IHSG Anjlok 1,88% ke 4.935, Wall Street Jadi Pemicu
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Reli sehari tidak cukup menahan tekanan. IHSG berbalik turun 94,67 poin atau 1,88% ke 4.935,59 pada Jumat (6/11/2026) pukul 10.28 WIB. Sehari sebelumnya, indeks menguat 2,25% hingga 5.030,26. Aksi jual di Wall Street menyeret bursa domestik kembali di bawah level psikologis 5.000.
Rentang pergerakan IHSG hari ini
IHSG dibuka di 4.955,83. Indeks sempat menyentuh 4.969,00 sebagai titik tertinggi, lalu turun ke 4.927,45 sebagai titik terendah. Meski begitu, posisi ini masih sekitar 46% di bawah puncak 52 minggu di 9.174,47 (hitungan kami).
Tekanan jual cukup merata. Pada satu jam perdagangan, 471 saham melemah dan 118 saham menguat. Indeks LQ45 turun 1,16%. Dari sisi sektor, material dasar, infrastruktur, dan properti menjadi pemberat utama.
Kenapa IHSG turun?
Pemicu utamanya datang dari Amerika Serikat. Pada Kamis (5/11/2026), Dow Jones kehilangan lebih dari 1.800 poin dan Nasdaq masuk zona koreksi. Ketiga indeks utama Wall Street mencatat kinerja harian terburuk sejak April 2025.
Saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) jadi sasaran. Investor khawatir pembangunan pusat data melambat setelah Demokrat menang di pemilu sela. Akibatnya, Nvidia turun 10,43%, Broadcom 9,26%, Qualcomm 9,19%, dan Oracle 6,93%. Selain itu, analis MNC Sekuritas menyebut kekhawatiran akan ketatnya regulasi AI ikut menekan pasar.
Bursa Asia ikut tertekan. Indeks Straits Times turun 2,3% dan Shanghai turun 1,09%. Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 sebesar 5,47% belum cukup menahan indeks, karena arus keluar dana asing masih mendominasi.
Level yang dipantau analis
Analis memantau area 5.000 dengan ketat. Jika indeks gagal bertahan di atas level itu, tekanan jual bisa berlanjut. Sementara itu, CGS International Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak bervariasi cenderung melemah, dengan support di 4.810–4.920 dan resistance di 5.140–5.250.
Hari ini pelaku pasar juga menanti data cadangan devisa Oktober, indeks harga properti kuartal III, dan data tenaga kerja AS di malam hari. Selain itu, kekhawatiran soal evaluasi MSCI belum hilang. Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham.
- Penulis: Firmansyah
