Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Regulasi » Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo dan Kapolri, Mantan Komisaris Pelni Tanya Kapan Mundur dari Kasus Febrie

Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo dan Kapolri, Mantan Komisaris Pelni Tanya Kapan Mundur dari Kasus Febrie

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Langkah tak terduga dari Hotman Paris Hutapea langsung memancing respons publik. Pengacara kondang itu meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri atas pernyataannya dalam konferensi pers terkait kasus eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Permintaan maaf itu langsung memantik respons keras dari mantan Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto.

“Partai Gerindra sudah ultimatum. Istana sudah bantah keras. Hotman Paris tetiba minta maaf hari ini… besok-besok minta mundur?” tulis Dede di akun X pribadinya, Selasa (21/7).

Blunder yang Mahal — Menyeret Nama Presiden ke Konferensi Pers

Akar masalah ini bermula dari jumpa pers Hotman di Kejaksaan Agung RI pada Jumat (17/7/2026) malam.

Saat itu Hotman Paris menyebut Febrie sebagai “kebanggaan Presiden Prabowo” yang dikriminalisasi tanpa “pamit” kepada Presiden. Hotman Paris bahkan secara langsung menyindir Kapolri dengan mempertanyakan apakah proses penyidikan sudah mendapat izin dari Presiden.

“Bayangin, orang kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi, bahkan tanpa pamit sama Presiden. Benar-benar, saya melihat kurang penghormatan terhadap Presiden Prabowo,” kata Hotman Paris saat itu.

Pernyataan itu langsung memantik respons keras dari Partai Gerindra dan Istana Kepresidenan yang membantah klaim tersebut secara tegas.

Dede Budhyarto: Ini Bom Waktu, Bukan Senjata

Dede tidak berhenti pada pertanyaan soal mundur. Ia mengurai analisis lebih tajam tentang apa yang salah dari strategi Hotman.

Menurutnya, kasus yang sudah menjadi konsumsi publik punya “hukum sosial” yang lebih berat dari ancaman pidana. Reputasi dan kredibilitas bisa hancur jauh lebih cepat dari proses hukum yang memakan waktu bertahun-tahun.

“Ini pelajaran buat lawyer mahal: di era medsos, narasi ‘kedekatan kekuasaan’ bukan senjata, tapi bom waktu,” tandasnya.

Dede menilai Hotman melakukan blunder fatal dengan menggeser fokus dari bukti hukum ke narasi politik — dan di era media sosial, narasi seperti itu cepat berbalik menjadi bumerang.

Argumen Hotman — Apa yang Ia Coba Bangun?

Terlepas dari kontroversinya, argumen Hotman saat konferensi pers sebenarnya punya substansi yang coba ia angkat.

Hotman menyoroti pencapaian Febrie saat memimpin Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) — yang berhasil mengembalikan aset senilai Rp300 triliun serta memulihkan kerugian negara Rp130 triliun dalam satu tahun.

Hotman juga mempertanyakan prosedur kepolisian yang langsung menetapkan Febrie sebagai tersangka tanpa pemeriksaan sebagai saksi lebih dulu.

“Hei, kenapa enggak nanya Pak Prabowo dulu sebelum melakukan ini terhadap tangan kanan dari yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo?” ujarnya.

Argumen prosedural itu sebenarnya valid secara hukum — dan sudah menjadi perdebatan di kalangan ahli hukum pidana. Tapi cara menyampaikannya yang menyeret nama presiden justru membayangi substansi hukum yang ingin Hotman angkat.

Tiga Poin yang Membuat Kasus Ini Makin Kompleks

1. Gerindra Angkat Bicara

Partai Gerindra — partai Presiden Prabowo — sudah memberikan ultimatum terkait pernyataan Hotman. Ini bukan sinyal kecil. Ketika partai penguasa bergerak merespons seorang pengacara, tekanan politiknya sangat nyata.

2. Istana Bantah Keras

Pihak Istana tidak membiarkan narasi “kebanggaan Presiden” itu mengendap tanpa tanggapan. Bantahan keras dari Istana membuat posisi Hotman semakin sulit dipertahankan.

3. Hotman Minta Maaf — Tapi Belum Menyebut Mundur

Permintaan maaf itu penting karena membuktikan bahwa narasi yang Hotman bangun tidak berjalan sesuai rencana. Tapi Hotman belum menyebut mundur dari kasus Febrie — dan itulah yang menjadi pertanyaan besar Dede Budhyarto.

Apa Artinya Ini bagi Proses Hukum Febrie?

Posisi Hotman Paris yang melemah secara politis tidak otomatis mempengaruhi proses hukum Febrie. Kasus tetap berjalan di jalurnya.

Tapi strategi pembelaan yang sudah keluar jalur di babak awal jelas merugikan terdakwa. Publik kini lebih fokus pada drama Hotman daripada pada substansi kasus Febrie itu sendiri.

Bagi Febrie, ini bukan situasi yang menguntungkan. Pengacara yang harusnya membangun narasi hukum yang kuat justru sibuk meminta maaf kepada Presiden dan petinggi aparat.

Apakah Hotman akan mundur? Sampai hari ini belum ada pernyataan resmi. Tapi tekanan dari berbagai arah — Gerindra, Istana, dan opini publik — sudah sangat kuat.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • tanah-karhutla-sulit-padam

    Tanah Karhutla Sulit Padam: Bara Gambut, Bukan Batu Bara?

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Kebaruan. Penyebab utamanya gambut, bukan batu bara. Tanah karhutla di Kalimantan dan Sumatra banyak berupa gambut, yaitu lapisan tanah organik yang bisa menyimpan bara di bawah permukaan. Karena itu, api yang tampak padam di atas sering masih menyala di bawah. Memang ada kasus batu bara yang ikut terbakar di bawah tanah, tetapi itu pengecualian, bukan […]

  • Kacamata Teknologi Makin Canggih, Samsung Galaxy Glasses Resmi Meluncur

    Kacamata Teknologi Makin Canggih, Samsung Galaxy Glasses Resmi Meluncur

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kacamata teknologi bukan lagi barang fiksi ilmiah. Perangkat ini justru jadi medan pertarungan baru raksasa teknologi dunia sepanjang 2026. Samsung baru saja meluncurkan Galaxy Glasses. Langkah ini menandai keseriusan perusahaan asal Korea Selatan memasuki arena komputasi spasial. Samsung Galaxy Glasses Resmi Meluncur Samsung mengumumkan Galaxy Glasses dalam acara Galaxy Unpacked di London, Inggris, Rabu […]

  • Demo Mahasiswa Hari Ini di Monas, Ini Tuntutan Lengkap para Pendemo

    Demo Mahasiswa Hari Ini di Monas, Ini Tuntutan Lengkap para Pendemo

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Jakarta Pusat kembali dipadati massa aksi hari ini, Jumat (17/7/2026). Saya memantau perkembangan aksi ini sejak pagi, dan pemerintah kota jelas tidak main-main menyikapinya — Polda Metro Jaya menyiagakan 4.132 personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan jajaran Polsek untuk mengamankan jalannya demo mahasiswa di kawasan Monas dan Patung Kuda. Siapa Saja yang […]

  • Kejayaan Tim Putri di Uber Cup 2026: Indonesia Juara Grup Setelah Taklukkan Taiwan

    Kejayaan Tim Putri di Uber Cup 2026: Indonesia Juara Grup Setelah Taklukkan Taiwan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Perjalanan Dramatis Indonesia di Fase Grup Uber Cup. Tim putri Indonesia memastikan diri keluar sebagai juara grup setelah mencatatkan hasil positif melawan tim kuat Taiwan. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, skor akhir 29-30 di salah satu partai pembuka menunjukkan betapa sengitnya persaingan di level tertinggi ini. Kemenangan ini sangat krusial karena posisi juara grup […]

  • Argentina, Prancis, dan Norwegia Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

    Argentina, Prancis, dan Norwegia Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Satu malam, tiga kejutan manis. Argentina, Prancis, dan Norwegia kompak mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dalam waktu nyaris bersamaan. Suporter sepak bola dunia mendapat tontonan berkelas sekaligus kepastian: para raksasa mulai menunjukkan taringnya lebih awal. Total sudah enam tim yang resmi lolos ke fase gugur turnamen akbar ini. Argentina Buktikan […]

  • Tragedi Helikopter PK-CFX di Sekadau: Delapan Korban Ditemukan Meninggal Dunia

    Tragedi Helikopter PK-CFX di Sekadau: Delapan Korban Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Hari ini, Jumat (17/4/2026), menjadi momen kelam bagi dunia penerbangan tanah air. Insiden jatuhnya helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara di kawasan hutan Kecamatan Nanga Taman, Sekadau, Kalimantan Barat, telah dikonfirmasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Seluruh delapan orang yang berada di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia. Kronologi Kejadian: Sinyal Darurat di Jantung […]

expand_less