Kebaruan.com Suasana di sekitar Bundaran HI mendadak tegang, Selasa (18/08), tak lama sebelum massa aksi BEM UI dijadwalkan berkumpul. Polisi mengamankan 21 orang yang diduga punya rencana memancing kekacauan di tengah aksi damai mahasiswa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan penangkapan tersebut kepada awak media. Menurutnya, puluhan orang itu kini masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor polisi.
Yang membuat kasus ini menarik perhatian publik adalah barang bukti yang disita polisi. Budi menyebut, mereka yang diamankan kedapatan membawa petasan, flare, hingga botol yang diduga kuat berisi bom molotov — kombinasi benda yang jelas bukan perlengkapan orasi biasa.
Dugaan Motif: Memancing Bentrok
Polisi menduga rombongan ini sengaja disusupkan untuk menciptakan gesekan antara aparat dan peserta demonstrasi. Budi menjelaskan, tujuan mereka tampaknya sederhana namun berbahaya: menyulut konflik fisik antara petugas pengamanan dan massa yang tengah menyampaikan aspirasi di ruang publik.
“Tujuannya adalah membuat konflik antara petugas pengamanan dengan peserta yang menyampaikan pendapat di muka umum,” tegas Budi.
Sayangnya, identitas ke-21 orang tersebut belum diungkap ke publik. Polisi juga belum menjelaskan secara rinci apakah mereka terafiliasi dengan kelompok tertentu, atau sekadar individu yang bertindak atas inisiatif sendiri.
Motif Sebenarnya Masih Didalami
Budi menegaskan, tim penyidik masih mendalami lebih jauh soal maksud sebenarnya di balik barang bawaan itu. Pertanyaan besar yang belum terjawab: untuk apa persisnya petasan dan bom molotov itu akan dipakai, dan siapa yang mengarahkan mereka.
Hingga berita ini ditulis, BBC Indonesia — yang pertama melaporkan kejadian ini — belum mendapat konfirmasi tambahan dari pihak kepolisian terkait detail lanjutan kasus ini.
Situasi di lapangan sendiri masih dipantau ketat oleh aparat keamanan, mengingat aksi BEM UI di Bundaran HI diperkirakan akan dihadiri banyak mahasiswa dari berbagai kampus.
