Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Rapat Komisi II DPR Panggil Ombudsman, Bahas Tuntas Klaster Mewah Lapas Cibinong

Rapat Komisi II DPR Panggil Ombudsman, Bahas Tuntas Klaster Mewah Lapas Cibinong

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Rapat Komisi II DPR RI dengan Ombudsman RI berlangsung hari ini, Selasa (29/9/2026), khusus mengupas temuan klaster mewah di Lapas Cibinong. Ini rapat berbeda dari rapat Komisi XIII sehari sebelumnya, yang sempat berjalan tanpa kehadiran Ombudsman. Kali ini, Ombudsman hadir langsung di hadapan mitra kerjanya sendiri.

Empat Poin yang Didalami Komisi II

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar, Ahmad Irawan, membeberkan agenda rapat kepada wartawan. Ia menyebut pertanyaan paling dasar akan menyoal bentuk temuan dan kronologi kejadian di lapangan.

“Paling pertanyaan dasar seperti apa temuannya dan bagaimana kronologinya. Tentu juga rekomendasi kebijakannya seperti apa mengenai warga binaan di lapas, terkait hak-hak dan lain sebagainya,” kata Irawan.

Selain kronologi, Komisi II turut menanyakan penilaian Ombudsman soal standar pelayanan minimum di lapas, sekaligus pemenuhan hak dasar warga binaan. Menurut Ahmad, pendalaman ini penting agar persoalan tidak berhenti pada keberadaan klaster mewah semata.

“Supaya kita bisa mengambil solusi komprehensif, tidak parsial,” tuturnya.

Komisi II juga meminta penjelasan soal rencana aksi, fokus, dan strategi Ombudsman menindaklanjuti temuan ini. Ahmad menyinggung bahwa pucuk pimpinan Ombudsman saat ini tergolong baru menjabat, sementara persoalan pelayanan publik di Indonesia masih menumpuk.

Bukan Rapat Dadakan Khusus Cibinong

Ahmad menegaskan, pertemuan ini pada dasarnya agenda rutin Komisi II untuk mendengar kinerja mitra kerjanya. Momentum menjelang akhir tahun turut memperkuat urgensi evaluasi.

“Sebenarnya rapat tersebut sama dengan rapat biasanya untuk mendengarkan kinerja dari mitra. Apalagi sudah jelang akhir tahun seperti sekarang,” ujarnya. Meski begitu, ia mengakui isu-isu terbaru yang menyita perhatian publik, seperti temuan Cibinong ini, tetap akan didalami dalam forum tersebut.

Latar Belakang: Lima Pejabat Sudah Lebih Dulu Dicopot

Sebelum rapat ini digelar, Kemenimipas sudah mengambil langkah tegas. Inspektur Jenderal Kemenimipas, Rudi Setiawan, mengumumkan penonaktifan lima pejabat struktural Lapas Cibinong, Sabtu (26/9). Kelimanya yaitu kepala lapas, kepala pengamanan lapas (KPLP), kepala seksi pembinaan dan pendidikan, kepala seksi keamanan dan ketertiban, serta kepala urusan umum lapas.

Rudi menjelaskan, langkah itu diambil atas perintah langsung Menteri Imipas Agus Andrianto. “Kami atas arahan dan perintah dari Bapak Menteri, kami adalah pemeriksa internal Kemenimipas. Beliau memerintahkan kepada kami untuk berkolaborasi dengan Dirjen Pemasyarakatan untuk menindaklanjuti apa yang ditemukan oleh teman-teman Ombudsman,” jelasnya.

Menurut Rudi, kelima pejabat itu dinonaktifkan karena dinilai bertanggung jawab atas temuan Ombudsman. “Kami menonaktifkan lima pejabat struktural yang diduga bertanggung jawab terkait peristiwa yang ditemukan Ombudsman,” ujarnya, sembari menegaskan proses pemeriksaan lanjutan mengacu pada kode etik dan aturan hukuman dinas yang berlaku.

Kasus yang Terus Melebar

Selain persoalan tata kelola aset dan pejabat lapas, kasus ini juga menyeret sejumlah nama narapidana besar. Sejumlah pemberitaan menyebut dua narapidana kasus korupsi timah turut diperiksa terkait Lapas Cibinong, di tengah pemberitaan lain yang menyinggung nama Ferdy Sambo. Ombudsman sendiri sebelumnya menyatakan belum bisa memastikan keterlibatan nama-nama tersebut sebagai penghuni klaster mewah, karena tim tidak bertemu langsung dengan mereka saat sidak berlangsung.

Rapat Komisi II hari ini diharapkan memberi gambaran lebih jelas soal langkah lanjutan pemerintah, termasuk perbaikan tata kelola lapas secara menyeluruh, bukan hanya di Cibinong.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Online 2026: Mudah, Cepat, dan Tanpa Antri

    Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Online 2026: Mudah, Cepat, dan Tanpa Antri

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Mengurus perpindahan lokasi layanan kesehatan kini jauh lebih praktis berkat kehadiran teknologi digital. Memahami cara pindah Faskes BPJS sangat krusial bagi Anda yang baru saja pindah domisili atau merasa lokasi klinik saat ini terlalu jauh dari rumah. Proses pemindahan Faskes BPJS kini tidak lagi mewajibkan peserta untuk datang dan mengantre berjam-jam di kantor cabang, […]

  • Keseruan Konser F4 Jakarta: Nostalgia Tak Terlupakan dalam F✦FOREVER 1st World Tour

    Keseruan Konser F4 Jakarta: Nostalgia Tak Terlupakan dalam F✦FOREVER 1st World Tour

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Konser F4 Jakarta yang bertajuk F✦FOREVER 1st World Tour benar-benar menyedot perhatian ribuan penggemar setianya di Indonesia Arena, GBK Senayan. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 28 hingga 30 Mei 2026. Banyak penggemar merasakan gelombang nostalgia yang sangat kuat ketika melihat idolanya kembali ke atas panggung. Interaksi hangat antar-member sepanjang acara […]

  • Kenapa Solat Kita Sering Tidak Khusyuk? Ini Penyebab yang Jarang Disadari

    Kenapa Solat Kita Sering Tidak Khusyuk? Ini Penyebab yang Jarang Disadari

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Pernah nggak, baru saja selesai solat, tapi begitu ditanya “tadi baca apa di rakaat kedua?” jawabannya cuma diam sambil garuk kepala? Situasi ini dialami hampir semua orang, dari yang baru belajar solat sampai yang sudah puluhan tahun menjalankannya. Badan berdiri menghadap kiblat, tapi pikiran melayang ke daftar belanja, chat yang belum dibalas, atau deadline kerjaan […]

  • 10 Pesawat Tempur Terbaik di Dunia, Siapa Paling Unggul?

    10 Pesawat Tempur Terbaik di Dunia, Siapa Paling Unggul?

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle akmal
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kebaruan. Pesawat tempur terbaik di dunia selalu jadi topik hangat di kalangan pecinta dunia militer. Teknologi siluman, kecepatan supersonik, hingga sistem avionik canggih terus mengubah daftar ini dari tahun ke tahun. Berikut 10 jet tempur paling disegani saat ini, lengkap dengan spesifikasi dan negara asalnya. Generasi Kelima, Raja Langit Masa Kini 1. F-22 Raptor — […]

  • Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Pakai Rompi Tahanan Kejagung

    Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Pakai Rompi Tahanan Kejagung

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana resmi keluar dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung dengan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda khas korps adhyaksa pada Rabu (3/6/2026) sore. Langkah hukum yang sangat cepat ini mengejutkan banyak pihak pascapencopotan jabatannya oleh pihak Istana. Di bawah kawalan ketat barisan petugas, ia memakai kaus berkerah hitam […]

  • Kejagung Telusuri Dugaan Bunker Febrie Adriansyah, Tunggu Arahan Penyidik

    Kejagung Telusuri Dugaan Bunker Febrie Adriansyah, Tunggu Arahan Penyidik

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kejaksaan Agung akhirnya buka suara soal kabar bunker milik eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan hal itu. Ia bilang, pihaknya tidak mau gegabah menindaklanjuti isu ini hanya karena ramai di media sosial. Menurutnya, penyidik dulu yang harus menilai apakah informasi itu relevan dengan perkara yang sedang berjalan. Anang […]

expand_less