Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Regulasi » Krisis Iklim Gerus Daya Beli Pekerja, Ini Temuan Greenpeace

Krisis Iklim Gerus Daya Beli Pekerja, Ini Temuan Greenpeace

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Krisis iklim kini ikut menekan dompet warga. Itulah temuan utama riset terbaru Greenpeace Indonesia berjudul “Besok Harga Naik!”, yang dirilis Selasa (20/10/2026). Menurut organisasi itu, bencana dan cuaca ekstrem menekan pendapatan, mengerek harga pangan, dan menggerus daya beli pekerja. Nelayan dan pekerja gig, seperti pengemudi ojek daring dan pekerja lepas, menjadi kelompok yang paling terpukul.

Pangan dan pendapatan paling terdampak

Riset ini menyorot delapan kelompok masyarakat di tiga wilayah aglomerasi Pulau Jawa: Jabodetabekjur, Cekungan Bandung, dan Kartamantul. Responden paling banyak merasakan dampak pada pola konsumsi dan biaya pangan, yaitu 41%. Produktivitas dan pendapatan menyusul di angka 39%. Sementara itu, 20% responden menyebut akses tempat tinggal dan biaya transportasi ikut terpengaruh.

Greenpeace menilai angka itu menunjukkan pergeseran. Krisis iklim tidak lagi cuma urusan lingkungan, tetapi juga persoalan ekonomi rumah tangga. Rilis tidak menyebut jumlah responden dan metode survei, jadi pembaca perlu memperlakukan temuan ini sebagai hasil riset advokasi.

Cara warga bertahan

Warga tidak diam. Riset mencatat 57,34% responden memangkas konsumsi nonesensial dan menghemat sekitar Rp50.000 sampai Rp1 juta per bulan. Sebanyak 38,78% menanam kebutuhan pokok di rumah, dengan penghematan Rp80.000 sampai Rp500.000.

Selain berhemat, banyak orang mencari tambahan. Sekitar 56,79% mengambil pekerjaan sampingan atau membuka usaha baru, yang menambah pemasukan Rp500.000 sampai Rp2,5 juta per bulan. Lalu, 17,73% mengembangkan produksi pangan mandiri seperti sayur, telur, dan susu, dengan hasil Rp5.000 sampai Rp500.000 per bulan.

Greenpeace membaca pola ini dengan dua sisi. Di satu sisi, warga menunjukkan daya lenting. Di sisi lain, beban adaptasi makin banyak jatuh ke rumah tangga, bukan negara.

Kritik terhadap pemerintah

Jeanny Sirait, Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, menyebut pemerintah gagal menyediakan solusi bagi dampak krisis iklim. Ia mengingatkan janji pemerintah soal lapangan kerja, ketahanan pangan, dan kesejahteraan. Greenpeace menyebut kabut asap berkepanjangan sebagai contoh nyata beban kesehatan dan ekonomi.

Atha Rasyadi, Ketua Tim Kampanye Sosial dan Ekonomi, mempertanyakan klaim pertumbuhan ekonomi. Presiden Prabowo Subianto menyebut ekonomi tumbuh 5,45% pada semester I 2026, tertinggi dalam 13 tahun, dengan inflasi 2,88%. Atha bertanya siapa yang benar-benar menikmati angka itu.

Greenpeace juga menuding pemerintah memprioritaskan anggaran yang memperberat beban warga. Organisasi itu menyebut program Makan Bergizi Gratis menyebabkan inflasi pangan dan menuding pemangkasan anggaran bencana. Klaim soal inflasi MBG belum terkonfirmasi sumber independen. Anggaran BNPB 2026 memang turun menjadi sekitar Rp491 miliar, tetapi pakar kebencanaan UMY mencatat pendanaan bencana juga datang dari kementerian, pemerintah daerah, dan dana bersama.

Aksi damai di Bundaran HI

Bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Greenpeace menggelar aksi di Bundaran HI. Aktivis membentangkan dua spanduk dari Patung Selamat Datang. Satu berbunyi “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dan menghadap Istana. Satu lagi menanyakan apa kerja pemerintah. Menurut FIN, spanduk digulung sekitar pukul 08.21 WIB.

Jeanny menutup dengan pertanyaan: jika rakyat menanggung sendiri dampak krisis iklim, lalu apa kerja pemerintah?

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klasemen Premier League Memanas, Chelsea dan MU Sama-sama Pesta Gol

    Klasemen Premier League Memanas, Chelsea dan MU Sama-sama Pesta Gol

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Malam yang penuh kejutan terjadi di dua sudut Inggris. Chelsea dan Manchester United sukses membawa pulang tiga poin, dan keduanya melakukannya dengan cara yang sama sekali tidak membosankan: pesta gol dan drama hingga menit akhir. Alhasil, hasil ini langsung mengubah wajah klasemen Premier League musim 2026/27. Stamford Bridge Bergetar, Chelsea Nyaris Terpeleset Awalnya semua […]

  • Ketegangan Meningkat: Serangan Udara AS Sasar Jalur Logistik Strategis Iran

    Ketegangan Meningkat: Serangan Udara AS Sasar Jalur Logistik Strategis Iran

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah sebuah serangan udara terjadi pada Kamis pagi, 9 Juli 2026. Pasukan militer Amerika Serikat menargetkan jembatan kereta api bernama Api Ogtay Khan atau Aq Taqeh Khan yang terletak di wilayah utara Iran. Serangan menggunakan rudal jelajah ini merusak infrastruktur penting yang menjadi penghubung jalur perdagangan […]

  • Orang Utan Pingsan Akibat Asap Karhutla di Ketapang Akhirnya Mati

    Orang Utan Pingsan Akibat Asap Karhutla di Ketapang Akhirnya Mati

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Mahsya
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Kebaruan.  Kasus orang utan pingsan akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ketapang, Kalimantan Barat, berujung duka. Sempurna, orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang sempat ditemukan tak sadarkan diri karena gangguan pernapasan, dinyatakan mati. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi kabar tersebut pada Kamis (3/9/2026). Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Murlan Dameria […]

  • Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

    Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Putusan bersalah dijatuhkan kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman penjara selama 10 tahun pada sidang yang digelar Selasa, 30 Juni 2026. Ketua majelis hakim Purwanto S Abdullah membacakan amar putusan dengan menyatakan […]

  • 7 Daerah di Indonesia yang Paling Kental dengan Kebudayaan dan Tradisi Leluhur

    7 Daerah di Indonesia yang Paling Kental dengan Kebudayaan dan Tradisi Leluhur

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Indonesia punya lebih dari 1.300 suku bangsa dan lebih dari 700 bahasa daerah. Kekayaan ini tidak ada duanya di dunia. Tapi di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, tidak semua daerah berhasil mempertahankan akar budayanya dengan kuat. Ada yang perlahan memudar. Ada yang justru makin kokoh. Artikel ini membahas daerah-daerah di Indonesia yang paling […]

  • Dua Demo Guncang Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 755 Personel

    Dua Demo Guncang Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 755 Personel

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Warga yang beraktivitas di kawasan Jakarta Pusat perlu ekstra waspada hari ini. Dua aksi Demo bakal berlangsung di wilayah tersebut, Jumat (14/8/2026). Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengonfirmasi jadwal dan lokasi kedua aksi tersebut lewat keterangan resmi. Demo Pertama: Mahasiswa Berkumpul di Kawasan Gambir Aksi pertama berlangsung pukul 08.00 WIB di […]

expand_less