Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan & Investasi » IHSG Rebound 2,3% ke 5.032, Ini Pemicu dan Risiko MSCI

IHSG Rebound 2,3% ke 5.032, Ini Pemicu dan Risiko MSCI

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. IHSG kembali melewati level 5.000. Pada Kamis (5/11/2026) pukul 10.24 WIB, indeks naik 112,91 poin atau 2,30% ke 5.032,68. Sehari sebelumnya, indeks ditutup di 4.919,77. Penguatan ini muncul setelah tekanan jual yang menyeret bursa Indonesia ke level terendah sejak pandemi.

Angka perdagangan IHSG pagi ini

IHSG dibuka di 4.998,34 dan sempat menyentuh 5.072,05 sebagai titik tertinggi. Titik terendahnya di 4.995,46. Meski rebound, indeks masih jauh dari puncak 52 minggunya di 9.174,47. Artinya, IHSG berada sekitar 45% di bawah level tertinggi itu (hitungan kami). Sebaliknya, indeks masih tipis di atas titik terendah 52 minggu di 4.895,60.

Apa yang mendorong kenaikan?

Faktor global jadi pemicu utama. Bursa global dan Asia menguat setelah pasar merespons hasil pemilu sela Amerika Serikat. Selain itu, analis menyebut penguatan Wall Street, koreksi harga minyak dan dolar AS, serta rebound harga emas sebagai sentimen positif.

Dari dalam negeri, investor menunggu data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026. Sementara itu, Komite Stabilitas Sistem Keuangan menyatakan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dan memproyeksikan pertumbuhan 2026 di kisaran 5,4–5,5%. Secara teknikal, analis BRI Danareksa Sekuritas melihat technical rebound setelah indeks menyentuh area support Fibonacci 4.830–4.761.

Kenapa IHSG sempat jatuh?

Tekanan terbesar datang dari MSCI. Pada pertengahan Oktober, MSCI membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Pekan itu IHSG terkoreksi 11,57% ke 5.185,11. Pada 19 Oktober, indeks sempat menyentuh 4.907,37 sebelum ditutup di 4.996,61.

Investor asing ikut menekan. Hingga pertengahan Oktober, mereka mencatat jual bersih US$4,88 miliar sepanjang 2026. Menurut Kompas, porsi kepemilikan asing di IHSG turun menjadi 31,4% pada triwulan III-2026, dari 37,2% pada 2025. Bursa Efek Indonesia merespons dengan memangkas batas auto rejection bawah menjadi 7% dari 15%.

Risiko yang masih membayangi

Rebound hari ini belum menghapus ketidakpastian. Goldman Sachs memperkirakan arus keluar dana pasif bisa mencapai US$5,6 miliar jika Indonesia benar-benar keluar dari indeks MSCI. Selain itu, pelaku pasar masih menantikan peninjauan indeks MSCI yang direncanakan pertengahan November 2026.

Analis memperkirakan pergerakan jangka pendek tetap fluktuatif. Rentang teknikal yang disebut sekitar 4.800–5.000, sedangkan CGS International menempatkan support di 4.825 hingga 4.730. Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham.

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • setoran-pajak-kurang-rp750-triliun

    Setoran Pajak Kurang Rp750 Triliun: Kok Bisa? Ini Penjelasan Dirjen Pajak

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Kebaruan. Setoran pajak 2026 baru mencapai Rp1.607,6 triliun per akhir September, sehingga pemerintah masih harus mengumpulkan sekitar Rp750 triliun dalam tiga bulan. Target penerimaan pajak APBN 2026 sebesar Rp2.357 triliun, dan realisasi sampai 30 September setara 68,2% dari target. Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menyampaikan angka itu dalam konferensi pers APBN KiTA pada Jumat, 9 Oktober […]

  • Kejanggalan Harga Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Kenapa Audit Jadi Mendesak?

    Kejanggalan Harga Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Kenapa Audit Jadi Mendesak?

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Angka Rp1,8 triliun untuk 1,8 juta unit kipas angin Kopdes sontak memicu kecurigaan publik. Selisihnya dengan harga pasar terlalu jauh untuk diabaikan begitu saja. Karena itu, kejanggalan ini menuntut jawaban jelas, bukan sekadar bantahan lisan dari pejabat terkait. Selisih Harga yang Tidak Masuk Akal Anggota Komisi VI DPR, Mufti Anam, sudah menghitung sendiri perbandingannya. […]

  • Cari Parfum Lokal Awet Seharian? Ini Daftar yang Wajib Anda Coba

    Cari Parfum Lokal Awet Seharian? Ini Daftar yang Wajib Anda Coba

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pernah kesal karena wangi parfum menghilang padahal baru pakai tiga jam? Masalah ini ternyata bukan cuma soal merek mahal atau murah, tapi soal pemilihan yang tepat. Kabar baiknya, brand parfum lokal Indonesia kini sudah membuktikan diri sanggup bertahan seharian penuh tanpa perlu bolak-balik semprot ulang. Mykonos Duduk di Puncak Popularitas Kalau bicara soal parfum […]

  • Update Nilai Rupiah Hari Ini: Simak Kurs Dollar AS di Bank Mandiri, BCA, dan BNI

    Update Nilai Rupiah Hari Ini: Simak Kurs Dollar AS di Bank Mandiri, BCA, dan BNI

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Nilai rupiah pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, terpantau berada di level Rp 17.738 per dollar AS pukul 10.27 WIB. Tren penguatan dollar AS terhadap mata uang kita masih terus berlanjut hingga siang hari ini. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menunjukkan performa positif dengan menguat 0,54 persen ke posisi 6.288,75. […]

  • Kanker Esofagus Mengintai di Balik Kebiasaan Minum Terlalu Panas

    Kanker Esofagus Mengintai di Balik Kebiasaan Minum Terlalu Panas

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Kebaruan. Kanker esofagus jadi ancaman kesehatan yang jarang disadari banyak orang. Pemicunya ternyata bisa berasal dari kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele. Salah satunya adalah kebiasaan menyeruput teh atau kopi selagi masih mengepul panas. IARC, badan riset kanker di bawah naungan WHO, mengklasifikasikan minuman bersuhu di atas 65 derajat Celsius sebagai zat yang mungkin bersifat karsinogenik. […]

  • 5 Aplikasi Nonton Gratis Legal 2026, Aman Tanpa Ribet Bayar Langganan

    5 Aplikasi Nonton Gratis Legal 2026, Aman Tanpa Ribet Bayar Langganan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Kebaruan. Aplikasi nonton gratis kini bukan lagi mimpi buat pecinta film dan serial yang bosan bayar langganan tiap bulan. Model bisnis Advertising Video on Demand, atau lebih dikenal AVOD, membuat banyak platform besar menyediakan akses gratis dengan selingan iklan sebagai gantinya. Tidak perlu lagi kucing-kucingan dengan situs bajakan yang rawan malware, karena pilihan legalnya sudah […]

expand_less