Google Vids: Cara Menggunakan dan Kegunaannya untuk Bikin Video
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Google Vids adalah aplikasi pembuat video berbasis AI dari Google. Google merancang aplikasi ini khusus untuk kebutuhan kerja dan kolaborasi tim. Software editing konvensional biasanya butuh waktu belajar lama. Google Vids berbeda: pengguna cukup menulis perintah singkat untuk menyusun video lengkap.
Apa Itu Google Vids Sebenarnya?
Aplikasi ini masuk ekosistem Google Workspace. Ia sejajar dengan Google Docs, Slides, dan Sheets. Bedanya, Google Vids menghasilkan video, bukan dokumen atau presentasi statis. Pengguna bisa membuat video training online lewat aplikasi ini. Mereka juga bisa menyusun materi onboarding karyawan, rekaman meeting, sampai konten edukasi. Antarmukanya familiar, mirip cara mengedit slide biasa.
Kekuatan utama Google Vids terletak pada integrasi AI Google. Teknologi Veo mendukung layanan ini. Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengubah foto statis menjadi klip video singkat secara otomatis. Gemini juga berperan besar di berbagai fitur cerdas lainnya. AI ini menangani pembuatan skrip, gambar, penghapusan latar belakang, sampai voiceover otomatis.
Cara Menggunakan Google Vids Langkah demi Langkah
Memulai proyek di Google Vids terbilang sederhana. Bahkan pemula pun bisa langsung mencobanya. Pengguna cukup login memakai akun Google. Setelah itu, mereka bisa memilih satu dari tiga opsi: membuat video dari template, memulai dari halaman kosong, atau memakai bantuan AI penuh lewat fitur “Create with AI”.
Jalur AI biasanya paling praktis. Pengguna cukup memasukkan topik video. Mereka lalu menjelaskan tujuannya secara singkat, kemudian klik generate. Sistem akan menyusun draf video otomatis. Draf ini sudah lengkap dengan narasi, klip visual pendukung, dan musik latar yang relevan. Pengguna bisa menyesuaikan draf ini lagi sebelum mempublikasikannya.
Bagi yang sudah punya materi presentasi, Google Vids mendukung impor langsung dari Google Slides. Pengguna tinggal menyalin slide yang diinginkan. Slide itu otomatis menjadi adegan baru di linimasa video. Catatan pembicara pun otomatis berubah jadi skrip narasi. Sayangnya, sistem tidak membawa elemen seperti tema, animasi, dan pengaturan waktu secara otomatis. Pengguna perlu menyesuaikan ulang elemen-elemen ini secara manual di dalam Vids.
Menambahkan suara narator juga mudah. Pengguna tinggal membuka menu Narration. Mereka lalu memasukkan teks yang ingin dibacakan dan memilih suara yang tersedia. Setelah klik Generate, sistem AI langsung menghasilkan suara narator otomatis dalam hitungan detik.
Fitur Unggulan yang Bikin Google Vids Berbeda
Beberapa fitur menonjol layak diperhatikan. Fitur editing otomatis berbasis transkrip jadi salah satu yang paling memudahkan. Pengguna cukup mengedit teks transkrip untuk menyesuaikan narasi video. Mereka tidak perlu memotong-motong klip secara manual seperti di software editing biasa.
Fitur avatar AI juga terus berkembang sepanjang 2026. Integrasi Gemini Text-to-Speech dan Veo terbaru membuat avatar tampil lebih ekspresif dan natural. Pengguna bahkan bisa merancang avatar kustom sendiri. Mereka juga bisa memilih dari puluhan pilihan suara yang tersedia, lengkap dengan dukungan puluhan bahasa termasuk Indonesia.
Soal kolaborasi, Google Vids mewarisi kekuatan khas Workspace. Pengguna bisa membagikan proyek video ke rekan kerja lewat email. Mereka bisa mengatur peran kolaborator sebagai Editor, Komentator, atau sekadar Viewer. Semua orang bisa bekerja bersamaan dalam satu linimasa secara real time, mirip cara kolaborasi di Google Docs.
Untuk Siapa Saja Google Vids Cocok Dipakai?
Perusahaan, tim pemasaran, guru, hingga kreator konten paling diuntungkan dari aplikasi ini. Di sektor pendidikan misalnya, guru bisa menuliskan deskripsi singkat. Mereka bisa menulis materi penjelasan fotosintesis untuk siswa kelas tertentu. AI akan langsung menyusun draf video lengkap dengan narasi serta ilustrasi pendukung.
Meski begitu, ada batasan yang perlu dipahami. Video yang dihasilkan Google Vids punya durasi maksimal 30 menit. Ketersediaan fitur AI juga bergantung pada jenis langganan Google Workspace yang dipakai. Aplikasi ini belum bisa sepenuhnya menggantikan software editing profesional untuk produksi video yang kompleks. Namun, kemampuannya sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan presentasi bisnis dan materi internal perusahaan.
Pengalaman terbaik tetap datang lewat browser desktop. Fitur editing di versi ini jauh lebih lengkap dibanding versi mobile.
- Penulis: Firmansyah
