Kebaruan.com Rutan Kelas IIB Klungkung berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung menggelar penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan penularan Hantavirus. Acara yang berlangsung di Aula Rutan Klungkung pada Senin (8/6) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan para warga binaan. Sebanyak 30 warga binaan mengikuti kegiatan untuk memahami risiko penyakit yang dapat ditularkan melalui tikus tersebut.
Pencegahan Penyakit di Lingkungan Rutan
Narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, Murtini, menjelaskan secara detail mengenai Hantavirus. Materi mencakup penyebab, gejala, serta berbagai metode pencegahan efektif dalam aktivitas sehari-hari. Murtini menekankan bahwa penularan virus ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan urine, feses, atau air liur tikus. Debu yang terkontaminasi kotoran tikus juga berpotensi menjadi media penyebaran bagi manusia.
Kepala Rutan Klungkung, Alviantino Riski Satriyo, menyatakan bahwa kesehatan warga binaan merupakan prioritas utama dalam pelayanan pemasyarakatan. Menurutnya, kerja sama ini membuktikan komitmen rutan dalam memberikan perlindungan kesehatan sekaligus pembinaan yang berkualitas. Beliau berharap para warga binaan dapat lebih memahami pentingnya kebersihan untuk menciptakan hunian yang aman.
Langkah Strategis dan Peran Aktif Warga Binaan
Para peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab dengan sangat antusias. Mereka aktif mengajukan pertanyaan untuk meminimalkan risiko penularan penyakit di area hunian. Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Ida Bagus Nyoman Sanjayadiputra, menilai edukasi ini sebagai langkah strategis bagi kualitas hidup warga binaan.
Pihak rutan menghimbau warga binaan agar selalu menjaga kebersihan kamar serta menyimpan makanan dengan rapat. Menghindari kontak langsung dengan tikus atau kotorannya menjadi langkah preventif yang krusial. Sanjayadiputra menambahkan bahwa penerapan pola hidup bersih akan membantu meminimalkan penyebaran penyakit menular di dalam rutan. Rutan Klungkung berkomitmen untuk terus mengadakan edukasi kesehatan secara berkelanjutan demi lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan terbebas dari risiko infeksi.
