Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Regulasi » Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo dan Kapolri, Mantan Komisaris Pelni Tanya Kapan Mundur dari Kasus Febrie

Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo dan Kapolri, Mantan Komisaris Pelni Tanya Kapan Mundur dari Kasus Febrie

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Langkah tak terduga dari Hotman Paris Hutapea langsung memancing respons publik. Pengacara kondang itu meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri atas pernyataannya dalam konferensi pers terkait kasus eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Permintaan maaf itu langsung memantik respons keras dari mantan Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto.

“Partai Gerindra sudah ultimatum. Istana sudah bantah keras. Hotman Paris tetiba minta maaf hari ini… besok-besok minta mundur?” tulis Dede di akun X pribadinya, Selasa (21/7).

Blunder yang Mahal — Menyeret Nama Presiden ke Konferensi Pers

Akar masalah ini bermula dari jumpa pers Hotman di Kejaksaan Agung RI pada Jumat (17/7/2026) malam.

Saat itu Hotman Paris menyebut Febrie sebagai “kebanggaan Presiden Prabowo” yang dikriminalisasi tanpa “pamit” kepada Presiden. Hotman Paris bahkan secara langsung menyindir Kapolri dengan mempertanyakan apakah proses penyidikan sudah mendapat izin dari Presiden.

“Bayangin, orang kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi, bahkan tanpa pamit sama Presiden. Benar-benar, saya melihat kurang penghormatan terhadap Presiden Prabowo,” kata Hotman Paris saat itu.

Pernyataan itu langsung memantik respons keras dari Partai Gerindra dan Istana Kepresidenan yang membantah klaim tersebut secara tegas.

Dede Budhyarto: Ini Bom Waktu, Bukan Senjata

Dede tidak berhenti pada pertanyaan soal mundur. Ia mengurai analisis lebih tajam tentang apa yang salah dari strategi Hotman.

Menurutnya, kasus yang sudah menjadi konsumsi publik punya “hukum sosial” yang lebih berat dari ancaman pidana. Reputasi dan kredibilitas bisa hancur jauh lebih cepat dari proses hukum yang memakan waktu bertahun-tahun.

“Ini pelajaran buat lawyer mahal: di era medsos, narasi ‘kedekatan kekuasaan’ bukan senjata, tapi bom waktu,” tandasnya.

Dede menilai Hotman melakukan blunder fatal dengan menggeser fokus dari bukti hukum ke narasi politik — dan di era media sosial, narasi seperti itu cepat berbalik menjadi bumerang.

Argumen Hotman — Apa yang Ia Coba Bangun?

Terlepas dari kontroversinya, argumen Hotman saat konferensi pers sebenarnya punya substansi yang coba ia angkat.

Hotman menyoroti pencapaian Febrie saat memimpin Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) — yang berhasil mengembalikan aset senilai Rp300 triliun serta memulihkan kerugian negara Rp130 triliun dalam satu tahun.

Hotman juga mempertanyakan prosedur kepolisian yang langsung menetapkan Febrie sebagai tersangka tanpa pemeriksaan sebagai saksi lebih dulu.

“Hei, kenapa enggak nanya Pak Prabowo dulu sebelum melakukan ini terhadap tangan kanan dari yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo?” ujarnya.

Argumen prosedural itu sebenarnya valid secara hukum — dan sudah menjadi perdebatan di kalangan ahli hukum pidana. Tapi cara menyampaikannya yang menyeret nama presiden justru membayangi substansi hukum yang ingin Hotman angkat.

Tiga Poin yang Membuat Kasus Ini Makin Kompleks

1. Gerindra Angkat Bicara

Partai Gerindra — partai Presiden Prabowo — sudah memberikan ultimatum terkait pernyataan Hotman. Ini bukan sinyal kecil. Ketika partai penguasa bergerak merespons seorang pengacara, tekanan politiknya sangat nyata.

2. Istana Bantah Keras

Pihak Istana tidak membiarkan narasi “kebanggaan Presiden” itu mengendap tanpa tanggapan. Bantahan keras dari Istana membuat posisi Hotman semakin sulit dipertahankan.

3. Hotman Minta Maaf — Tapi Belum Menyebut Mundur

Permintaan maaf itu penting karena membuktikan bahwa narasi yang Hotman bangun tidak berjalan sesuai rencana. Tapi Hotman belum menyebut mundur dari kasus Febrie — dan itulah yang menjadi pertanyaan besar Dede Budhyarto.

Apa Artinya Ini bagi Proses Hukum Febrie?

Posisi Hotman Paris yang melemah secara politis tidak otomatis mempengaruhi proses hukum Febrie. Kasus tetap berjalan di jalurnya.

Tapi strategi pembelaan yang sudah keluar jalur di babak awal jelas merugikan terdakwa. Publik kini lebih fokus pada drama Hotman daripada pada substansi kasus Febrie itu sendiri.

Bagi Febrie, ini bukan situasi yang menguntungkan. Pengacara yang harusnya membangun narasi hukum yang kuat justru sibuk meminta maaf kepada Presiden dan petinggi aparat.

Apakah Hotman akan mundur? Sampai hari ini belum ada pernyataan resmi. Tapi tekanan dari berbagai arah — Gerindra, Istana, dan opini publik — sudah sangat kuat.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Operasi Gabungan Hari Ini: Ada Razia Pajak Kendaraan di Graha Fortune Tangsel

    Update Operasi Gabungan Hari Ini: Ada Razia Pajak Kendaraan di Graha Fortune Tangsel

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Pemerintah daerah bersama kepolisian terus berupaya meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menuntaskan kewajiban finansial sektor transportasi. Langkah tegas aparat penegak hukum lewat agenda Razia Pajak kendaraan hari ini menyasar para pengguna jalan yang lalai mematangkan administrasi tahunan mereka. Pelaksanaan razia pajak kendaraan ini menguji kesiapan dokumen para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintasi jalur […]

  • Harga Emas Antam Anjlok Lagi: Cek Update Terbaru per 19 Juni 2026

    Harga Emas Antam Anjlok Lagi: Cek Update Terbaru per 19 Juni 2026

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kabar kurang menggembirakan kembali menghampiri para investor logam mulia pada perdagangan hari ini, Jumat, 19 Juni 2026. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan tajam. Berdasarkan data terbaru pukul 08.30 WIB, harga dasar emas Antam merosot Rp30.000 menjadi Rp2.673.000 per gram. Sebelumnya, harga emas ini sempat bertahan di angka Rp2.703.000 per […]

  • Fakta soal Berkas Penting di Gedung Bapenda DKI yang Terbakar

    Fakta soal Berkas Penting di Gedung Bapenda DKI yang Terbakar

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kabar kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, langsung memicu kekhawatiran banyak warga. Wajar saja, gedung ini menyimpan data perpajakan warga Jakarta dalam jumlah besar. Kejadian pada Jumat malam, 7 Agustus 2026, itu menghanguskan enam lantai sekaligus, mulai lantai 11 hingga lantai 16. Data Pajak Dipastikan Aman Gubernur DKI […]

  • Waspada, Ini Daftar Minuman Kemasan Tinggi Gula di Minimarket yang Buruk bagi Kesehatan

    Waspada, Ini Daftar Minuman Kemasan Tinggi Gula di Minimarket yang Buruk bagi Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Saat berbelanja di minimarket, kita sering tergoda membeli minuman kemasan karena rasanya yang manis dan menyegarkan. Namun, banyak produk yang justru mengandung kadar gula sangat tinggi. Konsumsi gula berlebihan setiap hari memicu berbagai masalah kesehatan serius seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan kerusakan gigi. Jenis Minuman Kemasan dengan Kadar Gula Tinggi Banyak minuman populer […]

  • Strategi Saham BRI Dividen 2026: Mengunci Passive Income di Tengah Volatilitas

    Strategi Saham BRI Dividen 2026: Mengunci Passive Income di Tengah Volatilitas

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bagi banyak investor di Indonesia, mendengar kode saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia) sering kali memunculkan rasa aman. Bukan tanpa alasan, Bank BRI telah lama menjadi primadona bagi mereka yang mengejar passive income melalui pembagian laba. Namun, di tahun 2026 ini, apakah strategi “beli dan lupakan” masih relevan untuk saham BRI dividen? Mari kita bedah […]

  • AS Tembak Kapal Tanker M/T Belma, Blokade Laut Iran Kembali Memanas

    AS Tembak Kapal Tanker M/T Belma, Blokade Laut Iran Kembali Memanas

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Angkatan Laut Amerika Serikat mengambil tindakan tegas terhadap kapal yang melanggar aturan dagang mereka. Sebuah pesawat militer AS menembak kapal tanker M/T Belma berbendera Curaçao pada Rabu (15/7). Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa jet tempur mereka melepas rudal Hellfire tepat ke arah cerobong asap kapal. Kapal […]

expand_less