Benarkah Minum Air Hangat Lalu Air Es Bisa Sebabkan Anyang-anyangan?
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Anggapan bahwa minum air hangat lalu disusul air es bisa memicu anyang-anyangan sudah lama beredar di masyarakat. Banyak orang tua melarang kebiasaan ini karena dianggap sebagai penyebab utama sakit saat buang air kecil. Namun, secara medis, klaim tersebut tidak punya dasar yang kuat.
Anyang-anyangan Bukan Soal Suhu Air
Anyang-anyangan atau dysuria adalah kondisi ketika seseorang terus-menerus ingin buang air kecil, tapi urine yang keluar hanya sedikit dan kadang disertai rasa perih. Gejala ini umumnya muncul akibat infeksi saluran kemih (ISK), bukan karena mencampur suhu air yang diminum.
Bakteri seperti E. coli menjadi penyebab paling umum ISK, terutama pada perempuan karena saluran kencingnya lebih pendek dibanding laki-laki sehingga bakteri lebih mudah menjangkau kandung kemih. Kebiasaan menahan kencing, kurang minum air putih, tubuh kelelahan, hingga kebersihan area kelamin yang kurang tepat justru berperan lebih besar memicu anyang-anyangan dibanding urusan suhu minuman.
Tubuh manusia sebenarnya punya mekanisme untuk menyesuaikan suhu apa pun yang masuk lewat mulut sebelum diproses lebih jauh oleh sistem pencernaan. Air hangat maupun air es akan disesuaikan suhunya di lambung, jauh sebelum cairan itu berpengaruh ke saluran kemih. Secara fisiologis, tidak ada jalur langsung yang menghubungkan suhu minuman dengan munculnya infeksi di saluran kemih.
Kenapa Mitos Ini Bisa Bertahan Lama
Mitos anyang-anyangan akibat air hangat dan air es kemungkinan besar lahir dari kebetulan waktu. Seseorang mungkin memang mengalami gejala anyang-anyangan setelah minum campuran suhu tersebut, padahal penyebab sebenarnya sudah ada lebih dulu, misalnya tubuh kurang cairan atau infeksi ringan yang belum terasa.
Pola pikir semacam ini wajar terjadi karena otak manusia cenderung mengaitkan dua kejadian yang berdekatan waktu sebagai sebab-akibat, meski secara ilmiah belum tentu berhubungan. Itulah sebabnya mitos seputar anyang-anyangan terus diwariskan dari generasi ke generasi tanpa banyak orang mengecek kebenarannya lebih dulu.
Cara Tepat Mencegah Anyang-anyangan
Daripada khawatir soal suhu air minum, ada beberapa langkah yang lebih efektif untuk mencegah anyang-anyangan:
- Cukupi kebutuhan air putih setiap hari agar saluran kemih rutin “dibilas”
- Jangan menahan kencing terlalu lama
- Bersihkan area kelamin dari arah depan ke belakang, terutama bagi perempuan
- Kencing setelah berhubungan intim untuk membantu membersihkan bakteri
- Hindari menahan diri dari toilet meski sedang sibuk beraktivitas
Jika anyang-anyangan berlangsung lebih dari dua hari, disertai demam, nyeri pinggang, atau urine berdarah, segera periksakan diri ke dokter. Kondisi ini bisa jadi tanda infeksi yang perlu penanganan medis, bukan sekadar efek minum air dengan suhu berbeda.
Jadi, kebiasaan minum air hangat lalu air es sebenarnya aman-aman saja bagi tubuh yang sehat. Anyang-anyangan tetap perlu diwaspadai, tapi penyebabnya jauh lebih kompleks daripada sekadar urusan suhu minuman.
- Penulis: Firmansyah
