Banjir Bandang Solok Terjang Kompleks Perkantoran, 32 Warga Mengungsi
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Banjir bandang Solok menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam. Bencana yang warga setempat sebut galodo ini merusak belasan kantor pemerintahan sekaligus memutus akses jalan utama Padang-Solok.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, melaporkan empat warga mengalami luka-luka akibat terjangan material banjir. Tiga korban kini menjalani perawatan intensif di RSUD Arosuka. Satu korban lainnya terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Padang untuk penanganan medis lanjutan.
Kronologi Banjir Bandang Solok
Bencana terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak Sabtu (19/9/2026). Arus deras kemudian membawa lumpur, batu, dan material tanah, menerjang kawasan permukiman serta kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.
BMKG mengonfirmasi curah hujan sangat lebat mencapai 94-99 milimeter dalam semalam sebagai pemicu utama bencana ini. Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani, menjelaskan guyuran hujan yang terus-menerus di wilayah tersebut memicu luapan air masif hingga berujung pada banjir bandang.
Dampak Kerusakan yang Ditimbulkan
Banjir bandang Solok menghantam kawasan pusat pemerintahan, termasuk Kompleks Kantor Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta Nagari Koto Gaek Guguk. Bupati Solok Jon Firman Pandu menyebut beberapa dinas terdampak parah, antara lain Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, Bapelitbang, hingga kawasan gedung DPRD.
BPBD mencatat total 11 kantor instansi pemerintah terdampak material banjir. Arus deras juga merusak 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor milik warga maupun pegawai. Sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa terpaksa mengungsi ke dua lokasi penampungan yang pemerintah daerah siapkan.
Akses Jalan Padang-Solok Terputus Total
Dampak paling serius dari banjir bandang Solok ini justru terjadi pada sektor transportasi. Material lumpur, batu, dan kayu menutup badan jalan di kawasan Arosuka, memutus jalur utama yang menghubungkan Padang, Solok, hingga Provinsi Jambi.
Kabag Ops Polres Solok, AKP Indra Kusuma, mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari jalur tersebut. Petugas mengalihkan arus lalu lintas melalui Padang Panjang sebagai rute alternatif, mengingat jalur utama tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali.
Proses Evakuasi dan Pencarian Masih Berlangsung
Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan bersama unsur TNI, Polri, dan relawan terus melakukan penyisiran di berbagai titik terdampak hingga Selasa siang. Petugas fokus mengevakuasi warga yang masih membutuhkan bantuan, sekaligus membersihkan material yang menutupi kompleks perkantoran.
Personel Brimob Polda Sumbar turut diterjunkan membantu proses pembersihan material banjir bandang di kawasan Arosuka. Pemkab Solok mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih tergolong tidak menentu.
Imbauan Kewaspadaan bagi Warga
BMKG meminta masyarakat Sumatera Barat, khususnya warga sekitar Gunung Talang, untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan warga:
- Pantau informasi cuaca resmi dari BMKG secara berkala, terutama saat musim hujan intensitas tinggi.
- Siapkan jalur evakuasi mandiri bagi warga yang tinggal di kawasan rawan aliran sungai atau lereng perbukitan.
- Hindari melintasi jalur yang masih tertutup material banjir, demi keselamatan pribadi maupun kelancaran proses evakuasi petugas.
- Laporkan kondisi darurat ke BPBD setempat bila menemukan tanda-tanda potensi banjir susulan di lingkungan sekitar.
Proses pendataan dampak banjir bandang Solok masih terus berjalan hingga saat ini, mengingat luasnya cakupan wilayah yang terdampak dan kompleksnya kerusakan pada fasilitas publik di kawasan tersebut.
- Penulis: Firmansyah
