Transportasi Umum Jakarta Peringkat 15 Dunia Versi Time Out
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Peringkat ke-15 dari 20 kota. Itulah posisi transportasi umum Jakarta dalam survei tahunan Time Out 2026. Skor kepuasan warganya mencapai 79,2%. Hasil ini terbit pada Kamis (15/10/2026) dan menempatkan ibu kota di daftar kota dengan layanan terbaik menurut penggunanya.
Daftar 20 kota dengan transportasi umum terbaik 2026
Taipei memimpin dengan skor 95%. Singapura dan Hong Kong menyusul di kisaran 93%. Jakarta duduk di tengah-bawah daftar, tepat di atas Riyadh.
| Peringkat | Kota | Negara/Wilayah | Skor kepuasan |
|---|---|---|---|
| 1 | Taipei | Taiwan | 95% |
| 2 | Singapura | Singapura | 93,5% |
| 3 | Hong Kong | Hong Kong | 92,8% |
| 4 | Edinburgh | Skotlandia | 92,4% |
| 5 | Seoul | Korea Selatan | 91,1% |
| 6 | Zurich | Swiss | 90,7% |
| 7 | Wina | Austria | 90,3% |
| 8 | Tallinn | Estonia | 85,3% |
| 9 | Helsinki | Finlandia | 83,6% |
| 10 | Medellín | Kolombia | 83% |
| 11 | Shanghai | China | 82,7% |
| 12 | Warsawa | Polandia | 81,9% |
| 13 | Osaka | Jepang | 81,6% |
| 14 | Stockholm | Swedia | 80,3% |
| 15 | Jakarta | Indonesia | 79,2% |
| 16 | Riyadh | Arab Saudi | 78,2% |
| 17 | Hamburg | Jerman | 77% |
| 18 | Amsterdam | Belanda | 76,9% |
| 19 | Vancouver | Kanada | 76,7% |
| 20 | Oslo | Norwegia | 75,9% |
Beberapa kota yang sistemnya sudah lama matang ada di bawah Jakarta, yaitu Hamburg, Amsterdam, Vancouver, dan Oslo. Sebaliknya, Stockholm hanya unggul sekitar satu poin.
Cara Time Out menyusun peringkat
Time Out menanyai lebih dari 24 ribu warga di berbagai kota. Responden menilai transportasi umum kotanya, dari bus, kereta, hingga trem, dengan skala satu sampai lima. Peringkat lalu mengikuti persentase warga yang menjawab “baik” atau “luar biasa”.
Ada satu aturan yang sering terlewat. Setiap negara hanya mendapat satu kota, yaitu yang skornya tertinggi. Karena itu, Jakarta mewakili Indonesia. Selain itu, hasil ini mengukur persepsi, bukan audit teknis. Angka tadi menunjukkan seberapa puas penggunanya, bukan seberapa canggih sistemnya.
Perbandingan dengan tahun lalu juga menarik. Pada 2025, Jakarta berada di urutan ke-17 dari 19 kota, dengan sekitar 79% responden setuju. Skornya nyaris sama, tetapi peringkat naik dua. Namun, jumlah kota dan responden berbeda antara kedua edisi, jadi baca perbandingan ini dengan hati-hati.
Angka di balik transportasi umum Jakarta
Data lokal mendukung kesan positif itu. Pemprov DKI mencatat 230,8 juta penumpang Transjakarta, MRT, dan LRT pada kuartal II-2026. Angka itu naik 9,7% dari 210,4 juta di periode yang sama tahun lalu. Penghitungan tersebut belum memasukkan KRL.
BPS DKI memberi gambaran bulanan. Pada Maret 2026, Transjakarta mengangkut 32,13 juta penumpang dengan 4.792 bus yang beroperasi. MRT Jakarta mencatat 3,49 juta penumpang, naik 9,03% secara tahunan. Penumpang LRT Jakarta tumbuh 27,10% menjadi 114,67 ribu.
Gubernur Pramono Anung menyebut konektivitas antarmoda kini melampaui 93%. Integrasi lewat Jak Lingko memungkinkan penumpang berpindah dari bus ke kereta dengan satu sistem pembayaran.
Tarif ikut menarik penumpang. Transjakarta mematok Rp3.500 flat, dan Mikrotrans gratis. KRL dikenai Rp3.000 untuk 25 kilometer pertama. MRT berkisar Rp4.000 sampai Rp14.000, sedangkan LRT Jakarta Rp5.000.
Pekerjaan rumah yang masih berjalan
Jaringan Jakarta belum selesai. Pembangunan MRT Fase 2A telah mencapai 61,8%. LRT Jakarta Fase 1B melaju lebih jauh, dengan konstruksi 94,1% dan target rampung akhir 2026. Pramono menargetkan LRT Jakarta melayani hingga 80 ribu penumpang per hari setelah beroperasi penuh.
Untuk naik kelas, Jakarta masih perlu mengejar jarak sekitar 12 poin dari Seoul di posisi kelima. Lompatan sebesar itu butuh jaringan yang lebih padat, bukan sekadar pujian.
- Penulis: Firmansyah
