Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan & Investasi » Ke Mana Uang Anggaran Alam Indonesia? Ini Faktanya

Ke Mana Uang Anggaran Alam Indonesia? Ini Faktanya

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Pertanyaan soal ke mana perginya uang anggaran alam Indonesia punya jawaban yang cukup mengejutkan. Sebagian besar dananya justru menganggur, bukan tersalurkan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkap dana lingkungan hidup senilai sekitar Rp22 triliun masih tersimpan di rekening pemerintah. Masyarakat belum bisa memanfaatkan dana ini.

“Hari ini kami rapat perdana mengenai Perpres Nomor 47 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 77 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup,” ujar Zulhas di Jakarta, Rabu (22/7/2026). Ia menyebut Direktur Utama lembaga pengelola dana ini melaporkan jumlah dana yang terkumpul memang sangat besar.

Regulasi Berbelit Jadi Penyebab Utama

Menurut Zulhas, uang bukan masalah utama di sini. Aturan yang terlalu rumit justru menghambat proses pencairan dana ini. Bahkan, dana lingkungan hidup ini berpotensi terus bertambah, karena masih banyak pihak yang ingin menyalurkan pendanaan ke sektor ini.

Zulhas menjelaskan rencana pemanfaatan dana lingkungan hidup ke depan. Dana ini akan mendukung berbagai sektor: kehutanan, lingkungan hidup, energi dan sumber daya mineral, pertanian, hingga pemerintah daerah. Revisi Perpres ini diharapkan mempercepat proses pencairan. Dengan begitu, dana yang selama ini tersimpan bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bandingkan dengan Anggaran Resmi Alam Indonesia

Persoalan dana mengendap ini terjadi di tengah kenaikan anggaran resmi untuk sektor lingkungan dan kehutanan. Kementerian Kehutanan mendapat pagu anggaran Rp6,03 triliun pada APBN 2026. Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperoleh Rp1,39 triliun, naik hampir 29 persen dari tahun sebelumnya.

Pemerintah bahkan menaikkan lagi alokasi untuk tahun anggaran 2027. Fungsi Perlindungan Lingkungan Hidup kini mencapai Rp15,69 triliun, tumbuh 23,5 persen dibanding outlook 2026 yang sebesar Rp12,71 triliun. Angka ini fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir. Anggarannya sempat mencapai Rp14,5 triliun pada 2024, lalu anjlok ke Rp8,2 triliun pada 2025, sebelum perlahan naik kembali.

Kebutuhan Jauh Lebih Besar dari Anggaran yang Ada

Skala persoalan sebenarnya jauh lebih besar dari sekadar dana yang mengendap. Kementerian Keuangan menghitung kebutuhan pendanaan iklim Indonesia untuk mengikuti peta jalan Dokumen Kontribusi Nasional (NDC). Angkanya mencapai sekitar Rp200-300 triliun per tahun. Sayangnya, anggaran pemerintah selama ini hanya mampu menutupi sekitar 34 persen dari total kebutuhan pendanaan iklim tersebut.

Pemerintah rata-rata mengalokasikan belanja iklim sekitar Rp89,6 triliun per tahun dalam lima tahun terakhir. Angka ini setara 3,9 persen dari total alokasi APBN. Kesenjangan besar antara kebutuhan dan realisasi inilah yang membuat setiap rupiah anggaran alam menjadi sangat krusial, termasuk dana yang sempat mengendap tadi, untuk segera dimanfaatkan secara tepat sasaran.

Yang Perlu Diawasi ke Depan

Pemerintah sedang menggodok revisi Perpres terkait dana ini. Publik berhak menagih transparansi soal kapan dana Rp22 triliun ini benar-benar cair dan ke sektor mana saja alirannya. Sementara itu, kenaikan anggaran resmi kehutanan dan lingkungan hidup untuk 2026-2027 juga perlu diikuti pengawasan ketat. Kenaikan angka di atas kertas harus berbanding lurus dengan hasil nyata di lapangan: hutan yang terjaga, emisi yang turun, dan masyarakat sekitar kawasan hutan yang lebih sejahtera.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menang Sengit 1 Jam Lebih, Jonatan Christie Lolos ke Perempat Final Malaysia Masters 2026

    Menang Sengit 1 Jam Lebih, Jonatan Christie Lolos ke Perempat Final Malaysia Masters 2026

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan melangkah ke babak perempat final turnamen bulu tangkis BWF World Tour Super 500 Malaysia Masters 2026. Kemenangan krusial ini ia raih usai menaklukkan wakil Taiwan, Wang Po Wei, melalui pertarungan sengit selama tiga gim berdurasi 1 jam 6 menit pada Kamis (21/5/2026). Hasil […]

  • Kasus Suap Impor dan Nama Dirjen Bea Cukai Jenderal Djaka Budi Utama

    Kasus Suap Impor dan Nama Dirjen Bea Cukai Jenderal Djaka Budi Utama

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Dunia hukum tanah air kembali terguncang oleh munculnya nama Jenderal Djaka Budi Utama dalam persidangan kasus dugaan korupsi importasi barang. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut keterlibatan Jenderal Djaka Budi Utama dalam dakwaan terhadap pimpinan Blueray Cargo, John Field, di Pengadilan Tipikor Jakarta. Publik kini menyoroti bagaimana figur Jenderal Djaka Budi Utama muncul dalam […]

  • Cara Aktifkan WhatsApp Plus di Android, Gratis Sebulan dan Cuma Rp13.900 per Bulan

    Cara Aktifkan WhatsApp Plus di Android, Gratis Sebulan dan Cuma Rp13.900 per Bulan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Meta akhirnya resmi meluncurkan WhatsApp Plus di Indonesia — layanan berlangganan berbayar yang hadir dengan sejumlah fitur eksklusif yang tidak ada di versi gratis. Harganya? Rp13.900 per bulan. Tidak terlalu mahal untuk ukuran layanan digital. Dan kabar baiknya, pengguna di Indonesia mendapat kesempatan mencoba seluruh fiturnya secara gratis selama satu bulan penuh tanpa biaya […]

  • Sorotan Anggaran KopDes Rp1,6 Miliar, Kontraktor Hanya Terima Rp900 Juta

    Sorotan Anggaran KopDes Rp1,6 Miliar, Kontraktor Hanya Terima Rp900 Juta

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Isu mengenai Anggaran KopDes atau Koperasi Desa Merah Putih kembali mencuat dan menjadi topik hangat di berbagai kalangan masyarakat. Setelah sebelumnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyita perhatian publik, kini sorotan tajam tertuju pada proyek pembangunan fasilitas Koperasi Desa. Informasi yang beredar menunjukkan adanya selisih nilai proyek yang cukup signifikan antara total anggaran dengan […]

  • MBG Ditangguhkan Saat Liburan Sekolah Pemerintah Hemat Lebih dari Rp3 Triliun

    MBG Ditangguhkan Saat Liburan Sekolah Pemerintah Hemat Lebih dari Rp3 Triliun

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Agustina Arumsari, Wakil Ketua sekaligus juru bicara Badan Gizi Nasional (BGN), menjelaskan bahwa penangguhan sementara program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama masa liburan bukan keputusan tanpa alasan. Ada dua tujuan utama di balik kebijakan ini — memperbaiki tata kelola program dan menekan pengeluaran negara secara signifikan. Dan angkanya tidak main-main. Dari Mana Angka Rp3 […]

  • 11 Tuntutan Demo Buruh 24 September 2026: Dari Outsourcing sampai Cuti Haid

    11 Tuntutan Demo Buruh 24 September 2026: Dari Outsourcing sampai Cuti Haid

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Kebaruan. Sebelas poin. Itulah isi tuntutan demo buruh yang sekitar 50 ribu massa Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) usung ke Jakarta, Kamis (24/9/2026). Semuanya bermuara pada satu agenda, yaitu RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Selain itu, persoalan yang buruh angkat cukup luas, mulai dari status kerja, upah, sampai kesiapan menghadapi otomatisasi. Daftar Lengkap 11 Tuntutan Demo […]

expand_less