Prabowo Klaim Fundamental Ekonomi RI Terjaga, Pertumbuhan Tertinggi dalam 13 Tahun

Layar besar di ruang Sidang Tahunan MPR menampilkan angka-angka yang membuat banyak anggota dewan mengangguk setuju. Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian ekonomi nasional di hadapan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026), lewat slide bertajuk “Fundamental Ekonomi Terjaga”.

Angka pertama yang disorot adalah pertumbuhan ekonomi. Kuartal pertama 2026 tumbuh 5,61%. Semester pertama tumbuh 5,45%. Menurut Prabowo, dua capaian ini sekaligus jadi pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Ekonomi Tumbuh di Tengah Guncangan Global

Prestasi ini tidak muncul begitu saja. Indonesia memasuki 2026 di tengah dunia yang penuh tekanan: harga energi melonjak akibat perang, suku bunga global bertahan tinggi, nilai tukar berbagai negara tertekan, dan ketegangan geopolitik mengganggu jalur perdagangan dunia.

Meski begitu, ekonomi domestik tetap kokoh. Inflasi tercatat 2,88% secara tahunan, angka yang tergolong terkendali untuk ukuran negara berkembang. Permintaan domestik pun masih kuat, jadi salah satu penopang utama pertumbuhan.

Dengan tren positif ini, Prabowo optimistis pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 bisa menembus 6%. Syaratnya, kebijakan yang diambil pemerintah harus tetap rasional dan berbasis akal sehat.

APBN Tetap Sehat Meski Belanja Meningkat

Selain sektor riil, kinerja fiskal juga jadi sorotan. Data hingga Juli 2026 menunjukkan pendapatan negara naik 21,3% secara tahunan. Belanja negara ikut tumbuh 18,2%.

Kenaikan belanja yang signifikan ini ternyata tidak membuat defisit anggaran membengkak. Defisit APBN justru tetap terjaga di angka 0,91% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) — jauh di bawah batas aman yang biasa jadi acuan banyak negara.

Prabowo menyebut capaian ini bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat bisa berjalan beriringan dengan disiplin fiskal. Pemerintah, katanya, tidak sedang memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian, melainkan mengejar keduanya sekaligus.

Investasi Ikut Menopang, Lapangan Kerja Bertambah

Realisasi investasi jadi variabel lain yang ikut mendorong optimisme pemerintah. Sepanjang 2025, investasi yang masuk mencapai Rp1.931 triliun dan berhasil menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja baru.

Tren ini berlanjut ke semester pertama 2026. Realisasi investasi pada periode tersebut sudah mencapai Rp1.010 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 1,4 juta orang.

Apa Artinya Bagi Masyarakat?

Rangkaian data ini penting dibaca bukan sekadar sebagai pencapaian angka, tapi sebagai sinyal arah kebijakan ke depan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang terkendali, dan defisit anggaran yang terjaga biasanya membuka ruang bagi pemerintah untuk memperluas program-program prioritas tanpa mengorbankan stabilitas.

Bagi pelaku usaha dan investor, kombinasi data semacam ini kerap dibaca sebagai sinyal positif untuk perencanaan bisnis jangka menengah. Sementara bagi masyarakat umum, angka pertumbuhan ekonomi baru terasa bermakna kalau ujungnya benar-benar sampai pada peningkatan kesejahteraan sehari-hari — dan itu jadi pekerjaan rumah yang akan terus dipantau publik dalam periode anggaran 2027 mendatang.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi