Agustiar Sabran Dikritik DPR Usai Bercanda soal Karhutla
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Ahmad Irawan, ikut mengkritik Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Pemicunya candaan soal karhutla yang viral di media sosial. Irawan mengingatkan kepala daerah agar menunjukkan empati kepada warga yang terdampak. Ia menyampaikannya kepada wartawan pada Rabu (14/10/2026).
Apa yang dikatakan Agustiar Sabran?
Video itu beredar luas di media sosial. Di dalamnya, Agustiar menjawab pertanyaan wartawan soal penanganan karhutla. Ia menyebut kebakaran itu bagian dari takdir, tetapi juga hampir 97 persen disebabkan ulah manusia. Lalu ia menambahkan bahwa melawan karhutla perlu kebersamaan. Setelah itu muncul kalimat yang jadi sorotan: “bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi.”
Rekaman itu diambil di sela acara resmi. Agustiar menyampaikannya usai memimpin apel peringatan HUT Kotawaringin Barat ke-67 pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Kritik dari Senayan
Irawan menilai karhutla jelas merugikan warga, terutama di sisi kesehatan dan ekonomi. Karena itu, kata dia, komunikasi pejabat publik seharusnya memuat empati. Menurut Irawan, pejabat perlu bisa memahami perasaan orang lain, apalagi korban langsung karhutla.
Ia juga menyoroti peran kepala daerah. Irawan meminta mereka menumbuhkan optimisme bahwa api akan padam. Ia berharap kritik ini jadi pelajaran bagi gubernur dan bupati lain dalam berkomunikasi.
Irawan bukan yang pertama. Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKB, Daniel Johan, lebih dulu mengkritik candaan itu pada Selasa (13/10/2026). Daniel menilai niat bercanda tidak pada tempatnya karena warga sedang tertimpa musibah.
Kondisi Karhutla di Kalteng
Konteksnya serius. Laporan lapangan hingga 7 Oktober 2026 mencatat ribuan kejadian kebakaran dan lebih dari 17.000 hektare lahan terdampak di Kalteng. Asap dari Kalimantan juga sudah menyeberang ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.
Respons Pemprov Kalteng
Di sisi lain, Pemprov Kalteng menegaskan upaya penanganan terus berjalan. Agustiar menyebut pemerintah daerah membangun dua jenis sumur bor, yakni untuk pemadaman karhutla dan untuk pemadaman sekaligus sumber air bersih warga. Pemprov juga menyatakan siap terus bersinergi dan berkoordinasi dalam penanggulangan karhutla.
- Penulis: Firmansyah
