Andrea Bocelli Didemo di Jakarta: Alasan Penolakan dan Kronologi Kericuhan
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta Kebaruan. Selasa malam, 3 November 2026, penonton masuk ke JIExpo Kemayoran untuk mendengar Andrea Bocelli. Namun, di luar gedung, massa penolak konser memadati jalan dan bentrok dengan aparat. Akibatnya, 33 orang terluka karena lemparan batu, termasuk petugas TNI-Polri dan warga. Meski begitu, konser tetap berjalan.
Kenapa konser Andrea Bocelli ditolak?
Pangkal masalahnya adalah rekam jejak sang tenor. Menurut MUI, Bocelli tampil di acara penggalangan dana untuk Israel Defense Forces di Los Angeles pada 2010 dan menggelar konser di Tel Aviv pada 2022. Selain itu, Wasekjen MUI Sudarnoto menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyaksikan konser Tel Aviv tersebut.
Oleh karena itu, MUI menilai Indonesia tidak pantas memberi panggung kepada figur yang dianggap berpihak pada Israel. Mereka merujuk Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 dan situasi kemanusiaan di Gaza. Karena itu pula, MUI meminta pemerintah membatalkan seluruh rangkaian konser, termasuk di Borobudur.
Kelompok lain mengambil sikap serupa. Front Pembela Islam ikut mengecam. Namun, Ketua FPI Habib Muhammad Alatas menegaskan keberatan mereka bukan soal musik, melainkan dugaan bantuan Bocelli kepada militer Israel.
Jawaban promotor dan pihak Andrea Bocelli
Sebaliknya, promotor Shoemaker Live menyatakan proyek konser ini tidak terafiliasi dengan Pemerintah Israel maupun gerakan politik Zionis. Di sisi lain, mereka menegaskan tidak mewakili pandangan pribadi sang penyanyi. Sementara itu, Bocelli menyatakan konsernya di Indonesia tidak membawa pesan politik.
Pemerintah pun mempertahankan izin. Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut izin dari kepolisian dan kementerian terkait sudah keluar. Selain itu, visa Bocelli dan rombongan telah terbit. Sebelumnya, konser di kompleks Candi Borobudur sudah berlangsung pada 31 Oktober.
Kronologi demo Andrea Bocelli di Kemayoran
Pertama, pada siang hari, massa Global Peace Convoy Indonesia berunjuk rasa di Patung Kuda. Sementara itu, di kawasan JIExpo, Polda Metro Jaya mencatat sekitar 300 orang berunjuk rasa sejak pukul 15.30 WIB. Negosiasi dengan aparat tidak menemukan titik temu.
Kemudian situasi memanas. Massa berusaha menerobos ke kawasan JIExpo, membakar traffic cone, dan melempar petasan ke aparat. Akibatnya, tiga korban masih dirawat inap, dan Habib Bahar bin Smith ikut terluka. Meski begitu, polisi memastikan tidak ada pihak yang diamankan. Pada akhirnya, Polda Metro Jaya menilai konser berjalan aman dan terkendali.
Pertanyaan yang tersisa soal Andrea Bocelli
Kedua kubu belum bertemu. MUI menuntut Bocelli menyatakan penyesalan terbuka atas penampilannya di acara Friends of IDF. Namun, sejauh ini tanggapan datang dari promotor, bukan dari sang tenor langsung soal acara 2010 itu. Oleh karena itu, perkembangan polemik ini masih bisa berubah dalam beberapa hari ke depan.
- Penulis: Firmansyah
