Bandara Sudah Dibuka, Soekarno-Hatta hingga Halim Kembali Layani Penerbangan
- account_circle Akmal
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Bandara sudah dibuka kembali setelah delapan bandar udara sempat lumpuh akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama mengonfirmasi kabar ini lewat akun Instagram resmi @otbansatu, Selasa (8/9/2026) pukul 10.00 WIB.
“Seluruh Bandar Udara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah dibuka kembali untuk operasional penerbangan,” tulis pihak otoritas dalam keterangannya.
Kedelapan bandara tersebut tersebar di lima wilayah, yakni Banten, Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Tangerang Selatan. Berikut daftar lengkapnya:
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
- Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
- Bandara Husein Sastranegara, Bandung
- Bandara Radin Inten II, Lampung
- Bandara Budiarto, Curug, Tangerang
- Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
- Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat, Lampung
- Bandara Salakanagara Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten
- Soekarno-Hatta Catat Ratusan Penerbangan
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi salah satu titik penting dalam pemulihan ini. Operasional penerbangan di bandara tersibuk di Indonesia itu kembali berjalan sejak Selasa (8/9/2026) pukul 00.00 WIB.
Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, memastikan aktivitas penerbangan sudah melayani penumpang secara normal. Hingga pukul 13.00 WIB, tercatat 324 penerbangan telah beroperasi, terdiri dari 208 keberangkatan dan 116 kedatangan.
“Penerbangan yang sudah beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 324 penerbangan,” ujar Yudistiawan kepada awak media di Terminal 3, Selasa.
Meski begitu, sejumlah maskapai seperti Lion Air, NAM Air, dan Sriwijaya Air masih mencatatkan status “Dibatalkan” di layar Flight Information Display System (FIDS) Terminal 1B. Corporate Communications Strategic of Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan pembukaan penerbangan berlangsung bertahap menyesuaikan kondisi abu vulkanik dan kesiapan operasional di lapangan.
Halim Perdanakusuma Berangkatkan Ratusan Penumpang
Bandara sudah dibuka juga berlaku bagi Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur. Asisten Manajer Airside Operation & Landside Service, Alyudha Heru Librawan, mencatat 14 penerbangan berangkat hingga pukul 13.45 WIB dengan rincian Citilink 4 penerbangan, Batik Air 2 penerbangan, Fly Jaya 3 penerbangan, Travira 2 penerbangan, dan Rimbun Air 1 penerbangan.
Total penumpang yang berangkat mencapai 804 orang, sementara empat penerbangan kedatangan membawa 222 penumpang. Alyudha memperkirakan sekitar 28 penerbangan bisa terlayani sepanjang hari Selasa, meski beberapa jadwal sempat digabung karena jumlah penumpang masih sepi di jam-jam awal.
“Dari sisi fasilitas bandar udaranya semua siap, semua ready,” kata Alyudha, menegaskan kesiapan operasional Halim pasca-penutupan.
Sempat Ditutup demi Keselamatan Penerbangan
Sebelum akhirnya normal kembali, otoritas memperpanjang penutupan Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 24.00 WIB pada Senin (7/9/2026). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan langkah itu diambil untuk memastikan landasan pacu dan armada pesawat benar-benar steril dari paparan abu vulkanik sebelum penerbangan dilanjutkan.
Cek Jadwal sebelum Berangkat ke Bandara
Meski bandara sudah dibuka sepenuhnya, Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama mengingatkan penumpang untuk tidak lengah. Calon penumpang tetap disarankan mengecek status dan jadwal penerbangan lewat kanal resmi maskapai sebelum bertolak ke bandara, mengingat masih ada kemungkinan penyesuaian jadwal di lapangan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan,” pesan Yudistiawan.
Pemulihan delapan bandara ini menandai babak baru bagi aktivitas penerbangan di kawasan Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung setelah sempat terganggu erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Penulis: Akmal
