Bendungan Indonesia: Mengenal Raksasa Air Penopang Ketahanan Pangan
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Bendungan Indonesia terus bertambah jumlahnya. Pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur sumber daya air selama satu dekade terakhir. Dari Sabang sampai Merauke, ratusan waduk kini menjaga pasokan air bagi jutaan hektare sawah. Waduk-waduk ini juga menahan laju banjir saat musim hujan tiba.
Tiga Bendungan dengan Rekor Istimewa
Tiga bendungan berikut layak disebut karena spesifikasinya yang menonjol di antara ratusan bendungan lain di Indonesia.
Pertama, Jatiluhur di Jawa Barat memegang gelar bendungan terbesar. Luasnya mencapai 8.300 hektare dan mengairi 242.000 hektare jaringan irigasi. Pemerintah mulai membangun bendungan ini sejak 1957, menjadikan Jatiluhur bendungan serbaguna pertama di Indonesia yang memanfaatkan aliran Sungai Citarum.
Kedua, Semantok di Jawa Timur menyandang gelar terpanjang. Panjang puncaknya mencapai 3.100 meter. Pemerintah meresmikan bendungan ini pada 2022 dengan kapasitas tampung 32,67 juta meter kubik.
Ketiga, Bener di Jawa Tengah menjadi bendungan tertinggi. Tingginya mencapai 169 meter dari dasar fondasi terdalam. Nantinya, bendungan ini akan mengairi lebih dari 15.500 hektare lahan irigasi setelah rampung.
Proyek Strategis yang Terus Berjalan
Pemerintah terus menambah daftar bendungan Indonesia. Sebagai contoh, Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan sekaligus pada awal Juli 2026. Kelima bendungan itu adalah Meninting di Nusa Tenggara Barat, Keureuto dan Rukoh di Aceh, Jlantah di Jawa Tengah, serta Sidan di Bali. Prabowo menyebut kelima bendungan itu sebagai simbol perjuangan bangsa. Selain itu, ia menegaskan Indonesia masih butuh lebih banyak bendungan untuk mendukung kedaulatan pangan.
Total investasi lima proyek tersebut menembus Rp9,79 triliun. Dengan demikian, angka ini menunjukkan keseriusan pemerintah membangun infrastruktur pengairan di berbagai daerah.
Selanjutnya, pemerintah masih mengebut empat proyek strategis nasional lain, yaitu Way Apu di Maluku, Jragung di Jawa Tengah, Mbay di NTT, dan Bulango Ulu di Gorontalo. Namun, proses perizinan penggenangan membuat jadwal penyelesaiannya belum bisa dipastikan. Secara keseluruhan, pemerintah masih menggarap 15 bendungan pada periode 2025-2029 dengan total nilai proyek Rp36,291 triliun.
Manfaat yang Dirasakan Masyarakat
Setiap bendungan membawa fungsi ganda. Fungsi itu mencakup suplai air irigasi pertanian dan penyediaan air baku rumah tangga, ditambah pengendalian banjir serta pembangkit listrik mikrohidro. Sebagai contoh, Karian di Banten mengalirkan air baku hingga 14,6 meter kubik per detik. Kemudian, sembilan kota dan kabupaten menerima pasokan tersebut, termasuk Tangerang, Serang, dan sebagian Jakarta Barat.
Pembangunan bendungan Indonesia bukan sekadar proyek fisik semata. Basuki Hadimuljono, mantan Menteri PUPR, pernah menegaskan hal ini: keberadaan waduk memungkinkan petani menanam padi hingga tiga kali setahun. Sebelumnya, petani hanya bisa panen sekali dalam setahun. Oleh karena itu, pasokan air yang stabil sepanjang musim memperkokoh ketahanan pangan nasional dari waktu ke waktu.
- Penulis: Firmansyah
