KM Virgo: Penyelam Tak Berani Masuk Terlalu Dalam, Ini Alasannya
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebauran. Posisi bangkai KM Virgo yang masih labil di dasar Laut Jawa membuat tim penyelam tidak berani menembus terlalu dalam ke badan kapal. Risikonya terlalu besar bagi keselamatan personel SAR.
Kasubbag Umum Basarnas Banjarmasin, Budiono, menjelaskan alasan itu, Senin (28/9/2026). “Sangat berisiko bagi penyelam masuk ke dalam badan kapal,” katanya, dikutip dari Antara.
Kronologi Singkat
KM Virgo terbalik dan tenggelam di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026), saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Evakuasi Hanya dari Sisi Luar
Karena kondisi kapal belum stabil, tim penyelam gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan unsur SAR lain hanya mengevakuasi jasad yang bisa dijangkau dari luar badan kapal. Keputusan ini mengutamakan keselamatan penyelam.
Meski begitu, tim tetap berupaya maksimal. Salah satu caranya dengan memecahkan kaca jendela kapal untuk menjangkau korban yang terjebak di dalam bangkai KM Virgo.
Budiono meminta doa dari masyarakat agar operasi SAR berjalan lancar. Ia berharap petugas di lapangan diberi kekuatan dan kesehatan demi menuntaskan misi kemanusiaan ini.
Alat Salvage Sudah Sampai Singapura
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan lewat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin melaporkan kabar baik. Peralatan salvage untuk mengangkat bangkai KM Virgo dari dasar laut sudah tiba di Singapura.
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyebut lembaga asuransi internasional Protection and Indemnity (P&I), penanggung jawab bersama pemilik kapal, sudah menyiapkan seluruh peralatan. P&I tinggal menunjuk mitra pelaksana salvage, kemungkinan dari perusahaan internasional.
“Dan semuanya itu sudah dipastikan peralatannya berupa crane barge (kapal kran apung), lengkap dengan main boom (sistem lengan utama),” ujar Heri. Kedua alat ini punya daya angkat tinggi, cocok untuk mengevakuasi bangkai kapal sebesar KM Virgo.
PT Jasalindo Kawal Sejak Awal
Untuk mitra lokal, Heri menyebut pelaksana salvage kemungkinan berasal dari PT Jasalindo. Perusahaan ini sudah mengawal proses sejak awal kejadian, termasuk memberi data kondisi kapal lewat teknologi remotely operated vehicle (ROV). Bahkan, foto pertama kondisi kapal di dasar laut juga berasal dari Jasalindo lewat ROV tersebut.
Setelah mitra pelaksana ditunjuk, tim lokal akan lebih dulu memetakan kondisi kapal, sambil menunggu perlengkapan dari Singapura tiba di lokasi. “Kita semua berharap seluruh perlengkapan salvage tersebut sudah berada di lokasi operasi dalam waktu kurang dari satu minggu,” kata Heri, merujuk janji pemilik KM Virgo kepada pimpinan Kementerian Perhubungan.
Data Terbaru Korban
Hingga hari ke-16 operasi SAR, Senin pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 179 dari 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8 sudah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 71 orang meninggal dunia. Sebanyak 64 korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Publik kini menanti kedatangan crane barge dari Singapura, yang diharapkan mempercepat proses evakuasi korban yang masih terjebak di dalam bangkai kapal.
- Penulis: Firmansyah
