Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Regulasi » Update Ijazah Gibran MA Batalkan Suket, Bagaimana Jabatan Wapres?

Update Ijazah Gibran MA Batalkan Suket, Bagaimana Jabatan Wapres?

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka memasuki babak baru. Mahkamah Agung membatalkan surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA milik Wakil Presiden, dan kabarnya mencuat Jumat (30/10/2026). Meski begitu, kursi wapres belum bergeser sedikit pun.

Putusan MA: yang batal suket, bukan ijazah

MA mengabulkan kasasi Subhan Palal. Majelis kasasi dipimpin Ketua Kamar Tata Usaha Negara MA, Yulius, dengan nomor perkara 742 K/TUN/2026. Objek sengketanya adalah Surat Keterangan Nomor 9149/D.D1/KS/2019 dari Kemendikdasmen. Sebelumnya, PTUN Jakarta menyatakan gugatan ini tidak dapat diterima pada 21 Mei 2026. Kini MA membalik putusan itu.

Namun, amar yang beredar tidak memuat perintah apa pun soal jabatan wapres. Selain itu, tanggal putusan masih simpang siur. Satu media menulis 20 Oktober, sedangkan media lain menulis 30 Oktober. Karena itu, pembaca perlu mengecek salinan resmi di situs MA.

Jejak ijazah Gibran di MK

Putusan MA tidak berdiri sendiri. Pada 6 Oktober 2026, MK menolak gugatan Denny Indrayana dan 11 pemohon lain karena legal standing mereka tidak terpenuhi. Meski begitu, hakim menyampaikan temuan penting. MK tidak menemukan dokumen ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang membuktikan Gibran tamat pendidikan setara SMA.

Keterangan Kemendikdasmen di persidangan

Di ruang sidang, Kemendikdasmen memberi gambaran serupa. Permohonan penyetaraan masuk secara daring pada 6 Agustus 2019, dan tim verifikasi mengaku tidak menerima ijazah. Dokumen yang masuk berupa certificate of attendance dari UTS Insearch di Sydney dan transkrip nilai. Menurut MK, dokumen kehadiran itu hanya menerangkan keikutsertaan kuliah, bukan kelulusan.

Alasan MK tak menyentuh kursi Gibran

Meski demikian, MK tidak menyentuh jabatan Gibran. Status calon wapres berakhir sejak pelantikan pada 20 Oktober 2024. Akibatnya, perkara ini keluar dari rezim sengketa hasil pemilu.

Gugatan PTUN lain gugur sehari sebelumnya

Sehari sebelum kabar MA muncul, jalur PTUN lain berhenti. PT Mercy Toga Kirana mendaftarkan gugatan terhadap Kemendikdasmen pada 15 Juli 2026. Kemudian Denny Indrayana, kuasa hukumnya, mencabut gugatan itu dalam sidang Kamis (29/10/2026). Alasannya, Kemendikdasmen tak kunjung menunjukkan dokumen yang penggugat minta. Sementara itu, Gibran menyatakan siap membuka dokumen pembuktian, lalu memilih kembali bekerja.

Dua tafsir soal nasib kursi wapres

Kubu penggugat: Gibran harus mundur

Kubu penggugat menarik garis lurus. Subhan menilai suket yang tidak sah berarti dokumen itu tak pernah ada, sehingga Gibran harus mundur. Denny menyuarakan hal senada.

Kubu Gibran: putusan tak berlaku surut

Sebaliknya, kubu Gibran membaca putusan ini secara berbeda. Kuasa hukum Muhammad Rullyandi menilai putusan MA tidak berlaku surut dan tidak memengaruhi kedudukan wapres. Ia juga menyebut peninjauan kembali masih terbuka. Istana menempuh nada serupa setelah putusan MK. Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto menyatakan ijazah itu belum ketemu, bukan berarti tidak ada.

Di sisi lain, pengamat hukum mengingatkan bahwa jarak antara “suket batal” dan “jabatan gugur” cukup jauh. Putusan MA tidak menyatakan Gibran tak pernah bersekolah, dan amar yang beredar hanya menyangkut keabsahan suket.

Pemakzulan masih jauh dari kenyataan

Pemakzulan menjadi satu-satunya jalur konstitusional untuk mencopot wapres di tengah masa jabatan. Pasal 7A dan 7B UUD 1945 mengatur prosesnya: DPR memulai, MK memutus, lalu MPR mengambil keputusan akhir. Dengan demikian, putusan MA saja tidak cukup untuk menurunkan Gibran.

Denny dan kelompoknya memang berencana menemui DPR dan partai politik. Namun, sinyal dari parlemen belum searah. Golkar, misalnya, menilai polemik ini tak perlu masuk pansus atau hak angket.

Yang perlu dipantau berikutnya

Hingga Jumat malam, tanggapan Gibran atas putusan MA belum muncul dalam pemberitaan. Oleh karena itu, tiga hal layak dipantau: salinan resmi putusan MA, langkah peninjauan kembali dari Kemendikdasmen atau Gibran, dan sikap fraksi di DPR. Selama tiga hal itu belum jelas, nasib ijazah Gibran sebagai syarat pencalonan masih jadi perdebatan hukum dan politik

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harusnya Berapa Banyak Air Putih yang Kita Minum dalam Sehari?

    Harusnya Berapa Banyak Air Putih yang Kita Minum dalam Sehari?

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Kebaruan. Pertanyaan soal berapa banyak air putih yang perlu diminum setiap hari sebenarnya sudah punya jawaban baku dari Kementerian Kesehatan RI. Standar yang berlaku: orang dewasa dianjurkan minum sekitar 8 gelas berukuran 230 ml per hari, atau setara 2 liter. Angka ini berasal dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang diterbitkan Kemenkes lewat Peraturan Menteri Kesehatan […]

  • Jenis Bahan-Bahan untuk Baju Kerudung, Lengkap dengan Karakteristiknya

    Jenis Bahan-Bahan untuk Baju Kerudung, Lengkap dengan Karakteristiknya

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kebaruan. Memilih jenis bahan-bahan yang tepat menentukan kenyamanan dan tampilan akhir sebuah kerudung. Bahan yang adem cocok untuk cuaca panas, sementara bahan yang jatuh lebih pas untuk acara formal. Berikut ragam bahan populer yang biasa dipakai penjahit dan produsen kerudung di Indonesia. Katun Katun menjadi pilihan utama banyak orang karena sifatnya yang menyerap keringat dengan […]

  • 162 Calon Mahasiswa Gagal Masuk Universitas Negeri Korea Selatan Gara-Gara Catatan Pelanggaran Semasa Sekolah

    162 Calon Mahasiswa Gagal Masuk Universitas Negeri Korea Selatan Gara-Gara Catatan Pelanggaran Semasa Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Nilai akademik ternyata bukan satu-satunya penentu masa depan di Korea Selatan. Sebanyak 162 calon mahasiswa gagal lolos ke 10 universitas negeri bergengsi di negeri ginseng itu — bukan karena nilai mereka buruk, melainkan karena rekam jejak perilaku mereka semasa sekolah ikut masuk dalam penilaian seleksi. Fakta ini bukan rumor. Data resmi yang terbit pada […]

  • PSI Siap Sambut Safari Politik Jokowi di Jawa Tengah

    PSI Siap Sambut Safari Politik Jokowi di Jawa Tengah

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Safari politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, akan segera berlanjut ke wilayah Jawa Tengah. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan kesiapan mereka untuk menyambut agenda ini. Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, menegaskan bahwa partainya ingin memastikan Jawa Tengah benar-benar menjadi “kandang gajah” bagi Jokowi. Persiapan Matang PSI Jawa Tengah Antonius Yogo kini menunggu […]

  • Prediksi Liga Champions Bayern Munchen vs Real Madrid, Neraka Madrid di Allianz Arena

    Prediksi Liga Champions Bayern Munchen vs Real Madrid, Neraka Madrid di Allianz Arena

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Malam ini, Kamis, 16 April 2026, Liga Champions, giliran Munchen yang menjadi pusat perhatian dunia. Allianz Arena akan menjadi panggung laga hidup mati Leg Kedua antara Bayern Munchen menjamu sang raja Eropa, Real Madrid. Dengan dukungan penuh publik Bavaria, Bayern membawa misi besar untuk menumbangkan dominasi Madrid di kasta tertinggi Eropa ini. Data & […]

  • Buah Apa yang Meredakan Sakit Saat Nyeri haid? Ini 7 Pilihan Alami

    Buah Apa yang Meredakan Sakit Saat Nyeri haid? Ini 7 Pilihan Alami

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Nyeri haid memang bikin aktivitas jadi berantakan. Rasa kram di perut bagian bawah sering datang tiba-tiba, bahkan sampai menjalar ke pinggang. Banyak orang langsung mengonsumsi obat pereda nyeri, padahal beberapa jenis buah juga bisa membantu meringankan gejalanya secara alami. Kandungan magnesium, kalium, dan antiinflamasi alami dalam buah-buahan tertentu memang berperan meredakan kontraksi otot rahim. […]

expand_less