Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Benarkah AI Menyerap Air? Ini Fakta Konsumsi Air Pusat Data

Benarkah AI Menyerap Air? Ini Fakta Konsumsi Air Pusat Data

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Jawabannya benar, tetapi tidak langsung. AI menyerap air lewat pusat data yang menjalankannya, bukan lewat aplikasinya. Server AI menghasilkan panas besar, dan banyak fasilitas mendinginkannya dengan air yang sebagian menguap. Angkanya jauh lebih kecil per pertanyaan daripada klaim viral, tetapi menumpuk besar di tingkat pusat data.

Berapa air yang terpakai setiap kali Anda bertanya ke AI

Google mengestimasi satu prompt teks Gemini (nilai tengah) memakai 0,26 mililiter air, setara sekitar lima tetes. Angka itu berasal dari data Mei 2025 dan mencakup air pendingin di lokasi pusat data. Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman menyebut rata-rata satu permintaan ChatGPT memakai sekitar 0,000085 galon, kira-kira sepertiga mililiter.

Google menurunkan angka itu dari energi per prompt dan rata-rata efisiensi air pusat data tahun sebelumnya. Jadi, angka ini perhitungan, bukan hasil meteran per pertanyaan. Selain itu, nilai tengah menyembunyikan beban berat. Tugas penalaran panjang dan pembuatan gambar jauh lebih boros. Satu analisis menaksir satu gambar AI standar memakai sekitar 28,6 mililiter.

Dari mana klaim “satu botol air per email” berasal

Klaim itu bermula dari estimasi 2024 untuk email 100 kata dari GPT-4: sekitar 519 mililiter. Angka itu menjumlahkan air pendingin di pusat data dan air yang terpakai di pembangkit listrik. Peneliti di balik angka itu, Shaolei Ren dari UC Riverside, kini merevisi estimasinya menjadi sekitar 15 mililiter untuk satu prompt model sekelas GPT-4. Sekitar 5 mililiter di antaranya terpakai di lokasi pusat data. Perbedaan hasil lahir dari cara menghitung. Apa yang masuk hitungan menentukan angkanya.

Pusat data memakai air untuk apa

Air mengalir di sistem pendingin, menyerap panas server, lalu dibawa ke menara pendingin. Di sana sebagian menguap, sehingga operator harus terus menambah air baru. Karena penguapan itu, para peneliti membedakan penarikan air (diambil lalu kembali) dari konsumsi air (hilang ke udara).

Namun, tidak semua pusat data memakai air dengan cara itu. Google menyatakan pusat data barunya di wilayah kekurangan air memakai pendingin udara. Microsoft menggambarkan desain AI generasi barunya dengan pendinginan tertutup yang tidak menguap.

Skala yang membuat para peneliti khawatir

Per pertanyaan kecil, tetapi totalnya besar. Pusat data di Amerika Serikat diperkirakan memakai sekitar 66 miliar liter air langsung pada 2023, menurut Lawrence Berkeley National Laboratory. Forum Ekonomi Dunia menyebut satu pusat data 1 megawatt bisa menghabiskan hingga 25,5 juta liter air per tahun hanya untuk pendinginan. Angka itu batas atas, bukan rata-rata semua fasilitas.

Para ahli juga menekankan perbandingan. Konsumsi air pusat data secara keseluruhan masih jauh lebih kecil daripada pertanian dan manufaktur. Risiko terbesarnya bersifat lokal, yaitu saat satu fasilitas besar berdiri di wilayah yang air tawarnya terbatas.

Dampaknya di Indonesia: sorotan ke Batam

Batam menjadi contoh paling terlihat. Investasi pusat data di sana menembus lebih dari Rp120 triliun lewat sembilan proyek hingga pertengahan 2026. Sedikitnya 16 pusat data tengah dibangun, dan volume Waduk Nongsa sempat menurun pada Agustus 2026. Pada September, BP Batam menyebut pusat data akan diwajibkan memakai fasilitas penyulingan air laut (SWRO) agar tidak sepenuhnya bertumpu pada air tawar.

Meski begitu, hubungan sebab-akibatnya belum terbukti. Pengamat menilai krisis air di Batam muncul dari banyak faktor, termasuk pertumbuhan penduduk dan industri. Selain itu, belum ada lembaga resmi di Indonesia yang menerbitkan data konsumsi air pusat data secara agregat. Hingga data itu terbuka, perdebatan akan bertumpu pada perkiraan.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • listrik Sumatra

    Listrik Sumatra Normal 100 Persen, Polisi Ungkap Penyebab Blackout

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Masyarakat kini bisa bernapas lega setelah mengalami gangguan pemadaman massal yang melanda beberapa wilayah beberapa hari lalu. Bareskrim Polri memastikan bahwa pasokan listrik Sumatra saat ini sudah kembali normal 100 persen serta beroperasi dengan aman dan stabil. Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifudin menyampaikan langsung informasi penting ini dalam jumpa pers di Jakarta Selatan pada […]

  • Terikat Janji (7)

    Sinopsis Terikat Janji 9 Juni 2026: Davina Ungkap Perasaan, Sena Justru Pergi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Antusiasme penonton terhadap sinetron ‘Terikat Janji’ di RCTI semakin tinggi. Banyak penggemar menantikan kembalinya Arya Saloka sebagai Sena yang kini beradu peran dengan Asha Assuncao sebagai Davina. Berikut adalah rangkuman cerita untuk episode Selasa, 9 Juni 2026, yang tayang pukul 19.00 WIB. Davina Ungkap Perasaan kepada Sena Hari-hari Davina terasa sangat berat sejak berpisah […]

  • MotoGP Ceko 2026

    Jadwal MotoGP Ceko 2026 dan Moto3 — Bezzecchi vs Martin Makin Sengit di Brno

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Akhir pekan ini, Sirkuit Brno kembali hidup. MotoGP Ceko 2026 resmi menggelar seri kesembilannya mulai Jumat 19 Juni hingga Minggu 21 Juni 2026. Tiga hari penuh aksi — dari sesi latihan bebas, kualifikasi, sprint race, sampai balapan utama yang selalu memacu adrenalin. Dan kali ini, taruhannya lebih besar dari sekadar poin. Klasemen masih sangat […]

  • edukasi-anak-tanpa-kata-jangan

    Edukasi Anak Tanpa Kata “Jangan”, Begini Cara yang Disarankan Psikolog

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Kebaruan. Kata “jangan” sering meluncur begitu saja dari mulut orang tua, puluhan kali sehari. Padahal, edukasi anak lewat larangan terus-menerus justru berisiko membuat anak jadi serba takut mencoba hal baru. Psikolog keluarga dan anak Audrey Ricker menyebut, melarang tanpa penjelasan bisa membuat anak bingung antara mematuhi orang tua atau mengikuti dorongan alami mereka untuk bereksplorasi. […]

  • party (7)

    Strategi Saham BRI Dividen 2026: Mengunci Passive Income di Tengah Volatilitas

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bagi banyak investor di Indonesia, mendengar kode saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia) sering kali memunculkan rasa aman. Bukan tanpa alasan, Bank BRI telah lama menjadi primadona bagi mereka yang mengejar passive income melalui pembagian laba. Namun, di tahun 2026 ini, apakah strategi “beli dan lupakan” masih relevan untuk saham BRI dividen? Mari kita bedah […]

  • 10-lagu-indonesia-yang-mendunia

    10 Lagu Indonesia yang Mendunia, Bukti Musik Lokal Bisa Tembus Pasar Global

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle firmansyah
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Kebaruan. Lagu Indonesia yang mendunia bukan lagi cerita langka di industri musik Tanah Air. Berkat platform streaming dan media sosial, karya musisi lokal kini bisa didengar pendengar di berbagai belahan dunia hanya lewat satu klik. Fenomena ini membuktikan bahwa kualitas musik Indonesia sanggup bersaing, bahkan mengalahkan nama-nama besar di chart global sekalipun. Berikut sepuluh lagu […]

expand_less