hasil dari beberapa negara bagian jadi sorotan. Di North Carolina, mantan Gubernur Roy Cooper mengalahkan Michael Whatley, kandidat pilihan Trump. Di Ohio, Sherrod Brown menumbangkan petahana Jon Husted. Di Kansas, pendeta Adam Hamilton menjadi politikus Demokrat pertama yang memenangi kursi Senat negara bagian itu sejak Depresi Besar.
Iowa menyusul. Kemenangan di Kansas dan Iowa menjadi kursi kelima dan keenam milik Republik yang Demokrat ambil pada malam pemilu AS. Georgia, di sisi lain, memilih petahana dari Demokrat: Senator Jon Ossoff memenangi pemilihan ulang.
Sejumlah laporan juga memproyeksikan Demokrat menguasai DPR. Angka kursi DPR yang beredar masih sementara, sehingga artikel ini tidak mengutipnya.
Reaksi dan latar pemilih
Hasil ini langsung memengaruhi posisi Presiden Donald Trump. Ia mengatakan dirinya dan Republik siap menerima kekalahan. Sementara itu, jajak pendapat seusai pemungutan suara menunjukkan separuh pemilih memandang pemilu sela ini sebagai kesempatan menegur presiden.
Isu ekonomi ikut berperan. Daya beli masyarakat menjadi persoalan besar dalam pemilu. Artinya, pemilih membawa kekhawatiran harian ke bilik suara, bukan hanya soal politik tingkat atas.
Apa yang berubah di Senat?
Senat bukan sekadar angka. Kamar ini menyetujui nominasi pejabat tinggi dan hakim yang presiden ajukan, meratifikasi perjanjian internasional, dan ikut menentukan agenda legislasi. Partai mayoritas juga memimpin komite dan mengatur jadwal sidang.
Seberapa besar pengaruh perubahan itu bergantung pada hasil final dan sikap kedua partai. Penghitungan masih bergerak, jadi pantau pembaruan untuk kursi yang belum ditentukan dan angka akhir DPR.
- Penulis: Firmansyah
