Demo 20 Oktober Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Titik Aksinya
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran akan diperingati dengan dua sikap yang bertolak belakang. Mahasiswa memilih turun ke jalan lewat demo 20 Oktober, Selasa (20/10/2026). Buruh justru menahan diri.
Ketua BEM UI Yatalathof Imawan mengonfirmasi rencana itu. Menurutnya, tanggal tersebut punya makna khusus karena persis menandai dua tahun masa jabatan. Mahasiswa dari kampus lain dan koalisi masyarakat sipil menyusul bergabung.
Titik Kumpul Demo 20 Oktober di Jakarta
Panitia aksi menyiapkan dua lokasi di Jakarta Pusat. Massa pertama akan berkumpul di kawasan Tugu Tani, Jalan Raya Kebon Sirih. Kelompok kedua bergerak ke Tugu Proklamasi, Menteng. Gelombang aksi juga merambat ke daerah. Media Pakuan mencatat mahasiswa di Medan sedang berkonsolidasi dengan target sekitar 500 peserta.
Kritik yang Mereka Bawa
Rumusan tuntutan resmi masih belum utuh. Meski begitu, arah kritiknya sudah terbaca dari laporan media: program makan bergizi gratis, harga pangan, daya beli, arah anggaran negara, isu lingkungan, hingga tata kelola. Aliansi BEM SI bahkan sudah mengunggah catatan kritis atas dua tahun terakhir. Dasar hukumnya jelas, yaitu Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.
Buruh Pilih Bakti Sosial
Kubu buruh mengambil langkah lain. Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI, menyatakan KBPBI tidak akan menggelar aksi pada 20 Oktober. Ia berbicara di Nganjuk, Sabtu (17/10/2026). Andi Gani menilai tanggal itu terlalu rawan, sehingga koalisinya mengisi hari tersebut dengan bakti sosial. Ia juga meluruskan makna aksi buruh sebelumnya, yakni 25 September dan 6 Oktober. Menurutnya, itu penyampaian aspirasi, bukan perlawanan terhadap Presiden.
Sekolah Pasang Rem untuk Pelajar
Kekhawatiran soal massa muda ikut terasa di daerah. Disdik Jawa Barat mengirim surat edaran nomor 38566/PW.01/SEKRE tertanggal 16 Oktober 2026 ke sekolah. Isinya meminta siswa SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, menjauhi demonstrasi. Kepala sekolah dan guru juga harus berkoordinasi dengan orang tua serta polisi. Orang tua pun mendapat permintaan untuk mengawasi anak mereka.
Tiga Hal yang Layak Ditunggu dari Demo 20 Oktober
Pertama, seberapa besar massa yang hadir di dua titik Jakarta. Kedua, tuntutan apa yang mereka bacakan di lapangan. Ketiga, bagaimana pemerintah dan aparat menjawabnya. [ISI: jumlah personel pengamanan dan keterangan polisi, jika sudah rilis.] Kami akan memperbarui laporan ini begitu situasi berkembang.
- Penulis: Firmansyah

