Bara Api Bawah Tanah di Kalimantan: Kenapa Karhutla Sulit Padam
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Bara api bawah tanah menjadi biang sulitnya memadamkan karhutla di Kalimantan. Permukaan lahan tampak aman, tetapi api masih menyala di dalam lapisan gambut. Juru bicara BNPB menyebut tim sudah memadamkan api di permukaan, tetapi di bawahnya belum. Fenomena ini kembali jadi sorotan setelah video relawan di Palangka Raya viral.
Lubang Api yang Terekam di Palangka Raya
Video itu diambil pada 12 Oktober 2026. Relawan memperlihatkan lubang api di bawah tanah yang ditemukan di Palangka Raya, dan bara masih menyala di gambut meski api permukaan padam. Dalam unggahannya, perekam menyebut kondisi itu sebagai kebakaran bawah tanah, bara api bawah tanah, atau lubang api. Tim gabungan lalu menyiramkan air ke celah tanah yang mengepulkan asap tebal untuk mencegah api menjalar ke permukiman.
Kenapa Bara Api Bawah Tanah Muncul?
Penyebabnya ada di sifat gambut. Peneliti utama BRIN, Dony Rachmanadi, menjelaskan gambut di Indonesia didominasi bahan berkayu atau lignin. Karena itu, saat kemarau panjang tiba, muncul “api mandiri” berupa bara di bawah permukaan yang terus membakar bahan bakar di sekitarnya. Bara itu bisa menyala lagi kapan saja jika mendapat oksigen.
Kerusakan lahan memperparah keadaan. Peneliti Unmul, Rustam, menilai kanalisasi gambut menurunkan muka air tanah sehingga gambut makin kering. Selain itu, api di gambut bisa merambat di bawah tanah dan sering tak terdeteksi dari luar.
Seberapa Dalam Gambut Terbakar?
Sebuah studi di jurnal Fire (MDPI) memberi gambaran. Menurut laporan Riaurealita, kebakaran gambut terdegradasi di Kalimantan Tengah pada 2019 menggerus tanah sedalam 21–24 cm dalam hampir sebulan. Angka itu berasal dari satu studi, jadi kedalaman di lapangan bisa berbeda.
Titik Temuan di Kalimantan
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Kalteng. Di Kalsel, Gubernur Muhidin melaporkan pemantauan thermal oleh kepolisian di Guntung Damar, Banjarbaru, masih mendeteksi api walau permukaan hanya berasap. Pemprov juga akan menguji penyuntikan campuran tertentu ke gambut. Sementara itu, BNPB menyebut kebakaran berat masih terjadi di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan, sedangkan Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi relatif membaik.
Ada pula kasus berbeda. Endapan batu bara yang menyala memicu kebakaran lahan di Tarakan, Kalimantan Utara, pada 24 Agustus 2026, dan jalan ditutup karena terancam amblas. Jadi, bara bawah tanah tidak selalu bersumber dari gambut.
Kenapa Sulit Dipadamkan?
Tim darat menghadapi medan berat. Dony menyebut pemadam berjalan di atas gambut yang tertutup tumpukan kayu dan butuh lebih dari dua jam untuk menemukan sumber air di area yang jauh dari kanal. Selain itu, petugas berisiko terperosok ke lubang api bawah tanah. Karena itu, BNPB mengutamakan pemadaman darat untuk lahan gambut. BRIN menilai pencegahan dini sebelum hotspot menjadi fire spot adalah metode paling efektif.
Status Siaga dan Ancaman ke Depan
Pemerintah daerah belum menurunkan kewaspadaan. Kalteng berstatus Siaga Darurat karhutla hingga 31 Oktober 2026, sedangkan Kalsel berstatus Siaga Darurat karhutla dan kekeringan sejak 6 Juli sampai 31 Oktober. Warga sebaiknya menjauhi lahan bekas terbakar yang masih berasap dan segera melapor ke posko karhutla bila menemukan titik asap baru.
- Penulis: Firmansyah
