Cara Solat Jenazah: Niat, Bacaan, dan Gerakan Lengkap
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Solat jenazah tidak memakai rukuk, sujud, azan, maupun iqamah. Anda berdiri, bertakbir empat kali, dan mendoakan almarhum atau almarhumah di antara takbir. Hukumnya fardu kifayah. Bila sebagian orang di suatu tempat sudah mengerjakannya, kewajiban gugur bagi yang lain.
Syarat sebelum solat jenazah
Orang yang solat harus suci, menutup aurat, dan menghadap kiblat. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani, lalu diletakkan di depan jamaah. Solat ghaib untuk jenazah yang jauh menjadi pengecualiannya.
Imam berdiri sejajar kepala jenazah laki-laki. Untuk jenazah perempuan, imam berdiri sejajar bagian tengah tubuh, yaitu perut atau pinggang. Sebagian rujukan Syafi’iyah menyebut pantat. Solat boleh dikerjakan kapan saja, termasuk di waktu terlarang.
Niat solat jenazah
Niat cukup di hati. Sebagian ulama mazhab Syafi’i menyunahkan melafalkannya.
Jenazah laki-laki, sebagai imam
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbiratin fardhal kifayati imaman lillahi ta’ala.
Jenazah perempuan, sebagai imam
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli ‘ala hadzihil mayyitati arba’a takbiratin fardhal kifayati imaman lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat solat atas jenazah perempuan ini empat takbir, fardu kifayah, sebagai imam, karena Allah Ta’ala.”
Jenazah perempuan, sebagai makmum
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli ‘ala hadzihil mayyitati arba’a takbiratin fardhal kifayati ma’muman lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat solat atas jenazah perempuan ini empat takbir, fardu kifayah, sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.”
Niat makmum bagi jenazah laki-laki
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbiratin fardhal kifayati ma’muman lillahi ta’ala.
Perbedaannya hanya dua kata. “Hadzal mayyiti” berubah menjadi “hadzihil mayyitati” untuk perempuan, dan “imaman” menjadi “ma’muman” untuk makmum.
Gerakan dan bacaan solat jenazah
Takbir pertama. Angkat kedua tangan sambil mengucap “Allahu akbar”, lalu bersedekap. Baca ta’awudz, kemudian Al-Fatihah. Tidak ada doa iftitah.
Takbir kedua. Angkat tangan, ucap “Allahu akbar”, lalu baca shalawat Ibrahimiyah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, wa barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim fil ‘alamina innaka hamidun majid.
Takbir ketiga. Angkat tangan, ucap “Allahu akbar”, lalu doakan jenazah.
Laki-laki:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.
Perempuan:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا
Allahummaghfir laha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha.
Anda juga bisa membaca versi yang lebih panjang dari hadis riwayat Muslim. Jenazah anak-anak punya doa khusus.
Takbir keempat. Angkat tangan, ucap “Allahu akbar”, diam sejenak, lalu baca doa penutup.
Laki-laki:
اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ
Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahu waghfir lana wa lahu.
Perempuan, ganti akhiran menjadi ajraha, ba’daha, dan laha (أَجْرَهَا، بَعْدَهَا، وَلَهَا).
Salam. Ucapkan “Assalamu’alaikum wa rahmatullah” ke kanan, lalu ke kiri. Sebagian ulama membolehkan satu salam.
Hal yang perlu diingat
Baca bacaan dengan suara pelan, kecuali takbir dan salam yang imam keraskan. Perbanyak shaf, karena semakin banyak jamaah, semakin besar pula pahalanya. Bagi yang tidak sanggup berdiri, solat jenazah boleh dikerjakan sambil duduk.
- Penulis: Firmansyah
